YLKI: BM Bawaan, Penumpang Tak Nyaman

Kompas.com - 01/12/2010, 20:14 WIB
EditorR Adhi KSP

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Sudaryatmo menilai, bea masuk atau BM yang dikenakan pada barang bawaan penumpang yang masuk ke Indonesia dapat menganggu rasa nyaman para penumpang.

Sebab dengan adanya pungutan BM barang bawaan tersebut, penumpang terpaksa menempuh suatu bentuk birokrasi baru. "Kalau dari segi konsumen menimbulkan ketidaknyamana dalam pengertian ada birokrasi baru ketika barang bawaan lebih dari 250 dollar AS ada potongan pajak," katanya ketika dihubungi, Rabu (1/12/2010).

Dikatakan Sudaryatmo, pemerintah seharusnya lebih kreatif jika ingin menambah pemasukan negara. Pemerintah, harusnya lebih menyasar perusahaan-perusahaan yang selama ini lepas dari pajak dibanding mencari tambahan pemasukan dari perorangan seperti BM bawaan itu. "Ini kan targetnya recehan ya, kecil-kecil, seharusnya pemerintah lebih fokus pada objek pajak yang potensial, strategis," katanya.

Hingga kini, lanjut Sudaryatmo, banyak lembaga bisnis atau perusahaan yang berdiri di Indonesia tanpa memiliki dasar hukum. Sehingga pemerintah tidak dapat memungut pajak dari perusahaan-perusahaan tersebut. "Seharusnya yang seperti itu ditertibkan, lebih strategis," tambah Sudaryatmo.

Seperti diberitakan sebelumnya, Mulai tahun depan, Kementrian Keuangan akan memungut bea masuk (BM) dari barang bawaan penumpang, awak pesawat atau kapal, dan para pelintas batas dari luar negeri yang nilainya di atas 250 dollar AS per orang atau di atas 1000 dollar AS per keluarga.

Pungutan tersebut berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 188 Tahun 2010 Tentang Impor Barang Bawaan. Adapun tarif bea masuk yang dipungut merupakan selisih harga barang bawaan dengan 250 dollar AS jika pembawa adalah perorangan dan 1000 dollar jika keluarga.

Jenis barang yang dikenai BM adalah barang-barang yang berpotensi untuk diperdagangkan atau komersial. Pihak Kementrian Keuangan beralasan, pungutan BM tersebut diberlakukan untuk menambah penerimaan negara. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.