90 Persen Dicairkan Peserta Produktif

Kompas.com - 24/12/2010, 05:07 WIB
Editor

BANDUNG, KOMPAS - Sebanyak 90 persen klaim jaminan hari tua (JHT) program PT Jamsostek di wilayah Jawa Barat dan Banten dicairkan oleh tenaga kerja usia produktif. Padahal, semangat awal program itu sebenarnya untuk menjamin kesejahteraan saat mereka pensiun.

Demikian disampaikan Kepala PT Jamsostek Kantor Wilayah IV Jabar-Banten Ilyas Lubis, Kamis (23/12) di sela-sela penyerahan santunan jaminan kecelakaan kerja kepada ahli waris almarhum Rahmanto, tenaga kerja yang tewas dalam proyek pembangunan Trans Studio Bandung pada Sabtu (11/12). Ahli waris mendapatkan santunan Rp 93,3 juta.

Ilyas mengemukakan, hingga November 2010 PT Jamsostek Kanwil IV Jabar-Banten telah membayar JHT senilai Rp1,2 triliun, terdiri dari 215.584 klaim. Namun, hanya 21.558 klaim yang dicairkan oleh tenaga kerja yang sudah memasuki masa pensiun.

Padahal, menurut dia, saat masih berbentuk asuransi sosial tenaga kerja, pencairan JHT hanya diperuntukkan bagi tenaga kerja berumur 55 tahun atau meninggal dunia sebelum berusia 55 tahun. Selanjutnya, pada Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 1977, pencairan diizinkan bagi anggota Jamsostek dengan masa kepesertaan lima tahun dan masa tunggu enam bulan.

Namun, pemerintah meng- ubah ketentuan lagi melalui Undang-Undang No 3/1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja. Dalam aturan itu dijelaskan, masa tunggu pencairan JHT diperpendek dari enam bulan menjadi satu bulan.

”Saat itu, pemerintah tidak dapat menanggung beban ekonomi yang kian berat dengan tingkat serapan tenga kerja yang rendah. Akhirnya, ketentuan pencairan dipercepat dengan alasan membantu peserta Jamsostek yang sudah keluar dari pekerjaannya dan perlu uang,” ungkap Ilyas.

Kondisi ini diakui Cici Widianti (27), mantan karyawan perusahaan tekstil di Jalan Kopo. ”Saya mengalami PHK (pemutusan hubungan kerja) tahun lalu. Sampai sekarang belum dapat pekerjaan lagi. Uang JHT ini untuk tambah modal warung makan. Kalau menunggu tua baru dicairkan, sayang uangnya. Kan bisa diputar dulu,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Yolanda (33), mantan pegawai pemasaran perusahaan rokok lokal. Dia memilih mencairkan JHT untuk kebutuhan sehari-hari karena tidak dapat mengandalkan pendapatan suaminya yang bekerja sebagai mandor bangunan. (GRE)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kode Bank BNI dan Cara Transfer Antarbank di ATM dengan Mudah

Kode Bank BNI dan Cara Transfer Antarbank di ATM dengan Mudah

Spend Smart
Cara Top Up DANA lewat ATM BRI dan BRImo dengan Mudah

Cara Top Up DANA lewat ATM BRI dan BRImo dengan Mudah

Spend Smart
Cara Top Up Gopay Lewat m-Banking BCA hingga OneKlik Secara Mudah

Cara Top Up Gopay Lewat m-Banking BCA hingga OneKlik Secara Mudah

Spend Smart
Inilah 5 Sekolah Termahal di Indonesia, SPP-nya Hingga Ratusan Juta

Inilah 5 Sekolah Termahal di Indonesia, SPP-nya Hingga Ratusan Juta

Spend Smart
Bos Krakatau Steel Pimpin Asosiasi Industri Besi-Baja se-Asia Tenggara

Bos Krakatau Steel Pimpin Asosiasi Industri Besi-Baja se-Asia Tenggara

Rilis
Luncurkan Livin' Investasi, Bank Mandiri Targetkan Pertumbuhan Bisnis Wealth Management

Luncurkan Livin' Investasi, Bank Mandiri Targetkan Pertumbuhan Bisnis Wealth Management

Whats New
Jobseeker, Simak 10 Tips Ikut Job Fair Agar Sukses Dapat Pekerjaan

Jobseeker, Simak 10 Tips Ikut Job Fair Agar Sukses Dapat Pekerjaan

Work Smart
Kuasa Hukum Korban Berharap Aset KSP Indosurya Ditelusuri Lagi

Kuasa Hukum Korban Berharap Aset KSP Indosurya Ditelusuri Lagi

Whats New
UMKM Ingin Menjual Produk ke Pemerintah? Ini Daftar E-Katalog LKPP

UMKM Ingin Menjual Produk ke Pemerintah? Ini Daftar E-Katalog LKPP

Smartpreneur
Pembiayaan APBN Melalui Utang Turun 62,4 Persen, Hanya Rp 155,9 Triliun Per April 2022

Pembiayaan APBN Melalui Utang Turun 62,4 Persen, Hanya Rp 155,9 Triliun Per April 2022

Whats New
Bank Mandiri Luncurkan Fitur Investasi di Aplikasi Livin'

Bank Mandiri Luncurkan Fitur Investasi di Aplikasi Livin'

Whats New
Jokowi Minta Luhut Bantu Urus Minyak Goreng, Ini Kata Kemendag

Jokowi Minta Luhut Bantu Urus Minyak Goreng, Ini Kata Kemendag

Whats New
Minat Jadi Agen Mandiri? Simak Persyaratan dan Cara Daftarnya

Minat Jadi Agen Mandiri? Simak Persyaratan dan Cara Daftarnya

Whats New
Kemendag Ungkap Alasan Larangan Eskpor CPO Dicabut

Kemendag Ungkap Alasan Larangan Eskpor CPO Dicabut

Whats New
Jadi Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Mirza Adityaswara Mengudurkan Diri dari Presiden Komisaris OVO

Jadi Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Mirza Adityaswara Mengudurkan Diri dari Presiden Komisaris OVO

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.