Dana Obligasi Tak Terpakai Rp 47,1 T

Kompas.com - 04/01/2011, 17:07 WIB
EditorGlori K. Wadrianto

JAKARTA, KOMPAS.com — Dana yang dihimpun pemerintah dari hasil penerbitan obligasi negara tetapi tidak dapat digunakan pada tahun anggaran 2010 dilaporkan mencapai Rp 47,1 triliun.

Jumlah tersebut bisa saja lebih tinggi Rp 16 triliun jika Kementerian Keuangan tidak memutuskan menghentikan penerbitan obligasi negara di pertengahan tahun 2010.

Kepala Pusat Kebijakan APBN Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Askolani mengungkapkan hal tersebut di Jakarta, Selasa (4/1/2011). Menurut Askolani, dana tersebut dikategorikan menjadi sisa lebih penggunaan anggaran (silpa) dari APBN Perubahan 2010.

Dana sisa ini terjadi karena realisasi defisit APBN-P 2010 jauh lebih rendah dari target, yakni dari target semula Rp 133,7 triliun atau 2,1 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) menjadi hanya Rp 39,5 triliun atau 0,6 persen PDB.

Akibat defisit APBN-P 2010 yang lebih rendah dari target tersebut, kebutuhan dana yang dipakai untuk menutup defisit tersebut menjadi lebih rendah. Atas dasar itulah, Kementerian Keuangan memutuskan mengurangi penerbitan obligasi negara sebesar Rp 16 triliun lebih rendah dari target semula dan mengurangi penggunaan silpa tahun 2009 sebesar Rp 22 triliun.

"Dengan pemangkasan itu saja, masih ada Silpa 2010 yang mencapai Rp 47,1 triliun. Dana tersebut antara lain akan digunakan untuk melunasi tagihan subsidi listrik tahun 2010, tunggakan subsidi listrik tahun 2009, dan menjadi cadangan risiko fiskal jika terjadi lonjakan subsidi listrik pada tahun 2011," tutur Askolani.

Adapun penyebab rendahnya defisit APBN-P 2010 adalah realisasi penerimaan negara yang mencapai Rp 1.014 triliun atau 102 persen dari target yang ditetapkan Rp 992,4 triliun. Di sisi lain, realisasi belanja negara dilaporkan mencapai Rp 1.053 triliun atau malah di bawah target, yakni 93,5 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp 1.126,1 triliun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Demo Pekerja Bongkar Muat di Pelabuhan Kendari, Ini Respons Kemenhub

Soal Demo Pekerja Bongkar Muat di Pelabuhan Kendari, Ini Respons Kemenhub

Rilis
Disorot New York Times, Berapa Anggaran Jumbo Polri dari APBN?

Disorot New York Times, Berapa Anggaran Jumbo Polri dari APBN?

Whats New
Jelang KTT G20, Relokasi PLTG Grati Ditarget Rampung Akhir Oktober 2022

Jelang KTT G20, Relokasi PLTG Grati Ditarget Rampung Akhir Oktober 2022

Whats New
KAI Minta Calon Penumpang Kereta Api Penuhi Syarat Perjalanan

KAI Minta Calon Penumpang Kereta Api Penuhi Syarat Perjalanan

Whats New
Jelang KTT G20 Bali, Simak Hal-hal Penting Berikut Ini

Jelang KTT G20 Bali, Simak Hal-hal Penting Berikut Ini

Whats New
Sandiaga Uno: Produksi Rendang di Eropa Bisa Mempercepat Kebangkitan Ekonomi RI

Sandiaga Uno: Produksi Rendang di Eropa Bisa Mempercepat Kebangkitan Ekonomi RI

Whats New
Sumitomo Corporation Investasi Rp 270 Triliun Garap Proyek PLTA Kayan IKN 9.000 MW

Sumitomo Corporation Investasi Rp 270 Triliun Garap Proyek PLTA Kayan IKN 9.000 MW

Whats New
Produsen Beras Buyung Poetra Sembada Targetkan Buka 80 Toko hingga Akhir Tahun

Produsen Beras Buyung Poetra Sembada Targetkan Buka 80 Toko hingga Akhir Tahun

Rilis
BPK Nilai BI Fast Tidak Transparan, Ini Tanggapan Bank Indonesia

BPK Nilai BI Fast Tidak Transparan, Ini Tanggapan Bank Indonesia

Whats New
Jika Beras Makin Mahal, Mentan SYL: Kita Makan Sagu Aja

Jika Beras Makin Mahal, Mentan SYL: Kita Makan Sagu Aja

Whats New
Akses Keuangan Belum Merata, Platform Open Data Ini Kolaborasi dengan Visa

Akses Keuangan Belum Merata, Platform Open Data Ini Kolaborasi dengan Visa

Rilis
Barata Indonesia Rampungkan Pengerjaan Turbin Uap PLTU Jawa 9 dan 10

Barata Indonesia Rampungkan Pengerjaan Turbin Uap PLTU Jawa 9 dan 10

Rilis
Daftar 18 Investasi Ilegal yang Ditutup SWI Sepanjang September 2022

Daftar 18 Investasi Ilegal yang Ditutup SWI Sepanjang September 2022

Whats New
Wapres Ma'ruf Amin Ingin Jalur Rempah Dihidupkan Kembali

Wapres Ma'ruf Amin Ingin Jalur Rempah Dihidupkan Kembali

Whats New
Penjelasan PUPR dan Pengelola soal Tarif Tol BSD Tidak Digratiskan meski Banjir

Penjelasan PUPR dan Pengelola soal Tarif Tol BSD Tidak Digratiskan meski Banjir

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.