VW Mengejar, Toyota Tenang-tenang

Kompas.com - 11/01/2011, 13:32 WIB
EditorBastian

DETROIT, KOMPAS.com — Volkswagen Group AG pasang target, pada 2018 harus menjadi produsen otomotif terbesar di dunia menggeser Toyota. Untuk mewujudkan ambisinya itu, berbagai langkah strategis sudah dipersiapkan.

Salah satunya, penambahan modal investasi (capital invesment) tahun ini. Bahkan, dana baru 41,3 miliar euro untuk periode lima tahun mendatang rencananya dibagi ke sektor properti, pabrik, dan perlengkapan. Jumlah tersebut lebih besar 10 miliar dollar AS dari pagu yang disiapkan Toyota.

Melihat keagresifan VW, Toyota tenang-tenang saja. Tahun ini Toyota Motor Corporation (TMC) akan meningkatkan produktivitas tanpa menambah model investasi perusahaan. "Kami tengah menantang diri sendiri untuk bisa memproduksi lebih banyak meskipun modal usaha ketat," ujar Presiden TMC Akio Toyoda di Detroit, Senin (10/1/2011).

TMC mengaku tidak menambah modal usaha perusahaan tahun ini, tetap di level 700 miliar yen (8,46 miliar dollar AS). Jumlah ini juga terus dipertahankan setidaknya untuk lima tahun mendatang. Atsushi Niimi, Wakil Presiden TMC, mengatakan, produksi sudah lebih efisien di Toyota City.

Beberapa proses manufacturing lebih ringkas. Misalnya untuk lini pengecatan (painting line) sekarang lebih pendek 25 persen. Produksi mesin tidak akan lebih mahal meskipun hasil produksi lebih kecil dari sebelumnya.

"Kami sekarang menyadari—dengan rendah hati—bahwa (Toyota) tidak boleh memproduksi mobil sebelum benar-benar yakin akan terjual," kata Niimi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X