Komitmen pada UKM Indikator Kinerja

Kompas.com - 04/02/2011, 20:58 WIB
EditorR Adhi KSP

JAKARTA, KOMPAS.com — Komitmen pejabat terhadap kelangsungan usaha kecil menengah seharusnya menjadi indikator penilaian kinerja. Hal itu penting untuk mendorong kemajuan UKM di Indonesia, yang sudah terbukti tahan krisis. Komitmen tersebut menjadi penentu apakah si pejabat akan naik pangkat atau justru sebaliknya.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia, Suryo Bambang Sulisto, usai membuka acara seminar peluang kewirausahaan di SMESCO Covention Hall, Jakarta, Jumat (4/2/2011). Kadin akan segera mengusulkannya kepada Presiden. Pejabat yang harus dinilai komitmennya terhadap UKM terutama adalah direktur bank-bank milik pemerintah dan direktur BUMN, katanya.

Menurut dia, pejabat-pejabat tersebut memegang posisi kunci bagi kelangsungan UKM. Direktur bank misalnya, sangat menentukan besarnya pengucuran kredit bagi sektor UKM. Meski tidak sebesar bank, BUMN juga memegang peranan lewat program kemitraan dan bina lingkungan atau lebih dikenal dengan corporate social responbility.

"Selama ini peranan bank pemerintah dan BUMN dalam mendorong UKM belum sesuai harapan. Jika komitmen UKM dijadikan indikator kinerja, saya yakin mereka akan berlomba-lomba mengucurkan pinjaman dan pedampingan bagi UKM. Semoga saja usulan kami nanti bisa direspons oleh Presiden," katanya.

Pejabat lain yang juga berperan bagi pengembangan UKM adalah kepala daerah. Mereka diharapkan bisa membuka peluang pasar dengan komunikasi intensif dengan wilayah lain, yang membutuhkan produk dari wilayahnya. Di Indonesia peluang usaha masih sangat banyak dibandingkan negara-negara lain seperti Singapura. Persoalannya mereka butuh dukungan untuk bisa menembus pasar.

Suryo menambahkan, selain mengangkat kesejahteraaan pelaku UKM, kemajuan UKM juga mengubah stigma pebisnis. Dulu sektor wiraswasta dipandang sebelah mata. Orang lebih memilih menjadi pegawai yang posisinya dianggap lebih terhormat. Bila UKM berhasil, pandangan itu akan hilang dengan sendirinya.

Ketua Umum Asosiasi Bunga Indonesia, Karen Tambayong, mengatakan salah satu peluang usaha yang masih sangat terbuka adalah hortikultura. "Naiknya harga cabai menjadi indikasi masih terbuka kesempatan usaha bidang hortikultura. Pemerintah saat ini baru fokus pada pertanian bahan makanan saja," katanya. 

Di dunia internasional, produk hortikultura asal Indonesia yang beredar masih sangat sedikit. Peluang bisnis produk hortikultura juga tampak dari rendahnya tingkat konsumsi buah-buahan masyarakat Indonesia, yakni dibawah 50 kg per kapita per tahun. Padahal rata-rata konsumsi dunia telah mencapai lebih dari 60 kg per kapita per tahun.   

 

 

 

 

 

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rute KA Mutiara Timur Diperpanjang Jadi Ketapang-Surabaya-Yogyakarta

Rute KA Mutiara Timur Diperpanjang Jadi Ketapang-Surabaya-Yogyakarta

Whats New
OJK: Saat Ini Ada 60 Bank Wakaf Mikro di Indonesia

OJK: Saat Ini Ada 60 Bank Wakaf Mikro di Indonesia

Whats New
Ini Jurus Pemerintah Dongkrak Sektor Industri Untuk Pemulihan Ekonomi Nasional

Ini Jurus Pemerintah Dongkrak Sektor Industri Untuk Pemulihan Ekonomi Nasional

Rilis
Penumpang Buka Jendela Darurat, Wings Air Ganti Pakai Pesawat Lain

Penumpang Buka Jendela Darurat, Wings Air Ganti Pakai Pesawat Lain

Whats New
Cara Membuka Tabungan Emas Pegadaian, Syarat, Biaya, dan Kekurangannya

Cara Membuka Tabungan Emas Pegadaian, Syarat, Biaya, dan Kekurangannya

Spend Smart
Tarif Retribusi dan Pajak Daerah di Tangan Jokowi, Setoran ke Pemda Makin Seret?

Tarif Retribusi dan Pajak Daerah di Tangan Jokowi, Setoran ke Pemda Makin Seret?

Whats New
Kampus Vokasi Kementerian ESDM Buka Penerimaan Baru Untuk Lulusan SMA Sederajat

Kampus Vokasi Kementerian ESDM Buka Penerimaan Baru Untuk Lulusan SMA Sederajat

Rilis
Menhub Beri Lampu Hijau Sinarmas Bangun Stasiun Jatake

Menhub Beri Lampu Hijau Sinarmas Bangun Stasiun Jatake

Rilis
IHSG Menguat 0,27 Persen Dalam Sepekan, Ini Prediksi Untuk Pekan Depan

IHSG Menguat 0,27 Persen Dalam Sepekan, Ini Prediksi Untuk Pekan Depan

Whats New
Harga Emas Antam Hari Ini Stagnan di Level Rp 923.000 per Gram

Harga Emas Antam Hari Ini Stagnan di Level Rp 923.000 per Gram

Whats New
Ini Jenis-jenis Pinjaman dan Bunga di Pegadaian Terbaru

Ini Jenis-jenis Pinjaman dan Bunga di Pegadaian Terbaru

Earn Smart
Aturan Baru Jokowi, Pemda Tak Bisa Asal Pungut Pajak dan Retribusi

Aturan Baru Jokowi, Pemda Tak Bisa Asal Pungut Pajak dan Retribusi

Whats New
Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 13 Ditutup Siang Ini

Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 13 Ditutup Siang Ini

Whats New
[POPULER MONEY] Impor Beras Setelah Serukan Benci Produk Asing | Ribuan Alumni Kartu Prakerja Jadi Wirausaha

[POPULER MONEY] Impor Beras Setelah Serukan Benci Produk Asing | Ribuan Alumni Kartu Prakerja Jadi Wirausaha

Whats New
Pertamina Targetkan Kilang Hijau Cilacap Beroperasi Desember Tahun ini

Pertamina Targetkan Kilang Hijau Cilacap Beroperasi Desember Tahun ini

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X