Bimbim "Slank": Di AS, CD Lagu Slank Pun Kena Pajak

Kompas.com - 21/02/2011, 13:03 WIB
EditorEko Hendrawan Sofyan

JAKARTA, KOMPAS.com — Penggebuk drum grup band Slank, Bimbim, mengaku setuju dengan rencana pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pajak menetapkan pajak hak edar distribusi film impor di Indonesia. Menurut dia, pemberlakuan pajak juga dilakukan oleh pihak Amerika Serikat.

"Kalau menurut saya, sih, enggak apa-apa karena Slank pernah punya pengalaman yang sama saat masuk Amerika Serikat. Di sana dikenai berbagai bentuk pajak, seperti harus punya visa kerja, ekspor merchandise, sampai CD lagu Slank pun dipajakin, dan sebenarnya kita juga harus begitu," kata Bimbim saat ditemui di Studio RCTI di Kebon Jeruk, Jakarta, Senin (21/2/2011).

Disinggung soal hilangnya film asing menyusul penarikan yang dilakukan pihak Motion Picture Association of America, perwakilan dari sejumlah perusahan film Hollywood, Bimbim menilai seharusnya ini menjadi tantangan bagi para produser film di Tanah Air. 

"Film di Indonesia, kan, banyak film hantu. Enggak asyik juga, sih. Dengan adanya kejadian ini setidaknya menjadi kesempatan bagi film bergenre lain bisa masuk karena alternatif lain enggak ada," ujar Bimbim. (Imam Suryanto)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X