Operator Jalan Tol Merugi Gara-gara Antrean

Kompas.com - 01/03/2011, 14:18 WIB
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Kemacetan yang terjadi di Merak-Bakauheni yang terjadi sejak 3 Februari lalu telah merugikan operator jalan tol Tangerang-Merak, PT Marga Mandala Sakti (MMS). Kerugian diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengaku masih menghitung nilai kerugian akibat antrean truk tersebut. Menurutnya, kerugian terjadi karena sejumlah terpaksa dikeluarkan di Cilegon Barat atau Cilegon Timur.

Kerugian juga timbul karena jumlah kendaraan yang melalui tol tersebut berkurang. Direktur Operasi MMS Sunarto Sastrowiyoto mengatakan, arus lalu lintas turun dari 6.500 kendaraan per hari menjadi 1.000 hingga 1.500 per hari. "Frekuensi komuter juga berkurang dan rambu-rambu di jalan tol pada sepanjang antrian banyak yang dirusak oleh para sopir truk," katanya, Selasa (1/3/2011).

Kerugian juga terjadi karena lapisan aspal jalan tol yang habis diperbaiki 2010 itu akan menjadi cepat rusak. "Rusaknya antara lain karena kena tetesan solar truk," katanya.

Walaupun sebenarnya, lapisan jalan tol tersebut masih menjadi tanggung jawab kontraktor, Sunarto mengatakan, kontraktor tidak lagi mau bertanggung jawab. "Mereka sudah berkirim surat bahwa hal itu bukan menjadi tanggung jawab mereka lagi," katanya.

Menurut catatatan Kementerian Pekerjaan Umum, antrean panjang tersebut terjadi karena pengetatan masalah keaman setelah kejadian kebakaran KM Lautan Teduh. Semalam (28/2/2011), antrean sempat habis di jalan tol, tetapi pada Selasa pagi kemacetan kembali terjadi. (Petrus Dabu/Kontan)



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Begini Cara Mitra Grab di Manado Bertahan pada Era Kenormalan Baru

Begini Cara Mitra Grab di Manado Bertahan pada Era Kenormalan Baru

Earn Smart
Kurang dari 50 Persen Startup yang Mampu Bertahan di Tengah Krisis Akibat Covid-19

Kurang dari 50 Persen Startup yang Mampu Bertahan di Tengah Krisis Akibat Covid-19

Whats New
Biodiesel, Upaya RI Lepas dari Belenggu Kampanye Negatif Soal Sawit

Biodiesel, Upaya RI Lepas dari Belenggu Kampanye Negatif Soal Sawit

Whats New
Susi Pernah Borong 30 Pesawat, Sandiaga Uno: Kayak Beli Kacang

Susi Pernah Borong 30 Pesawat, Sandiaga Uno: Kayak Beli Kacang

Whats New
Semester I-2020, Fintech Ini Catat Penyaluran Pinjaman Naik 15 Persen

Semester I-2020, Fintech Ini Catat Penyaluran Pinjaman Naik 15 Persen

Whats New
Pangsa Pasar Bank Asing Masih Kecil di RI, Begini Rinciannya

Pangsa Pasar Bank Asing Masih Kecil di RI, Begini Rinciannya

Whats New
Catat, Cara Mantap Dapatkan Penghasilan Tambahan dari Bisnis Makanan Rumahan

Catat, Cara Mantap Dapatkan Penghasilan Tambahan dari Bisnis Makanan Rumahan

BrandzView
Luncurkan #TerusUsaha di Manado, Grab Bantu UMKM Bertransformasi Digital

Luncurkan #TerusUsaha di Manado, Grab Bantu UMKM Bertransformasi Digital

Whats New
Alami Kecelakaan Kerja Selama WFH Tetap Ditanggung BPJamsostek

Alami Kecelakaan Kerja Selama WFH Tetap Ditanggung BPJamsostek

Whats New
Serius Jadi Pemain Terbesar di Platform Digital, Telkom Bangun Hyperscale Data Center

Serius Jadi Pemain Terbesar di Platform Digital, Telkom Bangun Hyperscale Data Center

Whats New
Pekerja Sektor Ketenagalistrikan Tolak RUU Cipta Kerja, ini Alasannya

Pekerja Sektor Ketenagalistrikan Tolak RUU Cipta Kerja, ini Alasannya

Whats New
Pengusaha: Kita Asyik Bangun Infrastruktur, tapi Lalai Kembangkan Industrinya

Pengusaha: Kita Asyik Bangun Infrastruktur, tapi Lalai Kembangkan Industrinya

Whats New
Pandemi Covid-19 Bikin Ketidakpastian terhadap Produktivitas dan Penyerapan Tembakau

Pandemi Covid-19 Bikin Ketidakpastian terhadap Produktivitas dan Penyerapan Tembakau

Whats New
Bank Jago Bakal Kembangkan Layanan Tech Base Bank, Apa Itu?

Bank Jago Bakal Kembangkan Layanan Tech Base Bank, Apa Itu?

Whats New
Menteri Teten: 789.000 UMKM Sudah Go Digital

Menteri Teten: 789.000 UMKM Sudah Go Digital

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X