Piutang Negara 2010 Capai Rp 62 triliun

Kompas.com - 18/03/2011, 11:27 WIB
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com — Kementerian Keuangan mencatatkan, pada 2010 jumlah piutang negara yang belum tertagih mencapai Rp 62 triliun.

Menurut Menteri Keuangan Agus Martowardojo, piutang tersebut di antaranya merupakan aset eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) dan aset dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dialihkan untuk ditagih.

Menurut Menkeu, masih tercatatnya total piutang negara yang belum tertagih itu karena adanya kesulitan penagihan. "Kalau sampai ada piutang negara yang belum tertagih itu karena dimasing-masing instansi kementerian/lembaga (K/L) ataupun BUMN sudah berusaha untuk menagih, tetapi tidak bisa ditagih. Oleh karena itu dialihkan tagihannya ke Kemenkeu. Jadi itu tantangan kita," ujarnya seusai pelantikan Eselon II Ditjen Kekayaan Negara Kemenkeu, Jumat (17/3/2011).

Namun demikian, ia mengatakan akan tetap melakukan penagihan dengan upaya apa pun. "Nah kita melajutkan upaya untuk penagihan. Penagihan itu dimulai mungkin melakukan upaya yang halus, upaya restrukturisasi, sampai dengan upaya tindakan hukum," tegasnya.

Menurutnya, segala upaya penagihan tentu harus dilakukan. Pasalnya, hal tersebut dimaksudkan agar piutang negara tak terus meningkat.

"Kalau tidak ada tindakan, nanti (piutang) bukan turun, tapi malah naik. Pada 2014 kita (targetkan) harus turun secara drastis. Tapi memang semua pasti ada hambatan, tapi harus niat dengan komitmen yang tinggi untuk menyelesaikan," tandasnya. (Irma Yani/Kontan)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X