Dua Importir Film TerancamTak Bisa Impor

Kompas.com - 19/05/2011, 09:51 WIB
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah telah menutup rapat untuk dua importir film guna mengajukan upaya banding. Namun, pemerintah memberikan lampu hijau kepada salah satu dari tiga importir film yang dilarang mengimpor film untuk bisa kembali mengimpor film ke dalam negeri.

Kasubdit Nilai Kepabeanan Dirjen Bea dan Cukai Widhi Hartono menjelaskan, jalan satu-satunya yang bisa mereka tempuh agar dapat lagi memutar filmnya di bioskop-bioskop Indonesia adalah wajib membayar biaya tagihan pokok.

"Dua importir film yang belum bayar itu adalah importir besar, yang rajin mengirim film-film asing ke Indonesia,” ucapnya, (18/5/2011). Widhi menambahkan, demi kepentingan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Dirjen Bea dan Cukai belum dapat menyebutkan nilai impor.

Widhi menambahkan, yang jelas mereka telah melewati jatuh tempo, yaitu tanggal 12 Maret lalu. "Namun, kalau importir mau melunasi setelah tanggal itu, bisa dengan menambah bunga, tetapi tidak dapat mengajukan banding,” urainya.

Widhi juga mengatakan, sudah ada salah satu importir yang menjalankan kewajibannya telah membayar tagihannya itu pada 10 Maret lalu. Dirjen Bea dan Cukai Agung Kuswandono mengungkapkan, importir film itu telah melakukan kewajibannya untuk membayar tagihan pokok bea masuk film sebesar Rp 9 miliar.

"Mereka sudah membayar pokok tagihan saja. Selain itu, importir film tersebut telah mengajukan banding, sedangkan yang kedua masih belum mengajukan banding,” ucapnya. Agung menyatakan, nominal sebesar Rp 9 miliar tersebut hanya merupakan pembayaran untuk pokoknya saja, belum termasuk denda atas terlambatnya pembayaran royalti film.

Meskipun telah melakukan pembayaran, Agung menyatakan bahwa importir tersebut tetap menempuh jalur hukum melalui banding di pengadilan pajak. Agung menambahkan, mereka telah mengajukan banding, dengan banding itu mereka selesaikan secara hukum. Sebelumnya tiga importir penunggak bea masuk masih belum diperbolehkan mengimpor film asing ke Indonesia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Karena, mereka belum membayar denda tunggakan bea masuk sebesar 10 kali dari total tunggakan sebesar Rp 31 miliar. Untuk catatan, saat ini Bea dan Cukai memperketat soal royalti yang dimasukkan dalam penghitungan bea masuk. "Ini yang sempat diprotes oleh para importir film,” akunya.

Pihak Bea dan Cukai menyatakan bahwa jumlah total importir film mencapai sembilan importir yang terdaftar. Namun, hanya tiga importir yang aktif melakukan kegiatan impor. Total utang ketiga importir tersebut sekitar Rp 31 miliar dan belum ditambah dengan denda. Jumlah ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan imbalan yang dibayarkan kepada produser film di luar negeri yang mencapai Rp 314 miliar. (Bambang Rakhmanto/Kontan)



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.