Jangan Sampai Picu Investor Kabur

Kompas.com - 27/05/2011, 04:01 WIB
Editor

SURABAYA, KOMPAS - Kekurangan pasokan gas bagi industri di Jawa Timur bisa memicu investor asing merelokasi pabriknya ke negara lain. Apalagi persoalan gas belum pernah menemukan solusi, sehingga perusahaan umumnya tidak memperoleh sesuai kebutuhan.

”Sudah beberapa kali DPRD Jatim meminta Perusahaan Gas Negara agar memenuhi kebutuhan industri, namun tetap tidak mampu karena pemerintah pusat memang memilih ekspor,” kata Wakil Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur Ana Lutfie di Surabaya, Kamis (26/5).

Padahal, pemerintah harus mengamankan industri dalam negeri, karena jika kapasitas produksi tidak maksimal, kemungkinan pengurangan tenaga kerja sangat besar.

Terpisah, Wakil Ketua Kadin Pusat, Erlangga Satriagung, mengatakan, kebutuhan industri di daerah ini 893 MMSCFD (juta kaki kubik per hari), harus terpenuhi. Sampai sekarang kekurangan masih 405 MMSCFD untuk memenuhi kebutuhan 138 industri. ”Persoalan ini bisa menjadi faktor calon investor enggan masuk ke Jatim karena banyak industri yang bergantung pada gas sangat besar,” katanya.

Apalagi jika pasokan gas untuk industri di Jatim pada Juli atau Agustus mendatang semakin merosot, karena rencana penghentian operasi anjungan minyak Maleo di Pulau Madura yang dioperasikan PT Santos Indonesia.

Blok Natuna

Dari Batam dilaporkan, pengelolaan Blok Natuna Timur di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, dipastikan akan meningkatkan pendapatan Kabupaten Natuna. Akan tetapi, ancaman korupsi dana bagi hasil akan selalu merongrong sumber keuangan daerah yang semestinya digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

”Kalau Blok Natuna Timur sudah produksi, APBD Natuna bisa meningkat sekitar dua kali lipat dari APBD sekarang,” kata Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Natuna Basri.

Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Natuna 2011 besarnya Rp 1,15 triliun. Jika Blok Natuna Timur sudah berproduksi, diperkirakan APBD meroket sampai Rp 2 triliun per tahun.

Perhitungan kasar itu didasarkan atas besarnya cadangan gas bumi di Blok Natuna Timur yang mencapai 46 triliun kaki kubik (TCF), atau hampir sepertiga total cadangan gas bumi di Indonesia.

Meski demikian, produksi gas bumi di Blok Natuna Timur masih harus menunggu beberapa tahap lagi. Di antaranya adalah kepastian tentang siapa yang menjadi pemimpin konsorsium pengelolaan blok yang dulu bernama Blok Natuna D Alpha itu.

Anggota DPRD Kepulauan Riau dari daerah pemilihan Kabupaten Natuna, Fahmi Fikri, menyatakan, besarnya dana bagi hasil migas untuk Kabupaten Natuna selama ini digerogoti korupsi. Akibatnya, pembangunan tak berjalan signifikan.

Mengacu keputusan Pengadilan Khusus Tindak Pidana Korupsi 2010, sebagian dana bagi hasil migas untuk Kabupaten Natuna telah dikorupsi pejabat daerah. Setidaknya dua mantan bupati, divonis bersalah dalam kasus korupsi. (ETA/LAS)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[KURASI KOMPASIANA] Ketika Orangtua Terlalu Membandingkan Prestasi Akademik Antar-anak | 'Strict Parents', Jangankan Pacaran, Izin Main Saja Susah

[KURASI KOMPASIANA] Ketika Orangtua Terlalu Membandingkan Prestasi Akademik Antar-anak | "Strict Parents", Jangankan Pacaran, Izin Main Saja Susah

Rilis
Mengenal Arti Leasing dan Bedanya dengan Kredit

Mengenal Arti Leasing dan Bedanya dengan Kredit

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Sedarah tapi Saling Cemburu | Pandangan Keliru tentang Anak Sulung | Puncak Sibling Rivalry Ada pada Pembagian Harta Warisan

[KURASI KOMPASIANA] Sedarah tapi Saling Cemburu | Pandangan Keliru tentang Anak Sulung | Puncak Sibling Rivalry Ada pada Pembagian Harta Warisan

Rilis
Menhub Ingin Kendaraan Listrik Jadi Kebutuhan Massal

Menhub Ingin Kendaraan Listrik Jadi Kebutuhan Massal

Rilis
Update 10 Sekolah Ikatan Dinas Favorit: STIS dan STAN Banjir Peminat

Update 10 Sekolah Ikatan Dinas Favorit: STIS dan STAN Banjir Peminat

Whats New
Pemerintah Minta Pekerja Swasta Tidak Mudik Lebaran

Pemerintah Minta Pekerja Swasta Tidak Mudik Lebaran

Whats New
Deposito Nasabah Bank Mega Syariah Rp 20 Miliar Raib, Ini Kronologinya

Deposito Nasabah Bank Mega Syariah Rp 20 Miliar Raib, Ini Kronologinya

Whats New
Simak Proyeksi IHSG Pekan Depan

Simak Proyeksi IHSG Pekan Depan

Earn Smart
Ada Relokasi VMS, Jasa Marga Lakukan Buka Tutup Jalan Tol Jakarta-Cikampek

Ada Relokasi VMS, Jasa Marga Lakukan Buka Tutup Jalan Tol Jakarta-Cikampek

Whats New
Tutup Bisnis Perbankan Ritel, Ini Nasib Nasabah dan Karyawan Citigroup

Tutup Bisnis Perbankan Ritel, Ini Nasib Nasabah dan Karyawan Citigroup

Whats New
Formasi CPNS 2021 Ini Bisa Diikuti Pelamar Usia 40 Tahun

Formasi CPNS 2021 Ini Bisa Diikuti Pelamar Usia 40 Tahun

Whats New
[TREN FOODIE KOMPASIANA] Bikin Risol Mayo, Bisa untuk Camilan Buka Puasa, Loh! | Resep Pastel Tutup Klasik, Lezat dan Bergizi!

[TREN FOODIE KOMPASIANA] Bikin Risol Mayo, Bisa untuk Camilan Buka Puasa, Loh! | Resep Pastel Tutup Klasik, Lezat dan Bergizi!

Rilis
Menhub Terus Upayakan Kendaraan Listrik Jadi Kebutuhan Massal

Menhub Terus Upayakan Kendaraan Listrik Jadi Kebutuhan Massal

Whats New
Petani di Jawa Timur Rasakan Banyak Manfaat dari Kartu Tani

Petani di Jawa Timur Rasakan Banyak Manfaat dari Kartu Tani

Whats New
Pengertian Zakat, Hukum, Jenis, dan Cara Menghitungnya

Pengertian Zakat, Hukum, Jenis, dan Cara Menghitungnya

Spend Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads X