Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ilmu Psikiatri Jalan di Tempat

Kompas.com - 27/06/2011, 09:27 WIB

Jakarta, Kompas - Pengembangan psikiatri, cabang ilmu kedokteran tentang aspek kesehatan jiwa beserta kebijakan pemerintah terkait di bidang tersebut, dinilai berjalan di tempat. Hal ini terjadi terutama setelah berhentinya kiprah Bapak Psikiatri Indonesia Kusumanto Setyonegoro (1924-2008).

Untuk itu dirasakan perlunya pemikiran kembali misi-misi yang pernah dijalankan Kusumanto.

”Kita memerlukan reassessment (penaksiran kembali) terhadap bidang psikiatri dengan melihat kembali pemikiran-pemikiran Kusumanto,” kata psikiater Robert Reverger, yang memimpin salah satu rumah sakit jiwa di Bali, ketika menjadi salah satu pembicara dalam diskusi peluncuran buku Prof DR Dr R Kusumanto Setyonegoro, SpKJ, Bapak Psikiatri Indonesia, Memanusiakan Manusia Menata Jiwa Membangun Bangsa, Sabtu (25/6) di Jakarta.

Buku biografi Kusumanto ini ditulis Denny Thong, seorang psikiater yang sejak awal bersinggungan langsung dengan Kusumanto. Kusumanto selama 15 tahun memimpin Direktorat Kesehatan Jiwa, Departemen Kesehatan, periode 1971-1986.

Selain berperan besar dalam membangun jejaring psikiatri secara internasional, Kusumanto memelopori pembangunan 15 rumah sakit jiwa di antara 22 rumah sakit jiwa yang ada.

Kusumanto kemudian ditetapkan sebagai Bapak Psikiatri Indonesia pada Kongres Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) VI Tahun 2009 di Manado, Sulawesi Utara.

Terpinggirkan

Di dalam buku itu, Denny menguraikan, kesehatan jiwa sekarang terpinggirkan. Bahkan, stigma negatif terhadap masalah kesehatan jiwa menghambat proses penyembuhan.

”Hampir dua pertiga penderita gangguan jiwa tidak pernah mencari bantuan profesional (psikiater),” kata Denny.

Ia mengungkapkan, selama ini umumnya masyarakat awam menganggap penderita gangguan jiwa disebabkan hal spiritual sehingga penyembuhannya bukan kepada psikiater. Kalau pandangan seperti itu tetap diyakini, penderita gangguan jiwa tidak akan tertangani secara proporsional.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Kemenhub Fasilitasi Pemulangan Jenazah ABK Indonesia yang Tenggelam di Perairan Jepang

Kemenhub Fasilitasi Pemulangan Jenazah ABK Indonesia yang Tenggelam di Perairan Jepang

Whats New
Apa Pengaruh Kebijakan The Fed terhadap Indonesia?

Apa Pengaruh Kebijakan The Fed terhadap Indonesia?

Whats New
Gandeng Telkom Indonesia, LKPP Resmi Rilis E-Katalog Versi 6

Gandeng Telkom Indonesia, LKPP Resmi Rilis E-Katalog Versi 6

Whats New
Ekonomi China Diprediksi Menguat pada Maret 2024, tetapi...

Ekonomi China Diprediksi Menguat pada Maret 2024, tetapi...

Whats New
Berbagi Saat Ramadhan, Mandiri Group Berikan Santunan untuk 57.000 Anak Yatim dan Duafa

Berbagi Saat Ramadhan, Mandiri Group Berikan Santunan untuk 57.000 Anak Yatim dan Duafa

Whats New
Tarif Promo LRT Jabodebek Diperpanjang Sampai Mei, DJKA Ungkap Alasannya

Tarif Promo LRT Jabodebek Diperpanjang Sampai Mei, DJKA Ungkap Alasannya

Whats New
Bisnis Pakaian Bekas Impor Marak Lagi, Mendag Zulhas Mau Selidiki

Bisnis Pakaian Bekas Impor Marak Lagi, Mendag Zulhas Mau Selidiki

Whats New
Cara Reaktivasi Penerima Bantuan Iuran BPJS Kesehatan

Cara Reaktivasi Penerima Bantuan Iuran BPJS Kesehatan

Work Smart
Kehabisan Tiket Kereta Api? Coba Fitur Ini

Kehabisan Tiket Kereta Api? Coba Fitur Ini

Whats New
Badan Bank Tanah Siapkan Lahan 1.873 Hektar untuk Reforma Agraria

Badan Bank Tanah Siapkan Lahan 1.873 Hektar untuk Reforma Agraria

Whats New
Dukung Pembangunan Nasional, Pelindo Terminal Petikemas Setor Rp 1,51 Triliun kepada Negara

Dukung Pembangunan Nasional, Pelindo Terminal Petikemas Setor Rp 1,51 Triliun kepada Negara

Whats New
Komersialisasi Gas di Indonesia Lebih Menantang Ketimbang Minyak, Ini Penjelasan SKK Migas

Komersialisasi Gas di Indonesia Lebih Menantang Ketimbang Minyak, Ini Penjelasan SKK Migas

Whats New
Mulai Mei 2024, Dana Perkebunan Sawit Rakyat Naik Jadi Rp 60 Juta Per Hektar

Mulai Mei 2024, Dana Perkebunan Sawit Rakyat Naik Jadi Rp 60 Juta Per Hektar

Whats New
KA Argo Bromo Anggrek Pakai Kereta Eksekutif New Generation per 29 Maret

KA Argo Bromo Anggrek Pakai Kereta Eksekutif New Generation per 29 Maret

Whats New
Mudik Lebaran 2024, Bocoran BPJT: Ada Diskon Tarif Tol Maksimal 20 Persen

Mudik Lebaran 2024, Bocoran BPJT: Ada Diskon Tarif Tol Maksimal 20 Persen

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com