Pelaku Usaha Butuh Insentif Pajak

Kompas.com - 13/07/2011, 21:05 WIB
EditorAgus Mulyadi

JAKARTA, KOMPAS.com — Para pelaku usaha rintisan (startup) membutuhkan insentif pajak demi mengembangkan usahanya. 

"Banyak sekali startup, kayak saya dulu punya urbanesia.com. Dua tahun memang belum making money, tetapi kami sudah mulai bayar pajak. Lumayanlah, kan pajaknya berlipat-lipat," sebut inisiator Startup Lokal Community, Natali Ardianto, dalam konferensi pers ASEAN Regional Entrepreneurship Summit di Jakarta, Rabu (13/7/2011). 

Sekalipun membutuhkan insentif pajak, para pelaku usaha rintisan di Indonesia belum berbicara dengan pemerintah. "Kalau secara formal kami tidak pernah karena sebetulnya kami juga enggak punya koneksi ke pemerintah," katanya. 

Apalagi, kata Natali, orang-orang yang berkecimpung di dunia startup adalah mereka yang berkutat di bidang komputer sehingga sulit untuk berkomunikasi dengan dirinya sendiri, apalagi dengan pemerintah. 

Terkait hal ini, ia pun merujuk Pemerintah Irlandia yang memberikan insentif pajak kepada usaha rintisan. "Mereka memberi tax insentif itu lima tahun. Itu startup mau untung, mau rugi, untungnya besar sekalipun, mereka tidak dikenai pajak," sebutnya.

Natali menuturkan, pajak yang dikenakan kepada usaha rintisan di negara itu hanya sebatas pajak pendapatan perusahaan yang reguler dikenakan sebesar 12,5 persen. "Makanya, kan luar biasa, per tahun mereka bisa menginkubasi 70 startup dengan omzet mencapai 3,1 miliar euro," katanya. 

Ia menjelaskan, perkembangan usaha rintisan nasional juga cukup baik. Selama dua tahun terakhir, jumlah usaha rintisan lokal lokal sudah mencapai 800 usaha.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rincian Terbaru Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian

Rincian Terbaru Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian

Spend Smart
Kemnaker Harap ACRF Buat Ketenagakerjaan ASEAN Lepas dari Dampak Buruk Covid-19

Kemnaker Harap ACRF Buat Ketenagakerjaan ASEAN Lepas dari Dampak Buruk Covid-19

Whats New
BUMN Ini Buka Rekrutmen Pegawai, Simak Posisi dan Syaratnya

BUMN Ini Buka Rekrutmen Pegawai, Simak Posisi dan Syaratnya

Whats New
Covid-19 dan Libur Panjang Pengaruhi IHSG, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Covid-19 dan Libur Panjang Pengaruhi IHSG, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Whats New
Indonesia Kaya Bahan Baku, Luhut: Selama Ini Kita Hanya Gali-gali dan Ekspor...

Indonesia Kaya Bahan Baku, Luhut: Selama Ini Kita Hanya Gali-gali dan Ekspor...

Whats New
Panduan Cek Penerima BPUM UMKM BRI via Eform

Panduan Cek Penerima BPUM UMKM BRI via Eform

Whats New
Saat Sri Mulyani Mengaku Pernah Dapat Rapor Merah Kala Sekolah...

Saat Sri Mulyani Mengaku Pernah Dapat Rapor Merah Kala Sekolah...

Whats New
Pemerintah Putuskan Upah Minimum Tahun Depan Tidak Naik!

Pemerintah Putuskan Upah Minimum Tahun Depan Tidak Naik!

Whats New
Reksadana Terproteksi Masih Diminati Investor, Ini Sebabnya

Reksadana Terproteksi Masih Diminati Investor, Ini Sebabnya

Earn Smart
[POPULER MONEY]  Cara Dapat BLT UMKM bila Tempat Usaha Beda dengan Alamat KTP | Penjelasan BCA soal Deposito Hangus

[POPULER MONEY] Cara Dapat BLT UMKM bila Tempat Usaha Beda dengan Alamat KTP | Penjelasan BCA soal Deposito Hangus

Whats New
Memaknai Sumpah Pemuda dari Spirit Kewirausahaan

Memaknai Sumpah Pemuda dari Spirit Kewirausahaan

Smartpreneur
Dorong Pembangunan Ekonomi, Nuklir Bisa Dimanfaatkan untuk Pertanian

Dorong Pembangunan Ekonomi, Nuklir Bisa Dimanfaatkan untuk Pertanian

Whats New
Kronologi Nasabah BCA yang Mengaku Depositonya Hangus Setelah 32 Tahun

Kronologi Nasabah BCA yang Mengaku Depositonya Hangus Setelah 32 Tahun

Whats New
Akumindo: Ada 30an Juta UMKM Rontok Selama Pandemi karena Tak Mau Beralih ke Digital

Akumindo: Ada 30an Juta UMKM Rontok Selama Pandemi karena Tak Mau Beralih ke Digital

Whats New
Laba Bersih Astra Turun 12 Persen, Jadi Rp 14 Triliun

Laba Bersih Astra Turun 12 Persen, Jadi Rp 14 Triliun

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X