Ini Langkah Pemerintah Cegah Imbas Krisis Utang

Kompas.com - 16/08/2011, 15:27 WIB
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Indonesia telah mengambil sejumlah langkah ini mengantisipasi terjadinya pembalikan arus modal masuk dan dampak buruk penurunan ekonomi global.

Langkah ini diharapkan dapat memberikan sinyal positif bahwa kondisi ekonomi Indonesia saat ini aman dan baik. Dengan demikian, para pelaku ekonomi dapat meningkatkan kepercayaan dan keyakinan terhadap perekonomian Indonesia.

Hal ini ditegaskan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ketika menyampaikan pidato kenegaraan terkait RUU tentang APBN 2012 beserta Nota Keuangan di depan Rapat Paripurna DPR RI, Selasa (16/8/2011) di Kompleks Parlemen, Jakarta. "Kita lakukan kerjasama dengan Bank Indonesia untuk pembelian Surat Berharga Negara (SBN), pembelian kembali SBN dengan dana APBN, pembentukan dana stabilisasi obligasi, dan penyiapan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) untuk mendukung stabilisasi pasar SBN domestik," kata Presiden.

Turut hadir dalam sidang tersebut Wakil Presiden Boediono, jajaran menteri Kabinet Indonesia Bersatu II, pimpinan lembaga tinggi negara, dan lainnya.

Berdasarkan perkiraan perkembangan ekonomi global dan domestik, sambung Presiden, maka sasaran dan asumsi ekonomi makro yang dijadikan dasar Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2012, sekaligus sebagai dasar perhitungan besaran RAPBN tahun 2012 adalah pertumbuhan ekonomi 6,7 persen, laju inflasi 5,3 persen, suku bunga Surat Perbendaharaan Negara (SPN) 3 bulan 6,5 persen, nilai tukar rupiah Rp 8.800 per dollar AS, harga minyak 90,0 dollar AS per barrel, dan lifting minyak 950 ribu barrel per hari.

Presiden mengatakan, dari sisi perdagangan internasional, neraca transaksi berjalan mengalami surplus sekitar 5,6 miliar dollar AS pada tahun 2010 dan sekitar 2,3 miliar dollar AS sampai dengan bulan Juni tahun 2011. Kondisi ini juga disertai dengan terjadinya surplus neraca modal, seiring dengan meningkatnya arus modal masuk ke negara kita, yang dalam semester pertama tahun ini naik sekitar 6,8 miliar dollar AS dari posisi akhir tahun 2010.

Dengan perkembangan itu, cadangan devisa kita telah mencapai 123,2 miliar dollar AS pada awal Agustus 2011. Hal ini merupakan sebuah peningkatan hampir 350 persen bila dibandingkan dengan cadangan devisa di tahun 2004 sebesar 36,3 miliar dollar AS.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Majukan Pangan Indonesia, ID Food Lakukan Sejumlah Langkah Transformasi Lanjutan

    Majukan Pangan Indonesia, ID Food Lakukan Sejumlah Langkah Transformasi Lanjutan

    Rilis
    Komisaris: Pengertian, Peran, Tugas, Tanggung Jawab, dan Gajinya

    Komisaris: Pengertian, Peran, Tugas, Tanggung Jawab, dan Gajinya

    Whats New
    Cara Transfer Pulsa XL ke Sesama XL dan Axis dengan Mudah

    Cara Transfer Pulsa XL ke Sesama XL dan Axis dengan Mudah

    Spend Smart
    Ada Pameran Arsip dan Mobil Kepresidenan di Sarinah, Erick Thohir: Momen Milenial Kenali Sejarah RI

    Ada Pameran Arsip dan Mobil Kepresidenan di Sarinah, Erick Thohir: Momen Milenial Kenali Sejarah RI

    Whats New
    Perkuat Ekosistem 'Cashless', BNI Gandeng Indomaret

    Perkuat Ekosistem "Cashless", BNI Gandeng Indomaret

    Whats New
    Syarat dan Cara Transfer Pulsa Indosat Terbaru 2022

    Syarat dan Cara Transfer Pulsa Indosat Terbaru 2022

    Spend Smart
    Ada Aturan PSE , Pemerintah Didorong Percepat Pembahasan RUU Perlindungan Data Pribadi

    Ada Aturan PSE , Pemerintah Didorong Percepat Pembahasan RUU Perlindungan Data Pribadi

    Whats New
    Harga Gandum Meningkat, Komisi IV Dukung Kementan Perluas Substitusi Pangan Lokal dengan Sorgum

    Harga Gandum Meningkat, Komisi IV Dukung Kementan Perluas Substitusi Pangan Lokal dengan Sorgum

    Whats New
    Mengenal Perusahaan Outsourcing, Penyedia Jasa yang Kerap Dibutuhkan Perusahaan Multinasional

    Mengenal Perusahaan Outsourcing, Penyedia Jasa yang Kerap Dibutuhkan Perusahaan Multinasional

    Rilis
    Atasi Kompleksitas Distribusi ke Warung Kelontong, GoToko Lanjutkan Ekspansi Bisnis

    Atasi Kompleksitas Distribusi ke Warung Kelontong, GoToko Lanjutkan Ekspansi Bisnis

    Whats New
    Dinilai Terlalu Tinggi, Ekonom Usulkan Tarif Ojol Naik Maksimal 10 Persen

    Dinilai Terlalu Tinggi, Ekonom Usulkan Tarif Ojol Naik Maksimal 10 Persen

    Whats New
    Apa Itu Koperasi: Pengertian, Sejarah, Fungsi, Tujuan, dan Prinsipnya

    Apa Itu Koperasi: Pengertian, Sejarah, Fungsi, Tujuan, dan Prinsipnya

    Earn Smart
    7 Cara Membuat CV Lamaran Kerja secara Online, Mudah dan Gratis

    7 Cara Membuat CV Lamaran Kerja secara Online, Mudah dan Gratis

    Work Smart
    Bahlil Sebut Siap-Siap Jika Harga BBM Naik, Ini Kata Sri Mulyani

    Bahlil Sebut Siap-Siap Jika Harga BBM Naik, Ini Kata Sri Mulyani

    Whats New
    Indofood Dukung Bahan Baku Lokal untuk Mi Instan

    Indofood Dukung Bahan Baku Lokal untuk Mi Instan

    Rilis
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.