Kesalahan Ketika Membeli Asuransi

Kompas.com - 20/10/2011, 11:03 WIB
EditorErlangga Djumena
ANASTASIA JOICE dan M FAJAR MARTA

KOMPAS.com - Perlahan, kesadaran akan pentingnya proteksi meningkat dalam masyarakat kita. Sayang, kesadaran ini kurang diiringi dengan pengetahuan tentang aneka produk asuransi. Keterbatasan informasi dan pengetahuan produk dan kurangnya penjelasan agen asuransi kerap mengakibatkan konsumen membuat kesalahan ketika membeli asuransi.

Kebanyakan orang tidak mengerti produk asuransi apa yang dibelinya. Ini adalah kesalahan yang sering saya temui. Jangankan mengerti bahwa pertanggungannya kurang, asuransi apa yang dibeli saja dia tidak paham,” kata Ligwina Hananto, perencana keuangan dari Quantum Magna Financial.

Ligwina pernah menjumpai seorang teman yang memiliki 17 polis asuransi. Polis yang banyak ternyata tak menjamin hidup seseorang terproteksi dengan baik. ”Banyak yang hanya membayar premi, menyimpan polis, lalu ketika mengajukan klaim, baru sadar jika asuransi yang dibelinya ternyata tidak sesuai dengan kebutuhan,” ujar Freddy Pieloor, perencana keuangan dari Money n Love. Selain tidak paham produk apa yang dibeli, kesalahan paling umum yang dilakukan nasabah adalah membeli asuransi dengan uang pertanggungan di bawah yang diperlukan. Istilahnya underinsure. Kebanyakan orang cukup puas membeli asuransi dengan uang pertanggungan sebesar Rp 50 juta, Rp 100 juta, atau Rp 250 juta. Jangan keburu senang kalau sudah memiliki asuransi. Bayangkan jika pencari nafkah meninggal dan keluarga hanya mendapatkan uang pertanggungan sebesar Rp 250 juta, padahal pengeluaran per bulan sebesar Rp 10 juta. Uang itu hanya cukup untuk bertahan hidup selama dua tahun. Setelah itu bagaimana?

Berdasarkan survei, nilai pertanggungan asuransi jiwa di Indonesia hanya sekitar Rp 78 juta per polis per tahun. Padahal, kebutuhannya mencapai 10 kali lipatnya. Selisih uang pertanggungan dengan kebutuhan yang ada di Indonesia cukup besar. ”Jadi, pemegang polis asuransi jiwa di Indonesia mengalami underinsure yang besar,” kata Kepala Divisi Syariah AIA Ade Bungsu.

Tidak jarang pula kita membeli asuransi karena tidak enak menolak tawaran agen asuransi yang merupakan teman, kakak, adik, atau keluarga dekat lainnya. Padahal, asuransi yang kita beli belum tentu cocok dengan tujuan keuangan kita. Misalnya, membeli asuransi yang preminya mahal dengan uang pertanggungan ala kadarnya. Padahal, kebutuhan lain masih banyak yang harus dipenuhi. Jadi, penting sekali untuk menghitung besaran kebutuhan asuransi lalu membeli asuransi yang sesuai.

Membeli asuransi untuk anak Apakah anak Anda sudah dibelikan asuransi? Pertanyaan seperti ini biasa muncul ketika para orangtua berbicara tentang anak-anak mereka. Membeli asuransi dengan anak sebagai tertanggung merupakan hal yang tidak bijaksana.

Wah, apa lagi ini ? Tujuan membeli asuransi adalah untuk melindungi penghasilan sehingga jika kepala keluarga meninggal dan tidak dapat memberikan penghasilan lagi, keluarga yang ditinggalkan tetap terjamin. Maka, yang harus memiliki asuransi adalah orangtua agar jika terjadi risiko pada orangtua, kehidupan anak-anak terjamin. Orangtualah yang memiliki nilai ekonomis, bukan anak. Jika kehilangan anak, keluarga tidak kehilangan secara finansial, melainkan secara emosional.

Anak penerima manfaat Ketika membeli asuransi, kita pasti ditanya siapa penerima manfaat asuransi tersebut (beneficiary). Memang asuransi ini untuk memproteksi pendapatan orangtua agar anak tak telantar. Ternyata, mencantumkan nama anak di bawah umur sebagai penerima manfaat juga merupakan kesalahan. Lho? ”Untuk anak di bawah 18 tahun yang kedua orangtuanya meninggal dunia pada saat yang sama, ia mewarisi dari kedua orangtuanya. Untuk mengurus harta peninggalan orangtuanya tersebut, pengadilan agama akan menunjuk seorang wali untuknya. Untuk Muslim, wali ditunjuk oleh pengadilan agama setempat, untuk agama lain, wali ditunjuk oleh pengadilan negeri setempat,” ujar Dedek

Yuliona, seorang notaris. Bila nanti si anak menghendaki hartanya dijual atau perlu uang, wali tersebut bisa minta penetapan dari pengadilan negeri, tambahnya lagi.

Wali dapat merupakan saudara dekat. Itu pun jika walinya benar-benar memberikan uang itu untuk kepentingan si anak. Kalau si wali senang belanja, bisa- bisa uang pertanggungan asuransi orangtua menguap di mal.

Halaman:
Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Fakta GBK, Aset Negara Bernilai Paling Mahal, Sebagian Dikelola Swasta

    Fakta GBK, Aset Negara Bernilai Paling Mahal, Sebagian Dikelola Swasta

    Whats New
    Erick Thohir Buka Suara Soal Adanya Komisaris BUMN yang Rangkap Jabatan

    Erick Thohir Buka Suara Soal Adanya Komisaris BUMN yang Rangkap Jabatan

    Whats New
    5 Kesalahan Finansial yang Perlu Dihindari oleh Pasangan Baru Nikah

    5 Kesalahan Finansial yang Perlu Dihindari oleh Pasangan Baru Nikah

    Smartpreneur
    Schneider Electric Gandeng iMasons untuk Perkuat Industri Infrastruktur Digital

    Schneider Electric Gandeng iMasons untuk Perkuat Industri Infrastruktur Digital

    Rilis
    [POPULER MONEY] Tahapan yang Dilalui Penumpang Lion | Defisit Selalu Ditambal dengan Utang

    [POPULER MONEY] Tahapan yang Dilalui Penumpang Lion | Defisit Selalu Ditambal dengan Utang

    Whats New
    Kader Gerindra Jadi Eksportir Lobster, Edhy: Keputusan Bukan Saya, Tapi Tim

    Kader Gerindra Jadi Eksportir Lobster, Edhy: Keputusan Bukan Saya, Tapi Tim

    Whats New
    Erick Thohir Ingin Rampingkan BUMN Hingga Tersisa 40 Perusahaan Saja

    Erick Thohir Ingin Rampingkan BUMN Hingga Tersisa 40 Perusahaan Saja

    Whats New
    Fakta Lobster, Dulunya Makanan Orang Miskin dan Narapidana

    Fakta Lobster, Dulunya Makanan Orang Miskin dan Narapidana

    Whats New
    Erick Thohir: Jangan Hanya Siap Diangkat menjadi Pejabat, Tapi juga Harus Siap Dicopot

    Erick Thohir: Jangan Hanya Siap Diangkat menjadi Pejabat, Tapi juga Harus Siap Dicopot

    Whats New
    Perkuat Aplikasi Pangan, BGR Logistics Gandeng HARA Technology

    Perkuat Aplikasi Pangan, BGR Logistics Gandeng HARA Technology

    Whats New
    Pandemi Corona, Laba Produsen Mi Instan Korea Melonjak 361 Persen

    Pandemi Corona, Laba Produsen Mi Instan Korea Melonjak 361 Persen

    Whats New
    Ada Pandemi Covid-19, Bagaimana Nasib Pendanaan Ibu Kota Baru?

    Ada Pandemi Covid-19, Bagaimana Nasib Pendanaan Ibu Kota Baru?

    Whats New
    Melihat Peluang Bisnis Berpotensi Cuan Saat New Normal, Ini Caranya

    Melihat Peluang Bisnis Berpotensi Cuan Saat New Normal, Ini Caranya

    Work Smart
    Penuhi Kebutuhan di Masa Pandemi, Belanja “Online” Jadi Solusi

    Penuhi Kebutuhan di Masa Pandemi, Belanja “Online” Jadi Solusi

    Spend Smart
    Mentan Yakinkan Petani Mudah Dapatkan KUR dari LKM-A dan Koptan

    Mentan Yakinkan Petani Mudah Dapatkan KUR dari LKM-A dan Koptan

    Rilis
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X