Tips Memilih Wisata Kuliner di Pinggir Jalan

Kompas.com - 24/10/2011, 11:47 WIB
|
Editorkadek

KOMPAS.com - “Semakin ke pinggir semakin enak,” begitu istilah yang sering terdengar oleh orang-orang saat ingin menikmati kuliner yang nikmat.

Banyak pilihan-pilihan warung pinggir jalan bila Anda berwisata kuliner di berbagai daerah di Indonesia. Sebut saja wisata kuliner di Jakarta, Bogor, Bandung, Denpasar, Makassar, Medan, dan  daerah tujuan wisata kuliner lainnya.

Namun bila ditelisik lebih dalam, terkadang kebersihan rumah makan atau warung pinggir jalan itu tidak terlalu baik. Salah-salah malah dapat menyebabkan sakit perut. Oleh karena itu, simak kiat memilih wisata kuliner di pinggir jalan berikut ini.

Perhatikan kebersihan si tukang masak. Biasanya warung makan yang menjamin kebersihan makanan, walaupun di pinggir jalan, tampak pada tukang masaknya. Apakah ia terlihat bersih? Kemudian lihat tempat ia memasak ataupun caranya memasak.

Misalnya apakah setelah memotong daging ia tak lupa mencuci tangan untuk menyajikan makanan yang siap dihidangkan. Lalu apakah peralatan makan seperti gelas, piring, dan sendok-garpu dicuci dengan benar-benar bersih.

Rekomendasi dari teman, kerabat, ataupun media. Hal ini sangat berkaitan dengan kepuasan yang nantinya Anda dapatkan bila Anda telah mengunjungi kuliner pinggir jalan tersebut.

Tanya orang setempat. Hal paling otentik adalah bertanya pada penduduk setempat. Tanyalah pada tukang ojek atau tukang parkir ataupun orang di hotel tempat Anda menginap, di mana tempat makan yang enak, bersih, serta harga terjangkau.

Jika mereka bingung dalam merekomendasikan rumah makan yang Anda maksud, tanya saja tempat makan favorit mereka saat makan siang. Tanyakan pula tempat makan favorit mereka saat menghabiskan akhir pekan di luar rumah bersama keluarga.

Lihat banyaknya pengunjung. Biasanya, tempat makan yang enak memang tak pernah sepi pengunjung. Namun, hal ini bukan menjadi patokan utama mengenai kebersihan makanan dan penyajiannya. Sebab, sensitifitas perut setiap orang berbeda-beda.

Pastikan harganya. Jika uang Anda pas-pasan, sebelum memesan makanan pastikan Anda menanyakan harganya. Berbeda dengan restoran, warung makan biasanya tak punya menu maupun tak menampilkan daftar harga. Walaupun beberapa rumah makan memasang daftar menu di dinding.

Siapkan uang tunai. Karena hampir pasti rumah makan atau warung pinggir jalan tidak menyediakan pembayaran dengan alat pembayaran kredit atau debit. Sebaiknya siapkankan uang tunai dalam bentuk recehan.

Selain meringankan kerja pengelola warung, hal ini juga menghemat waktu. Tentu Anda tak ingin menunggu lama saat pihak warung terpaksa harus mencari kembalian.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Mencari Kantor BPJS Ketenagakerjaan Terdekat dengan Mudah

Cara Mencari Kantor BPJS Ketenagakerjaan Terdekat dengan Mudah

Whats New
Pefindo Sematkan Peringkat idAAA Untuk Mitratel

Pefindo Sematkan Peringkat idAAA Untuk Mitratel

Rilis
Tingkat Pengangguran 18 Persen, Google Indonesia Siapkan Beasiswa Data Analis untuk 10.000 Orang

Tingkat Pengangguran 18 Persen, Google Indonesia Siapkan Beasiswa Data Analis untuk 10.000 Orang

Work Smart
Bos Semen Indonesia Sebut Proyek IKN Nusantara Berpotensi Serap 21 Juta Ton Semen

Bos Semen Indonesia Sebut Proyek IKN Nusantara Berpotensi Serap 21 Juta Ton Semen

Whats New
PTBA Tebar Dividen Senilai Rp 7,9 Triliun, 100 Persen dari Laba Bersih di 2021

PTBA Tebar Dividen Senilai Rp 7,9 Triliun, 100 Persen dari Laba Bersih di 2021

Whats New
Syarat dan Cara Gadai Emas di Pegadaian dengan Mudah

Syarat dan Cara Gadai Emas di Pegadaian dengan Mudah

Earn Smart
Bahas Revisi UU LLAJ, YLKI Usulkan Pemerintah Pungut Dana Preservasi Jalan Ke Kendaraan Pribadi

Bahas Revisi UU LLAJ, YLKI Usulkan Pemerintah Pungut Dana Preservasi Jalan Ke Kendaraan Pribadi

Whats New
Status Ojol Tak Perlu Dilegalkan, INSTRAN: Ojol Hanya Sementara hingga Transportasi Umum Membaik

Status Ojol Tak Perlu Dilegalkan, INSTRAN: Ojol Hanya Sementara hingga Transportasi Umum Membaik

Whats New
DPR Sahkan UU PPP, Buruh Ancam Akan Gelar Aksi Unjuk Rasa

DPR Sahkan UU PPP, Buruh Ancam Akan Gelar Aksi Unjuk Rasa

Whats New
Bisakah Luhut Atasi Permasalahan Minyak Goreng di RI dalam 2 Minggu?

Bisakah Luhut Atasi Permasalahan Minyak Goreng di RI dalam 2 Minggu?

Whats New
Anak Usaha Kimia Farma Buka 5 Lowongan Kerja untuk D-3 dan S-1, Ini Posisi yang Dicari

Anak Usaha Kimia Farma Buka 5 Lowongan Kerja untuk D-3 dan S-1, Ini Posisi yang Dicari

Work Smart
Cek Tingkat Imbalan 6 Seri Sukuk Negara yang Dilelang Pekan Depan

Cek Tingkat Imbalan 6 Seri Sukuk Negara yang Dilelang Pekan Depan

Earn Smart
Bahlil: Ekspor Listrik Dilarang, Sebentar Lagi Kami akan Buat Aturannya

Bahlil: Ekspor Listrik Dilarang, Sebentar Lagi Kami akan Buat Aturannya

Whats New
IKN Ditawarkan Dalam Pertemuan WEF, Bahlil: Kalau Minat Investasi Ada, Tapi Eksekusinya Belum

IKN Ditawarkan Dalam Pertemuan WEF, Bahlil: Kalau Minat Investasi Ada, Tapi Eksekusinya Belum

Whats New
Buka Marpolex 2022, Menhub Ingatkan Risiko Laut Tercemar karena Tumpahan Minyak

Buka Marpolex 2022, Menhub Ingatkan Risiko Laut Tercemar karena Tumpahan Minyak

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.