Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ayo, Rencanakan Aset Aktif Andalan Finansial

Kompas.com - 20/12/2011, 09:14 WIB
Editorwawa

KOMPAS.com - Kepemilikan aset aktif semestinya berkontribusi untuk mencapai tujuan finansial Anda. Anda dapat memeroleh pendapatan pasif dari aset aktif ini. Penghasilan pasif merupakan penghasilan yang Anda dapat tanpa perlu bekerja aktif. Karenanya, selain merencanakan keuangan, Anda juga perlu merencanakan aset aktif dengan tepat.

Perencana keuangan Ligwina Hananto, dalam bukunya Untuk Indonesia yang Kuat, 100 Langkah untuk Tidak Miskin, menjelaskan kebanyakan orang hanya memiliki salah satu dari dua hal ini: aset aktif atau rencana keuangan. "Padahal semestinya kita mesti memiliki kombinasi sehat dari kedua hal tersebut," lanjutnya.

Setelah Anda menetapkan tujuan finansial, langkah selanjutnya adalah menetapkan langkah untuk mencapainya. Nah, ada dua tahap perencanaan keuangan dalam rangka mencapai tujuan finansial. Pertama, rencana keuangan dasar dan kedua, rencana keuangan lanjut.

Ligwina memaparkan, dana untuk memenuhi berbagai tujuan finansial suatu hari akan dipakai sampai habis. Karenanya, sangat penting untuk menggunakan produk likuid dan terukur pertumbuhannya untuk mencapai tujuan finansial pada tahap dasar. Produk reksadana dapat menjadi pilihannya. Saat dana Anda sudah mencapai jumlah yang ditargetkan, Anda akan mencairkan reksadana ini dan menggunakannya seseuai tujuan.

Namun, jika hanya mengandalkan rencana keuangan dasar ini, suatu saat aset Anda akan habis. Inilah pentingnya mengombinasikan rencana keuangan dan aset aktif.

Aset aktif
Aset aktif terbagi tiga; bisnis, properti, dan surat berharga. Tidak semua orang punya bakat membangun bisnis. Tidak semua orang punya properti yang menghasilkan uang. Tidak semua orang mengerti surat berharga seperti apa yang harus mereka miliki untuk memberikan hasil maksimal.

"Tapi, jika kita tidak pernah mencoba, kita takkan pernah tahu aset aktif mana yang bisa kita andalkan untuk mendukung tujuan finansial ini. Saya memilih mencoba semuanya," saran Ligwina.

Meski memiliki aset aktif berada dalam tahapan siklus kehidupan ketiga, yakni di usia 40-an. Namun, Anda perlu mencobanya lebih awal, untuk mengetahui aset aktif mana yang paling tepat untuk Anda dan memberikan hasil lebih maksimal untuk mendukung pencapaian tujuan finansial.

Dengan memahami aset aktif mana yang tepat untuk Anda, pada usia 40-an Anda sudah memiliki aset aktif yang menjadi penghasilan pasif untuk menambah pencapaian keuangan saat pensiun nanti.

Memang, saat Anda mencoba mengenali aset aktif mana yang paling tepat, Anda akan menghadapi risiko yang lebih liar dibandingkan risiko saat Anda melaksanakan investasi di tahap dasar tadi.

Meski begitu, pada tahap lanjut ini, Anda sedang melatih diri menjadi investor canggih. Anda dapat lebih memahami risiko, pengetahuan Anda pun terus bertambah. Dana yang Anda investasikan pada aset aktif ini pun seharusnya sudah "siap menabrak tembol", ungkap Ligwina.

Jadi, ayo mulai pikirkan. Bisnis seperti apa yang Anda inginkan? Properti seperti apa yang Anda ingin bangun? Surat berharga apa yang Anda ingin pelajari?

Sumber: Buku Untuk Indonesia yang Kuat 100 Langkah untuk Tidak Miskin, Ligwina Hananto, Penerbit Literati.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Saat Bos Bulog Yakin Temukan Bukti Adanya Praktik Mafia Beras...

Saat Bos Bulog Yakin Temukan Bukti Adanya Praktik Mafia Beras...

Whats New
Rp 4,96 Triliun Modal Asing Masuk RI Selama Sepekan

Rp 4,96 Triliun Modal Asing Masuk RI Selama Sepekan

Whats New
Indonesia Sudah Punya 111 Kawasan Industri, Totalnya 108 Ribu Hektare

Indonesia Sudah Punya 111 Kawasan Industri, Totalnya 108 Ribu Hektare

Whats New
Bos Food Station Optimis Harga Beras Medium Bisa Ditekan di Bawah Rp 9.000 per Kg

Bos Food Station Optimis Harga Beras Medium Bisa Ditekan di Bawah Rp 9.000 per Kg

Whats New
Penjelasan PT Timah soal Kecelakaan Tambang yang Menewaskan 2 Pekerja

Penjelasan PT Timah soal Kecelakaan Tambang yang Menewaskan 2 Pekerja

Whats New
BUMN Virama Karya Buka 6 Lowongan Kerja, Pendaftarannya Ditutup 10 Februari 2023

BUMN Virama Karya Buka 6 Lowongan Kerja, Pendaftarannya Ditutup 10 Februari 2023

Work Smart
Leadership Development Program, Upaya Elnusa Persiapkan Pemimpin Masa Depan

Leadership Development Program, Upaya Elnusa Persiapkan Pemimpin Masa Depan

Whats New
RI Jadi Tuan Rumah WWF Ke-10, Luhut: Ini Langkah Baik

RI Jadi Tuan Rumah WWF Ke-10, Luhut: Ini Langkah Baik

Whats New
Kegiatan Sail Teluk Cenderawasih Diharap Dapat Menarik Investor untuk Pembangunan Daerah

Kegiatan Sail Teluk Cenderawasih Diharap Dapat Menarik Investor untuk Pembangunan Daerah

Whats New
PT Pegadaian Buka Lowongan Kerja, Ini Posisi yang Dibutuhkan

PT Pegadaian Buka Lowongan Kerja, Ini Posisi yang Dibutuhkan

Work Smart
Pegadaian Buka Lowongan Kerja hingga 11 Februari 2023, Simak Kualifikasinya

Pegadaian Buka Lowongan Kerja hingga 11 Februari 2023, Simak Kualifikasinya

Work Smart
Usai Dipanggil Jokowi, Bos Bulog Gelontorkan 10.000 Ton Beras Impor

Usai Dipanggil Jokowi, Bos Bulog Gelontorkan 10.000 Ton Beras Impor

Whats New
Ekonom UI Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 5,19 Persen di 2022

Ekonom UI Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 5,19 Persen di 2022

Whats New
Kementerian PUPR Bantah Wisma Atlet Kemayoran Mangkrak

Kementerian PUPR Bantah Wisma Atlet Kemayoran Mangkrak

Whats New
Apakah BI Bakal Ikut The Fed Naikkan Suku Bunga Acuan Lagi?

Apakah BI Bakal Ikut The Fed Naikkan Suku Bunga Acuan Lagi?

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+