BBM Dibatasi, Inflasi 2012 Bertambah 0,8 Persen

Kompas.com - 29/12/2011, 13:46 WIB
|
EditorLatief

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution mengatakan, rencana pembatasan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi bisa menyebabkan inflasi tahun 2012 bertambah 0,7-0,8 persen.

"Ya, sebetulnya dari angka perkiraan 4,5 persen tahun depan, itu sudah termasuk kenaikan tarif listrik, belum termasuk pembatasan BBM bersubsidi," ujar Darmin, di Gedung Mahkamah Agung, Jakarta, Kamis (29/12/2011).

Menurutnya, jika pembatasan BBM bersubsidi tetap dijalankan, maka perhitungan inflasi akan bertambah 0,7-0,8 persen.

"Sehingga inflasi tahunan akan berkisar di 5,2 - 5,3 persen," tambah Darmin.

Terkait hal ini, Deputi Bidang Statistik, Distribusi, dan Jasa Badan Pusat Statistik, Djamal, juga menyatakan hal serupa. Ia mengatakan, rencana pembatasan BBM bersubsidi dengan opsi yang sering digencarkan, yaitu mewajibkan kendaraan pribadi menggunakan BBM jenis pertamax, pasti akan menyebabkan inflasi. Karena, kata dia, upaya itu sama saja menaikkan harga BBM dari premium ke pertamax.

"Itu sama saja dengan naiknnya harga premium ke harga pertamax, walaupun kenaikan tidak 100 persen," kata Djamal.

"Itu (inflasi) pasti ada. Tetapi, dampaknya tidak sebesar kalau kenaikan harga BBM untuk semua (kendaraan). Karena hanya untuk mobil pribadi," tambahnya.

Baca tentang


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X