Mogok Buruh Harus Jadi Pelajaran bagi Pengusaha

Kompas.com - 18/02/2012, 11:40 WIB
Penulis Suhartono
|
EditorNasru Alam Aziz

JAKARTA, KOMPAS.com -- Aksi buruh dan pemogokan massal di PT Kanefusa di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, yang berlangsung selama 20 bulan akhirnya berakhir, Sabtu (18/2/2012).

Mogok buruh yang terjadi sejak pertengahan 2010, berujung pada kesepakatan dipenuhinya sebagian tuntutan pekerja, yaitu hak mendapatkan 1,2 kali berdasar Peraturan Menteri Tenaga Kerja (PMTK) mengenai pesangon buruh yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK). Selanjutnya, pekerja bisa bekerja lagi sehingga usaha bisnis PT Kanefusa berlangsung normal kembali.

"Aksi mogok ini diharapkan menjadi pembelajaran bagi para pengusaha agar mau duduk berunding dengan pekerja dengan sungguh-sungguh, jujur dan saling menghormati," kata Ketua Unit Kerja Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) PT Kanefusa PUK Agung Wahyono kepada Kompas, Sabtu.

Menurut Agung, seandainya sejak lama manajemen PT Kanefusa mau duduk berunding, tentu permasalahan tidak semakin sulit dan berlarut-larut. "Kuncinya adalah pengusaha mau duduk mendengarkan dan berunding untuk mencari win-win solution menyelesaikan setiap masalah yang muncul," katanya.

Dengan selesainya perundingan di PT Kanefusa, berarti sekitar 150 orang buruh yang di-PHK akan mendapat sekitar Rp 3,2 miliar yang akan dibagi dengan perhitungan sesuai dengan masa kerja pegawai. Sebelum aksi buruh, manajemen PT Kanefusa hanya mau memberi 1 kali dari PMTK atau senilai Rp 2,7 miliar yang dibagi kepada 150 orang.

Untuk merayakan kemenangan, hari ini digelar mimbar bebas yang dihadiri ribuan buruh.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X