Direksi RNI Tidak Gunakan Fasilitas Perusahaan

Kompas.com - 08/04/2012, 21:23 WIB

PALEMBANG, KOMPAS.com- Untuk melakukan penghematan, empat direksi PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) sengaja tidak memanfaatkan fasilitas perusahaan seperti mobil dan rumah dinas. Perusahaan BUMN tersebut tahun 2011 mengalami kerugian Rp 34 miliar, karena terjadi banyak inefisiensi.

Dalam dialog dengan para karyawan anak perusahaan PT RNI di Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (8/4/2012), Direktur Utama PT RNI Ismed Hasan Putro mengatakan, tahun ini pihaknya optimistis bisa mencetak laba Rp 150 miliar.

"Sebenarnya penggunaan fasilitas perusahaan merupakan hak direksi RNI. Alhamdulillah, sikap dan komitmen saya ini diikuti tiga direktur lainnya," ujar Ismed sambil duduk lesehan.

Besarnya penghematan dari fasilitas empat direksi RNI mencapai Rp 12 miliar per tahun. Selain tidak menggunakan fasilitas perusahaan, upaya efisiensi lain dilakukan dengan memindahkan kantor ke lokasi pabrik. Misalnya, kantor PT Rajawali I di Surabaya yang membawahi tiga pabrik gula di Jawa Timur pindah ke pabrik gula di Malang.

Demikian juga kantor PT Rajawali II di Cirebon, Jawa Barat, dipindahkan ke lokasi pabrik gula di Jati Tujuh, di perbatasa atara Kabupaten Majalengka dengan Kabupate Indramayu.

Selanjutnya, bekas kantor di Surabaya akan dibangun hotel semetara bekas kantor di Cirebon akan dibangun rumah sakit. "Dengan demikian, aset perusahaan tersebut bisa menjadi aset produktif dan memberikan profit kepada perusahaan.

"Penghematan dari pemindahan lokasi kantor tersebut mencapai Rp 30 miliar," ungkap Ismed Hasan Putro.

Ketentuan yang diterapkan direksi baru RNI, fasilitas pesawat untuk direksi tidak lagi di kelas bisnis tetapi kelas ekonomi. Sementara direksi dari anak-anak perusahaan PT RNI yang sedang menjalankan tugas dan dinas ke Jakarta, juga tidak diperkenankan menginap di hotel berbintang. "Cukup tidur di rumah Dinas Dirut RNI yang tidak dipakai, yakni di Jl Tirtayasa, Kebayoran Baru Jakarta.

Sedangkan bagi staf dari daerah yang bertugas ke Jakarta, juga menginap di Mess Kantor di Jalan Jatinegara Jakarta," ujar Ismed.

Direksi baru RNI baru dilantik 2 Maret 2012. Mereka diberi tugas untuk membenahi manajemen perusahaan. "Walaupun jabatan direksi lima tahun, namun saya hanya akan menjadi dirut tiga sampai empat tahun saja," ujar Ismed yang sebelumnya menjadi Komisaris PT RNI selama empat tahun.

Saat berkunjung ke perkebunan kelapa sawit yang dikelola PT Mitra Ogan, anak perusahaan RNI di Baturaja, jajaran direksi juga menginap di mess kantor di dekat kebun. Direksi tidak bisa meminta karyawan untuk berhemat kalau tidak memberikan contoh langsung kepada mereka.



EditorMarcus Suprihadi

Close Ads X