IHSG Tergelincir ke Zona Merah

Kompas.com - 19/04/2012, 10:17 WIB
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Mengekor pelemahan yang terjadi di bursa regional, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka tergelincir  pagi ini (19/4/2012). IHSG terseret ke zona merah dengan penurunan 0,12 persen ke level 4.161,492 pada pukul 9.34 di Jakarta.

Koreksi saham-saham di tujuh sektor menjegal laju indeks. Sektor industri dasar jatuh paling tajam, yaitu sbeesar 1,06 persen. Sedangkan, tiga sektor yang masih naik tipis, yaitu infrastruktur, pertambangan, dan konstruksi.

Sejumlah 57 saham terpapas, berbanding 49 saham yang menguat. Sedangkan, 82 saham lainnya belum menunjukkan pergerakan.

Saham Indocement Tunggal Prakasa Tbk (INTP) yang tergerus 2,7 persen ke Rp 18.000, menjadi salah satu saham yang terdepak ke posisi top losers, pagi ini. Diikuti, saham Bakrie Sumatra Plantations Tbk (UNSP) yang turun 1,69 persen ke 290, juga saham Multistrada Arah sarana Tbk (MASA) yang terkoreksi 1,61 persen ke Rp 610.

Sedangkan, saham-saham yang berhasil melaju ke deretan top gainers, yaitu Indosiar Karya Medika Tbk (IDKM) yang maju 2,94 persen ke Rp 3.500. Lalu, saham Ciputra SUrya Tbk (CTRS) yang naik 2,15persen ke Rp 1.900.

Kepala Riset Universal Broker Indonesia Satrio Utomo menyebut, koreksi yang kemarin terjadi di bursa Dow Jones belum memberikan sinyal bearish. Namun, sentimen tersebut mempersulit usaha dari IHSG untuk menembus kisaran resistance 4.170 - 4.175, yang kemarin berhasil menahan kenaikan indeks.

Satrio memprediksi, hari ini, indeks akan bergerak bervariasi pada kisaran 4.150 - 4.175. Kisaran rekor 4.195 - 4.232 akan menjadi resistance selanjutnya. "IHSG hanya memberikan sinyal bearish, jika gagal ditutup di atas support 4.150," ujarnya.

Lebih lanjut, dia memperkirakan, rebound saham-saham batubara (ITMG,HRUM, dan UNTR) sepertinya masih akan berlanjut. Tapi, selama tekanan jual masih ada pada saham penggerak indeks utama seperti ASII dan GGRM, maka sulit bagi IHSG untuk bergerak naik.

Satrio menyarankan, akumulasi dengan strategi Buy on Weakness untuk memanfaatkan tren naik jangka menengah pada IHSG. (Dupla Kartini/Kontan)

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.