Kompas.com - 12/06/2012, 10:50 WIB
Penulis Dimasyq Ozal
|
EditorErlangga Djumena

KOMPAS.com - Bertani buah, lalu memanen, dan terakhir menjualnya ke pengepul. Ini merupakan siklus yang umumnya dilakukan petani. Keuntungan yang didapat pun belum tentu lebih untung bila dibandingkan dengan para pengepul buah di pasaran. Belum lagi, bila masuk masa panen raya, harga buah malah turun drastis karena kelebihan produksi.

Hal inilah mendorong Rubiah, menyulap hasil pertanian hortikulturanya (sayuran/buah/tanaman hias), yakni jambu biji jenis getas merah menjadi produk makanan buah olahan.

Perbedaan harga jual yang cukup signifikan, juga mendorong petani buah asal Kendal ini, akhirnya fokus merintis usaha rumahan tersebut. “Kalau musim panen raya, harga jambunya malah jatuh, cuma Rp 500 - Rp 1.000 per kilonya. Beda bila saya jual olahannya. per kemasan bisa mencapai Rp 5.000 - Rp 12.500,” ungkapnya saat ditemui di pameran UMKM Kementerian Koperasi dan UKM, Jakarta, Jumat (8/6/2012).

Dari tangannya, 15 jenis makanan tercipta dari hasil olahan buah berdaging merah berbiji namun berkulit hijau tersebut, seperti sirup, jus, selai, sambal pasta petis, manisan, dodol, wingko, dan masih banyak lagi. Dari belasan makanan bercita rasa jambu biji getas merah tersebut, Rubiah mengatakan, sirup, selai, dan sambal pasta petis lah merupakan produk paling laku di pasaran. Sirup dijual dengan harga Rp 12.000 per lemasan, Sambal pasta Rp 5.000, dan selai Rp 12.500.

“Unik mas, makanya saya tertarik untuk membelinya, karena tidak ada di sini (Jakarta), paling yang ada cuma buah dan jusnya saja, ” ujar salah seorang pembeli kepada Kompas.com, saat mengunjungi stan pameran produk Rabiah.

Walaupun usahanya berskala home industy, per harinya Rubiah mengakui, mampu menjual produknya hingga 50 kemasan atau sekitar Rp 500.000. “Saya tidak tahu pastinya dapat berapa, mungkin bersihnnya sekitar Rp 5 juta per bulan, ” ujar Rabiah yang kini mampu menyekolahkan anak sulungnya hingga ke jenjang sarjana.

Ekspansi pasar yang dilakukan Rubiah pun, hanya sebatas toko oleh-oleh dan acara-acara pernikahan. Pernah juga, beberapa kali mengirim produk pesanan ke daerah Yogyakarta, Semarang, dan Jakarta.

Selain itu, bila pertaniannya masuk masa panen raya, maka untuk mengakali kelebihan produksi buah, Rubiah menjualnya ke dalam dua jenis. Satunya dijual dalam bentul produk makanan hasil olahan buah dan satunya lagi dijual utuh dalam bentuk buah.

Hasil belajar

Sebelumnya, keuangan keluarga Rubiah bergantung penuh pada suami. Bertani pun ia lakukan untuk membantu perekonomian keluarga. “Saya juga tidak ingin menjadi ibu-ibu rumah tangga lainnya mas, menganggur di rumah, tidak bisa berbuat apa-apa,” ungkapnya

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rekam Jejak Lin Che Wei, Bongkar Skandal Bank Lippo hingga Bantu Rumuskan Ragam Kebijakan Pemerintah

Rekam Jejak Lin Che Wei, Bongkar Skandal Bank Lippo hingga Bantu Rumuskan Ragam Kebijakan Pemerintah

Whats New
Multi Bintang Indonesia Targetkan 100 Persen Energi Terbarukan di Tahun 2025

Multi Bintang Indonesia Targetkan 100 Persen Energi Terbarukan di Tahun 2025

Whats New
Mentan SYL Optimistis PMK Dapat Segera Diatasi

Mentan SYL Optimistis PMK Dapat Segera Diatasi

Whats New
Meraih Peluang 'Value Chain' Baterai Mobil Listrik

Meraih Peluang "Value Chain" Baterai Mobil Listrik

Whats New
Mengenal MLFF, Sistem Pembayaran Tol Tanpa Sentuh yang Bakal Gantikan E-Toll

Mengenal MLFF, Sistem Pembayaran Tol Tanpa Sentuh yang Bakal Gantikan E-Toll

Whats New
Ini Cara Daftar m-Banking BPD DIY di ATM dan HP Tanpa ke Bank

Ini Cara Daftar m-Banking BPD DIY di ATM dan HP Tanpa ke Bank

Spend Smart
Hadir di Makassar, Kampus UMKM Shopee Ke-9 Siap Bantu Pelaku UMKM Sulsel Naik Kelas

Hadir di Makassar, Kampus UMKM Shopee Ke-9 Siap Bantu Pelaku UMKM Sulsel Naik Kelas

Whats New
Cerita Menteri Bahlil Saat Larangan Ekspor Nikel Diberlakukan: Pak Erick Rugi, Saya Rugi...

Cerita Menteri Bahlil Saat Larangan Ekspor Nikel Diberlakukan: Pak Erick Rugi, Saya Rugi...

Whats New
Lanjutkan Kenaikan, IHSG Ditutup Melonjak 2,24 Persen

Lanjutkan Kenaikan, IHSG Ditutup Melonjak 2,24 Persen

Whats New
Alkindo Naratama Luncurkan Hexcel Wrap, Plastik Ramah Lingkungan Pengganti Bubble Wrap

Alkindo Naratama Luncurkan Hexcel Wrap, Plastik Ramah Lingkungan Pengganti Bubble Wrap

Whats New
Mulai Hari Ini Penumpang Pesawat Tak Perlu Tes Covid-19 jika Sudah Vaksin Dosis 2 dan Booster

Mulai Hari Ini Penumpang Pesawat Tak Perlu Tes Covid-19 jika Sudah Vaksin Dosis 2 dan Booster

Whats New
Kampus UMKM Shopee Hadir di Makassar, Siap Bantu UMKM Sulawesi Selatan Naik Kelas

Kampus UMKM Shopee Hadir di Makassar, Siap Bantu UMKM Sulawesi Selatan Naik Kelas

Rilis
Pemerintah Mulai Waspada, Konflik Rusia-Ukraina Bisa Kerek Inflasi Tinggi

Pemerintah Mulai Waspada, Konflik Rusia-Ukraina Bisa Kerek Inflasi Tinggi

Whats New
Warga Boleh Lepas Masker di Ruang Terbuka, DPR: Jangan Lengah

Warga Boleh Lepas Masker di Ruang Terbuka, DPR: Jangan Lengah

Whats New
Kalbe Farma dan Ecossential Food Corp Bentuk Perusahaan Join Venture di Filipina

Kalbe Farma dan Ecossential Food Corp Bentuk Perusahaan Join Venture di Filipina

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.