Harga Emas Turun untuk Hari Kedua

Kompas.com - 18/07/2012, 07:26 WIB

NEW YORK, KOMPAS.com — Kontrak emas berjangka turun untuk hari kedua seiring dengan Gubernur Bank Sentral AS, Ben S Bernanke, menahan diri untuk mendiskusikan langkah demi mendorong pemulihan ekonomi AS. Tetapi, di sisi lain, bank sentral akan bertindak bila pasar tenaga kerja tidak membaik.

Kontrak emas berjangka untuk pengantaran Agustus turun 0,1 persen menjadi 1.589,50 dollar AS per troy ounce (setara dengan 31,1 gram) pada Selasa (17/7/2012) pukul 13.36 waktu setempat, di Comex, New York. Harga emas telah turun sebanyak 0,9 persen sepanjang bulan Juli.

Harga logam kuning ini turun menyusul jawaban Bernanke terhadap pertanyaan Senate Banking Committee memberikan sinyal bahwa dia tidak melihat inflasi sebagai sebuah halangan untuk menyediakan stimulus tambahan demi mendorong perekonomian. Ia pun menyebutkan, sejumlah hal menjadi perangkat Bank Sentral AS. Salah satunya adalah pembelian aset lebih lanjut, seperti mortgage-backed securities.

"Pasar ingin tahu secara spesifik sekalipun itu jelas bahwa sejumlah bentuk pelonggaran akan diumumkan segera," sebut William O'Neill, dari Logic Advisors, Upper Saddle River, New Jersey.

Untuk diketahui saja, harga emas sempat melonjak 70 persen dari akhir Desember 2008 ke Juni 2011 seiring dengan langkah Bank Sentral AS mempertahankan biaya pinjam pada rekor yang rendah dan membeli obligasi senilai 2,3 triliun dollar AS dalam dua putaran. Itu disebut dengan quantitative easing.


EditorErlangga Djumena

Terkini Lainnya

Tahun Ini, PLN Bidik Penjualan Listrik 245 Terawatt

Tahun Ini, PLN Bidik Penjualan Listrik 245 Terawatt

Whats New
 Dirut Krakatau Steel Mengaku Tak Kenal dengan Swasta yang Ditangkap KPK

Dirut Krakatau Steel Mengaku Tak Kenal dengan Swasta yang Ditangkap KPK

Whats New
Salah Satu Direkturnya Ditangkap KPK, Krakatau Steel Tunjuk PLT

Salah Satu Direkturnya Ditangkap KPK, Krakatau Steel Tunjuk PLT

Whats New
Daftar 100 Saham Anggota Indeks KOMPAS100

Daftar 100 Saham Anggota Indeks KOMPAS100

Whats New
Direkturnya Ditangkap KPK, Krakatau Steel Pastikan Kinerja Perusahaan Tak Terpengaruh

Direkturnya Ditangkap KPK, Krakatau Steel Pastikan Kinerja Perusahaan Tak Terpengaruh

Whats New
Impor Bawang Putih 100.000 Ton dari China, Bulog Siapkan Rp 500 Miliar

Impor Bawang Putih 100.000 Ton dari China, Bulog Siapkan Rp 500 Miliar

Whats New
Inspirasi Usaha: Warjak, Jadi Juragan Warung Nasi Tanpa Repot

Inspirasi Usaha: Warjak, Jadi Juragan Warung Nasi Tanpa Repot

Work Smart
Ini Hal yang Harus dan Jangan Dilakukan Saat Menyiapkan Anggaran Pernikahan

Ini Hal yang Harus dan Jangan Dilakukan Saat Menyiapkan Anggaran Pernikahan

Earn Smart
Sempet Mengamen, Sendi Kini Jadi Bos Kosmetik Beromzet Miliaran Rupiah

Sempet Mengamen, Sendi Kini Jadi Bos Kosmetik Beromzet Miliaran Rupiah

Work Smart
Akibat Tragedi 737 Max 8, Nilai Pasar Boeing Lenyap 40 Miliar Dollar AS

Akibat Tragedi 737 Max 8, Nilai Pasar Boeing Lenyap 40 Miliar Dollar AS

Whats New
Punya Potensi Besar, Industri Keramik Jadi Sektor Unggulan Indonesia

Punya Potensi Besar, Industri Keramik Jadi Sektor Unggulan Indonesia

Whats New
Awal Mei, Masyarakat Sudah Bisa Nikmati Tol Pandaan-Malang Seksi 1-3

Awal Mei, Masyarakat Sudah Bisa Nikmati Tol Pandaan-Malang Seksi 1-3

Whats New
Dirut Krakatau Steel soal OTT KPK: Aman Dong, Saya Kan Tukang Benah-benah...

Dirut Krakatau Steel soal OTT KPK: Aman Dong, Saya Kan Tukang Benah-benah...

Whats New
Hadapi Era Disrupsi, BNI Syariah Siapkan Digitalisasi Ekosistem Halal

Hadapi Era Disrupsi, BNI Syariah Siapkan Digitalisasi Ekosistem Halal

Rilis
Tak Ingin Jago 'Kandang', Sehati TeleCT Sasar Tiga Benua Pasarkan Produk

Tak Ingin Jago "Kandang", Sehati TeleCT Sasar Tiga Benua Pasarkan Produk

Whats New

Close Ads X