Kompas.com - 07/08/2012, 11:41 WIB
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com — Produsen senjata PT Pindad (Persero) berencana akan memproduksi massal motor penggerak untuk mobil listrik. Rencananya, produksi tersebut akan dilakukan akhir tahun ini.

Direktur Utama PT Pindad Adik Avianto Soedarsono menjelaskan, saat ini perseroan hanya membuat satu prototipe motor penggerak untuk mobil listrik tersebut. "Pada 5 Desember nanti kami siap memproduksi massal motor penggerak mobil listrik tersebut. Saat ini masih prototipe," kata Adik saat ditemui di Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (7/8/2012).

Karena masih prototipe, motor penggerak mobil listrik ini masih ada yang belum sempurna. Misalnya, masih ada bunyi-bunyi yang dihasilkan dari motor penggerak tersebut. Namun, kata Adik, motor penggerak itu sudah berfungsi dengan baik. Masalahnya, dana untuk memproduksi motor penggerak mobil listrik ini cukup mahal.

"Karena masih prototipe, kami mengerjakan secara manual, bukan mesin. Biayanya mencapai Rp 300 juta untuk satu motor penggeraknya," tambahnya.

Rencananya, PT Pindad akan membuat dua prototipe dengan kapasitas penggerak yang berbeda sehingga nanti bisa dibedakan hasilnya. Untuk tahap pertama ini, PT Pindad membuat prototipe motor penggerak berkapasitas 50 KW. Jika motor penggerak ini sukses dan dapat diproduksi massal serta proses produksinya memakai mesin atau robot, maka harga motor penggeraknya bisa ditekan. "Semoga nanti bisa ditekan menjadi Rp 40 juta atau malah bisa kurang lagi," jelasnya.

Dengan harga motor penggerak yang lebih rendah, maka nanti diharapkan harga mobil listrik juga akan lebih murah. Namun, semua juga akan tergantung rangka mobil dan komponen lainnya. Masalahnya, harga komponen motor penggerak ini masih mahal karena masih menggunakan komponen impor. Komponennya bisa berupa tembaga, silikon steel, atau yang lain dengan harga proses produksi enam kali lipat dibanding impor.

"Kami yakinkan bahwa Pindad secara konsep sudah bisa membuat motor penggeraknya. Kami juga dibantu oleh tim teknisi dari Menteri BUMN Dahlan Iskan," jelasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.