Kompas.com - 04/09/2012, 10:56 WIB
Penulis Icha Rastika
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan Direktur Utama PT Yodya Karya M Basir, terkait penyidikan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan pusat pendidikan, pelatihan, dan sekolah olahraga Hambalang, Jawa Barat, Selasa (4/9/2012). Basir akan dimintai keterangan sebagai saksi untuk tersangka kasus Hambalang, Dedy Kusdinar.

"Sebagai saksi untuk tersangka DK (Dedy Kusdinar)," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha di Jakarta, Selasa.

Basir dianggap tahu seputar proyek Hambalang. PT Yodya Karya yang dipimpin Basir merupakan konsultan perencana proyek. Saat sebagian bangunan Hambalang ambles beberapa waktu lalu, pihak PT Yodya Karya menyatakan bahwa kerja sama operasi (KSO) PT Adhi Karya dan PT Wijaya Karya yang menjalankan proyek tersebut telah mengerjakan konstruksi sesuai dengan perencanaan.

Adapun perencanaan konstruksi dibuat PT Yodya Karya. Perusahaan tersebut mengaku sudah meneliti kondisi tanah Hambalang sejak 30 Agustus 2010 hingga 31 Desember 2011. Hasilnya, kondisi tanah Hambalang dinyatakan cukup kuat untuk menjadi dasar konstruksi.

Dalam kasus dugaan korupsi Hambalang ini, KPK baru menetapkan Kepala Biro Keuangan dan Rumah Tangga Kementerian Pemuda dan Olahraga, Dedy Kusdinar sebagai tersangka. Selaku pejabat pembuat komitmen (PPK), Dedy diduga menyalahgunakan kewenangannya sehingga menimbulkan kerugian negara atau menguntungkan pihak lain.

Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto sebelumnya mengatakan bahwa Dedy hanyalah anak tangga pertama yang menjadi pijakan KPK dalam menjerat pihak lain. KPK membuka penyelidikan baru Hambalang yang menyasar calon tersangka selain Dedy. Penyelidikan Hambalang mengarah pada indikasi dugaan tindak pidana korupsi terkait sertifikasi lahan, pengadaan barang dan jasa, penganggaran proyek, atau aliran dana terkait proyek Hambalang.

Selain memeriksa Basir, hari ini KPK memeriksa karyawan PT Adhi Karya, Dardi Gunawan. KPK juga sudah memeriksa sejumlah saksi lain, di antaranya, Ketua Panitia Lelang Proyek Hambalang, Wisler Manalu, Kepala Bagian Perlengkapan Biro Keuangan dan Rumah Tangga Kemenpora Bastaman Harahap, Kepala Bidang Sentra Olahraga dan Pendidikan Kemenpora Adhi Purnomo, Kepala Bagian Hukum Kemenpora Sanusi, dan Kepala Bidang Prasarana serta Sarana Kemenpora Iyan Sudiyana. KPK juga akan memeriksa Menteri Pemuda dan Olahraga, Andi Mallarangeng jika keterangannya memang diperlukan.

Baca juga:
Topik "Skandal Proyek Hambalang"

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Mendag Zulhas: Saya Sedih Petani Jual Sawit ke Malaysia

    Mendag Zulhas: Saya Sedih Petani Jual Sawit ke Malaysia

    Whats New
    Tips Berburu Barang Elektronik Idaman ala Aulion di Puncak Kampanye Shopee 7.7 Mega Elektronik Sale

    Tips Berburu Barang Elektronik Idaman ala Aulion di Puncak Kampanye Shopee 7.7 Mega Elektronik Sale

    Whats New
    IHSG dan Rupiah Kompak Ditutup Melemah

    IHSG dan Rupiah Kompak Ditutup Melemah

    Whats New
    Pelemahan Rupiah akan Berlanjut Sampai Rp 16.000, Ini Pemicunya

    Pelemahan Rupiah akan Berlanjut Sampai Rp 16.000, Ini Pemicunya

    Whats New
    Pengusaha Pusat Belanja Sarankan Pemerintah Melonggarkan Syarat Vaksinasi Booster

    Pengusaha Pusat Belanja Sarankan Pemerintah Melonggarkan Syarat Vaksinasi Booster

    Whats New
    Mendag Zulhas: 3 Minggu Saya Menjabat, Harga Bahan Pokok Alami Tren Penurunan

    Mendag Zulhas: 3 Minggu Saya Menjabat, Harga Bahan Pokok Alami Tren Penurunan

    Whats New
    Kunjungi Kemendagri, BPH Migas Minta Adanya Pengawasan Distribusi BBM Subsidi

    Kunjungi Kemendagri, BPH Migas Minta Adanya Pengawasan Distribusi BBM Subsidi

    Rilis
    Dapat Pendanaan Baru, Health Insurtech Rey Target Raih Gross Premi 1 Juta Dollar AS

    Dapat Pendanaan Baru, Health Insurtech Rey Target Raih Gross Premi 1 Juta Dollar AS

    Whats New
    Pensiunan TNI dan Polri Bisa Lapor SPTB secara Online Pakai ASABRI Mobile

    Pensiunan TNI dan Polri Bisa Lapor SPTB secara Online Pakai ASABRI Mobile

    Whats New
    Subsidi Perumahan Rp 19,1 Triliun, Sri Mulyani: Angkanya Tidak Kecil, APBN Bekerja Keras

    Subsidi Perumahan Rp 19,1 Triliun, Sri Mulyani: Angkanya Tidak Kecil, APBN Bekerja Keras

    Whats New
    Kurs Rupiah Tembus Rp 15.000 Per Dollar AS, Ekonom: Baru Permulaan

    Kurs Rupiah Tembus Rp 15.000 Per Dollar AS, Ekonom: Baru Permulaan

    Whats New
    Mau Tarik Tunai BCA di Indomaret Terdekat? Cek Syarat dan Biayanya

    Mau Tarik Tunai BCA di Indomaret Terdekat? Cek Syarat dan Biayanya

    Spend Smart
    Menimbang Keberadaan Aplikasi MyPertamina

    Menimbang Keberadaan Aplikasi MyPertamina

    Whats New
    7 Perusahaan Bakal Ikut Produksi Minyakita Rp 14.000 Per Liter

    7 Perusahaan Bakal Ikut Produksi Minyakita Rp 14.000 Per Liter

    Whats New
    Tambah Kapasitas Produksi, Rohto Gelontorkan Dana 10 Juta Dollar AS untuk Perluasan Pabrik

    Tambah Kapasitas Produksi, Rohto Gelontorkan Dana 10 Juta Dollar AS untuk Perluasan Pabrik

    Rilis
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.