KPK Dapati Banyak Korupsi Hambalang

Kompas.com - 05/09/2012, 04:31 WIB
Editor

Jakarta, Kompas - Komisi Pemberantasan Korupsi menemukan banyak perkara korupsi lain seputar pembangunan kompleks olahraga terpadu di Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Sampai saat ini KPK baru menetapkan pejabat Kementerian Pemuda dan Olahraga Deddy Kusdinar sebagai tersangka dalam pengadaan proyek ini.

Juru Bicara KPK Johan Budi SP mengakui, selain penyidikan dengan tersangka Deddy, KPK juga menyelidiki dugaan korupsi terkait pembangunan proyek Hambalang. ”Sejalan dengan proses penyidikan, KPK juga melakukan penyelidikan terkait pembangunan proyek Hambalang dengan topik yang berbeda,” katanya di Jakarta, Selasa (4/9).

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto mengakui, sejumlah perkara dugaan korupsi proyek Hambalang tengah diselidiki. Namun, Bambang tidak merinci.

Johan mengatakan, selain penyidikan dengan tersangka Deddy yang terkait dengan pengadaan proyek Hambalang, saat ini fokus penyelidikan KPK juga mengarah pada sertifikasi tanah proyek Hambalang, proses pengadaan, dan dugaan aliran dana kepada sejumlah pihak. ”Di pengadaan sport centre Hambalang ada beberapa hal mengemuka. Pertama, bagaimana proses sampai muncul sertifikasi dari proyek tersebut. Apakah ada dugaan kick back atau suap. Kedua, dugaan korupsi dalam proses pengadaan, bisa konstruksi dan lain sebagainya. Ketiga, apakah dalam proses itu muncul adanya aliran-aliran dana,” kata Johan.

Selasa, dalam proses penyidikan kasus ini, KPK memeriksa Direktur Utama PT Yoda Karya M Basir dan karyawan PT Adhi Karya, Gunawan. PT Yoda merupakan konsultan proyek Hambalang. Sementara Adhi Karya anggota konsorsium pemenang proyek Hambalang.

KPK kemungkinan akan kembali memeriksa Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng serta Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum dalam kasus ini. (BIL)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.