Kompas.com - 14/09/2012, 08:45 WIB
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Nasabah yang merasa dirugikan skema gadai emas BRI Syariah (BRIS) bertambah. Setelah seniman Butet Kartaredjasa, dua nasabah lain mengaku tertimpa masalah sama. Akar persoalannya: bank menjual paksa emas dan nasabah menanggung selisih dari perubahan harga.

Satu nasabah yang merasa dirugikan itu bernama Sally Kusuma. Pegawai swasta yang yang berdomisili di Semarang ini mengambil produk gadai emas di BRIS Agustus 2011. Jumlah emasnya 900 gram.

Skema produk yang Sally terima bisa dibilang campuran antara gadai dan kepemilikan logam mulia. Disebut gadai karena nasabah menyerahkan fisik emas ke bank sebagai agunan. Namun pembelian emas yang diagunkan itu ditalangi dulu oleh BRIS. Ia hanya membayar 10% dari harga.

Sally memperoleh emas seharga Rp 518.000 per gram atau total Rp 466 juta. Ia membayar Rp 52 juta. Gadai emas ini berjangka waktu empat bulan. Artinya, di bulan keempat, ia harus menebus dan membayar biaya titip.

Dia menyatakan, tenaga pemasaran BRIS menjanjikan, kontrak gadai tersebut bisa diperpanjang. Jadi, nasabah tidak harus menebus emas pada saat jatuh tempo.

Dari sinilah muncul klausul perpanjangan kontrak hingga tiga tahun. Nasabah mau menerima karena menilai skema yang dijanjikan marketing tidak memberatkan.

Persoalan muncul Desember 2011 ketika gadai jatuh tempo. Sally tak bisa memperpanjang kontrak. Alasan BRIS, waktu Bank Indonesia (BI) sedang menata ulang bisnis ini. BI membatasi plafon gadai maksimal Rp 250 juta dan tenor paling lama setahun. Dus, nilai pembiayaan Sally dan Butet tak masuk kategori ini.

Menurut Djoko Saebani, pengacara Butet, BRIS hanya mengajukan dua opsi: nasabah menebus emas atau bank menjual emas. Masalahnya, saat itu harga emas lebih rendah dari Agustus 2011.

Desember 2011, emas milik Sally dihargai Rp 470.000 per gram, turun Rp 48.000 per gram dibandingkan Agustus 2011. Jika dikalikan 900 gram, ia merugi Rp 43 juta.

Selain Butet dan Sally, ada nasabah lain yang mengaku mengalami hal serupa. Namanya Indah Sulistiowati. Ia mengaku modal memiliki gadai emas di BRIS Semarang, Jawa Tengah senilai Rp 550 juta nyaris ludes. "Saat mendapat laporan penjualan dari BRIS,uang saya hanya kembali Rp 50 juta. Saya rugi lebih 90%," kata pemilik Indah Butik di Demak, Jawa Tengah.

Halaman:
Baca tentang
     
    Pilihan Untukmu


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Cara Membuat CV Lamaran Kerja yang Baik dan Menarik Agar Dipanggil HRD

    Cara Membuat CV Lamaran Kerja yang Baik dan Menarik Agar Dipanggil HRD

    Work Smart
    5 Cara Cek Tarif Tol di Indonesia dengan Mudah dan Praktis

    5 Cara Cek Tarif Tol di Indonesia dengan Mudah dan Praktis

    Whats New
    RHB Banking Group Berkomitmen Perkuat Bisnis di Indonesia Melalui Anak Usahanya

    RHB Banking Group Berkomitmen Perkuat Bisnis di Indonesia Melalui Anak Usahanya

    Whats New
    Lowongan Kerja PT Dankos Farma untuk Lulusan S1, Fresh Graduate Boleh Daftar

    Lowongan Kerja PT Dankos Farma untuk Lulusan S1, Fresh Graduate Boleh Daftar

    Work Smart
    Syarat, Alur, Link, dan Cara Daftar Pendataan Non-ASN 2022

    Syarat, Alur, Link, dan Cara Daftar Pendataan Non-ASN 2022

    Whats New
    Petrokimia Gresik Klaim Sukses Buat Pendapatan Petani Edamame di Jember Meningkat Jutaan Rupiah

    Petrokimia Gresik Klaim Sukses Buat Pendapatan Petani Edamame di Jember Meningkat Jutaan Rupiah

    Rilis
    Sri Mulyani Kasih Hadiah Uang Tunai 10 Provinsi yang Tekan Inflasi

    Sri Mulyani Kasih Hadiah Uang Tunai 10 Provinsi yang Tekan Inflasi

    Whats New
    Gaji Tersendat, Guru PPPK dan Honorer di Bandar Lampung Mengadu ke Hotman Paris

    Gaji Tersendat, Guru PPPK dan Honorer di Bandar Lampung Mengadu ke Hotman Paris

    Whats New
    Selamat dari Pailit, Garuda Mau Pakai Duit dari APBN untuk Rawat Pesawat

    Selamat dari Pailit, Garuda Mau Pakai Duit dari APBN untuk Rawat Pesawat

    Whats New
    Resmikan Proyek QMB, Luhut: Kita Melihat Lahirnya Museum Industri Nikel yang Pertama Dalam Sejarah RI

    Resmikan Proyek QMB, Luhut: Kita Melihat Lahirnya Museum Industri Nikel yang Pertama Dalam Sejarah RI

    Whats New
    Info Lengkap Pendataan Non ASN: Syarat, Dokumen, dan Tenggat Waktunya

    Info Lengkap Pendataan Non ASN: Syarat, Dokumen, dan Tenggat Waktunya

    Work Smart
    Cerita Bos Garuda Turunkan Utang Miliaran Dollar AS, dari Pangkas Sewa Pesawat hingga Rute Terbang

    Cerita Bos Garuda Turunkan Utang Miliaran Dollar AS, dari Pangkas Sewa Pesawat hingga Rute Terbang

    Whats New
    Pengamat: Perusahaan BUMN Harus Bisa Jadi Motor Tumbuhnya Ekonomi Syariah di Indonesia

    Pengamat: Perusahaan BUMN Harus Bisa Jadi Motor Tumbuhnya Ekonomi Syariah di Indonesia

    Whats New
    Dalam Waktu Dekat, Nasabah Bank DKI Bisa Setor dan Tarik Tunai Tanpa Kartu di ATM BCA

    Dalam Waktu Dekat, Nasabah Bank DKI Bisa Setor dan Tarik Tunai Tanpa Kartu di ATM BCA

    Whats New
    Sri Mulyani: Rp 203,4 Triliun Dana Pemda Mengendap di Bank Per Agustus 2022, Tertinggi dari Jatim

    Sri Mulyani: Rp 203,4 Triliun Dana Pemda Mengendap di Bank Per Agustus 2022, Tertinggi dari Jatim

    Whats New
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Verifikasi akun KG Media ID
    Verifikasi akun KG Media ID

    Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

    Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.