Kompas.com - 16/09/2012, 14:09 WIB
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Belanja pemerintah pusat pada RAPBN 2013 tumbuh 6 persen, sementara belanja pegawai tumbuh dua kali lipat lebih dari 14 persen atau Rp 28 triliun. Artinya, pertumbuhan anggaran dianggap boros.

Sekretaris Jendral FITRA Yuna Farhan menjelaskan selama 2007-2013, rata-rata belanja pusat tumbuh 15 persen. Sementara belanja pegawai tumbuh sekitar 19 persen. "Ini menunjukkan bahwa pertumbuhan belanja pemerintah lebih banyak dinikmati kalangan birokrasi," kata Yuna dalam diskusi "RAPBN 2013 Tersandera Birokrasi dan Utang di Bakoel Coffee Cikini Jakarta, Minggu (16/9/2012).

Menurut Yuna, ada beberapa sebab tingginya belanja pegawai pemerintah tersebut. Misalnya, pemerintah tidak konsisten dalam melakukan moratorium pegawai dan semakin menjamurnya lembaga non struktural (LNS). Khusus LNS ini, jumlahnya meningkat dari 76 lembaga di 2007 menjadi 101 lembaga di 2011. Anggarannya juga naik menjadi Rp 8,3 triliun dan belanja pegawai mencapai Rp 100 miliar.

"Selain itu, setidaknya terdapat 10 kementerian atau lembaga yang belanja pegawainya tetap tinggi (di atas Rp 500 miliar). Padahal, sebagian urusannya telah didesentralisasikan," jelasnya.

Kesepuluh kementerian tersebut adalah Kemendikbud (Rp 10,1 triliun, sebanyak Rp 9 triliun untuk gaji dosen, selebihnya administratif), Kemenkes (Rp 4,67 triliun, sebanyak Rp 1,7 triliun untuk sekretariat), Kemenhub (Rp 1,48 triliun), Kementerian PU (Rp 1,38 triliun), Kementerian Pertanian (Rp 1,25 triliun), Kementerian Kehutanan (Rp 931,27 miliar), Kementerian ESDM (Rp 679,8 miliar), BPKP (Rp 631,74 miliar), DPR (Rp 554,93 miliar) dan. Kementerian Kelautan dan Perikanan (Rp 553,71 miliar).

Selain itu, penyebab belanja pegawai pemerintah boros adalah tidak efektifnya pemberian renumerasi, borosnya belanja pegawai pada kementerian atau lembaga yang kewenangannya telah didesentralisasikan serta beban anggaran untuk menanggung pensiunan sebesar 32 persen atau mencapai Rp 74,2 triliun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Pemerintah Ajak ITMG Bangun Persemaian Mentawir untuk IKN

    Pemerintah Ajak ITMG Bangun Persemaian Mentawir untuk IKN

    Whats New
    Update Syarat Naik Kereta Api 2022 untuk Orang Dewasa dan Anak-anak

    Update Syarat Naik Kereta Api 2022 untuk Orang Dewasa dan Anak-anak

    Whats New
    OSS Belum Sempurna, Bahlil Akui Ada 2 Masalah Besar

    OSS Belum Sempurna, Bahlil Akui Ada 2 Masalah Besar

    Whats New
    Kinerja Emiten GGRM dan HMSP Merosot Konsultan Khawatir Rokok Murah Bakal Merajalela

    Kinerja Emiten GGRM dan HMSP Merosot Konsultan Khawatir Rokok Murah Bakal Merajalela

    Whats New
    Rekam Jejak Lin Che Wei, Bongkar Skandal Bank Lippo hingga Bantu Rumuskan Ragam Kebijakan Pemerintah

    Rekam Jejak Lin Che Wei, Bongkar Skandal Bank Lippo hingga Bantu Rumuskan Ragam Kebijakan Pemerintah

    Whats New
    Multi Bintang Indonesia Targetkan 100 Persen Energi Terbarukan di Tahun 2025

    Multi Bintang Indonesia Targetkan 100 Persen Energi Terbarukan di Tahun 2025

    Whats New
    Mentan SYL Optimistis PMK Dapat Segera Diatasi

    Mentan SYL Optimistis PMK Dapat Segera Diatasi

    Whats New
    Meraih Peluang 'Value Chain' Baterai Mobil Listrik

    Meraih Peluang "Value Chain" Baterai Mobil Listrik

    Whats New
    Mengenal MLFF, Sistem Pembayaran Tol Tanpa Sentuh yang Bakal Gantikan E-Toll

    Mengenal MLFF, Sistem Pembayaran Tol Tanpa Sentuh yang Bakal Gantikan E-Toll

    Whats New
    Ini Cara Daftar m-Banking BPD DIY di ATM dan HP Tanpa ke Bank

    Ini Cara Daftar m-Banking BPD DIY di ATM dan HP Tanpa ke Bank

    Spend Smart
    Hadir di Makassar, Kampus UMKM Shopee Ke-9 Siap Bantu Pelaku UMKM Sulsel Naik Kelas

    Hadir di Makassar, Kampus UMKM Shopee Ke-9 Siap Bantu Pelaku UMKM Sulsel Naik Kelas

    Whats New
    Cerita Menteri Bahlil Saat Larangan Ekspor Nikel Diberlakukan: Pak Erick Rugi, Saya Rugi...

    Cerita Menteri Bahlil Saat Larangan Ekspor Nikel Diberlakukan: Pak Erick Rugi, Saya Rugi...

    Whats New
    Lanjutkan Kenaikan, IHSG Ditutup Melonjak 2,24 Persen

    Lanjutkan Kenaikan, IHSG Ditutup Melonjak 2,24 Persen

    Whats New
    Alkindo Naratama Luncurkan Hexcel Wrap, Plastik Ramah Lingkungan Pengganti Bubble Wrap

    Alkindo Naratama Luncurkan Hexcel Wrap, Plastik Ramah Lingkungan Pengganti Bubble Wrap

    Whats New
    Mulai Hari Ini Penumpang Pesawat Tak Perlu Tes Covid-19 jika Sudah Vaksin Dosis 2 dan Booster

    Mulai Hari Ini Penumpang Pesawat Tak Perlu Tes Covid-19 jika Sudah Vaksin Dosis 2 dan Booster

    Whats New
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.