Kompas.com - 25/09/2012, 03:14 WIB
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Kendati banyak bank umum syariah (BUS) dan unit usaha syariah (UUS) yang sudah merasakan legitnya bisnis pembiayaan beragun emas, masih ada pelaku industri lain yang masih enggan mencicipi aktivitas usaha. Berbagai alasan dikemukakan. Salah satunya spekulasi, mengingat harga emas yang fluktuatif.

Seperti disampaikan, Arviyan Arifin, Direktur Utama Bank Muamalat. Hingga kini, pihaknya belum mau menggeluti pembiayaan beragun emas, baik melalui akad qardh alias gadai maupun murabahah (kepemilikan emas). “Karena, pada praktiknya gampang sekali muncul unsur maysir (judi) dalam bisnis ini,” ujarnya ditemui KONTAN, Minggu (23/9/2012).

Buktinya, harga emas itu sendiri tidak stabil atawa fluktuatif. Kekhawatirannya, jika harga emas sedang loyo, nasabah enggan melunasi pembiayaan, termasuk biaya titip alias ujroh. Belum lagi risiko lain yang harus ditanggung perseroan apabila emas yang diserahkan ternyata palsu.

Maklumlah, Arviyan mengaku, perseroan belum memiliki keahlian, termasuk kesiapan infrastruktur untuk menjalani bisnis pembiayaan beragun emas ini. Terutama, dari sisi sumber daya insani. “Tidak mudah untuk mencari SDI, khususnya penaksir emas itu sendiri,” kata dia. (Christine Novita Nababan/Kontan)

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Subsidi Jadi Andalan Pemerintah Cegah Kenaikan Harga Energi

    Subsidi Jadi Andalan Pemerintah Cegah Kenaikan Harga Energi

    Whats New
    “Mainan” Bernama 'Dwelling Time'

    “Mainan” Bernama "Dwelling Time"

    Whats New
    Pelabuhan Pontianak Segera Digantikan Terminal Kijing, Apa Sebabnya?

    Pelabuhan Pontianak Segera Digantikan Terminal Kijing, Apa Sebabnya?

    Whats New
    Bos Garuda: Pandemi Covid-19 Membuka Kotak Pandora Garuda Indonesia

    Bos Garuda: Pandemi Covid-19 Membuka Kotak Pandora Garuda Indonesia

    Whats New
    Dari Fitur Ekspor Produk hingga Voucher Cashback, Ini Rangkaian Fitur Baru Shopee untuk Pengusaha Lokal

    Dari Fitur Ekspor Produk hingga Voucher Cashback, Ini Rangkaian Fitur Baru Shopee untuk Pengusaha Lokal

    Whats New
    Ini Strategi Badan Pangan Nasional Cegah Fluktuasi Harga DOC, Telur dan Daging Ayam

    Ini Strategi Badan Pangan Nasional Cegah Fluktuasi Harga DOC, Telur dan Daging Ayam

    Whats New
    Jelang Pengumuman Inflasi AS, Nilai Tukar Rupiah Ditutup Menguat

    Jelang Pengumuman Inflasi AS, Nilai Tukar Rupiah Ditutup Menguat

    Whats New
    Bank Jago Gandeng GoTo Financial Luncurkan Layanan Jago Merchant, Ini Manfaatnya

    Bank Jago Gandeng GoTo Financial Luncurkan Layanan Jago Merchant, Ini Manfaatnya

    Whats New
    Daftar 100 Perusahaan Terbesar di RI Versi Fortune Indonesia

    Daftar 100 Perusahaan Terbesar di RI Versi Fortune Indonesia

    Whats New
    Melenggang di Zona Hijau, IHSG Ditutup Menguat 0,23 Persen

    Melenggang di Zona Hijau, IHSG Ditutup Menguat 0,23 Persen

    Whats New
    Ada Potensi Ekonomi yang Besar, Jokowi Buka Kesempatan Investasi di Terminal Kijing

    Ada Potensi Ekonomi yang Besar, Jokowi Buka Kesempatan Investasi di Terminal Kijing

    Whats New
    Sampai Juni 2022, GasKita PGN Sudah Mengalir di 67 Kota dan Kabupaten

    Sampai Juni 2022, GasKita PGN Sudah Mengalir di 67 Kota dan Kabupaten

    Whats New
    Pertamina Jadi Perusahaan yang Raup Pendapatan Terbesar Versi Fortune Indonesia

    Pertamina Jadi Perusahaan yang Raup Pendapatan Terbesar Versi Fortune Indonesia

    Whats New
    Cegah Pertambangan Ilegal Meluas, Pemerintah Perlu Pendekatan Baru

    Cegah Pertambangan Ilegal Meluas, Pemerintah Perlu Pendekatan Baru

    Whats New
    Kisah Sukses Nila, Keluar Kerja untuk Bisnis Ecoprint sampai Kolam Lele

    Kisah Sukses Nila, Keluar Kerja untuk Bisnis Ecoprint sampai Kolam Lele

    Smartpreneur
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.