Kontribusi untuk Indonesia

Kompas.com - 08/10/2012, 03:00 WIB
Editor

DEWI INDRIASTUTI

General Electric adalah perusahaan teknologi maju, jasa, dan keuangan. GE ada di Indonesia sejak tahun 1940 dengan nilai investasi saat ini sekitar 1,2 miliar dollar AS.

Dengan semangat lebih lokal dan berkontribusi terhadap pertumbuhan perekonomian Indonesia, Handry Satriago diminta memimpin General Electric (GE) Indonesia sejak 2010. Pelahap semua buku, termasuk sastra karya Pramoedya Ananta Toer, Arswendo Atmowiloto, dan Dewi Lestari, itu mengaku bangga menjalani 16 tahun masa kerjanya di GE Indonesia.

”Saya merasa ada kontribusi. Tidak hanya mengeruk bumi dan membawa hasilnya ke mana atau membuat produk yang membahayakan. Produk yang kami hasilkan bermanfaat bagi orang lain,” kata Handry, Presiden dan Chief Executive Officer GE Indonesia, beberapa waktu lalu.

Berikut wawancara dengan Handry di ruang kerjanya di Jakarta.

Apa visi dan misi GE di Indonesia?

Kami ingin lebih lokal dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sekitar 60 tahun di Indonesia, kami selalu menjadi pemasok equipment yang sangat bagus.

Sejak tahun 2010, kami memakai pendekatan baru yang disebut sebagai rekan bisnis. Dari pemasok peralatan menjadi rekan bisnis. Selain itu, kami juga punya kontribusi terhadap negara. Maka, kami kembali lagi pada filosofi dasar bahwa kami akan tumbuh jika negara tumbuh. Pertumbuhan suatu negara ada kontribusi dari pertumbuhan perusahaan. Pertanyaan dasarnya, apa yang bikin kamu bangga kalau kamu kerja di GE Indonesia. Kami bangga bisa mendorong pertumbuhan ini. Kalau tidak, balik lagi ke jualan produk.

Dengan spirit itu, apa pun yang mau kami hasilkan di Indonesia selalu membawa teknologi baru. Kami bangga dalam 2 tahun ini berhasil membawa banyak hal, yaitu teknologi yang cukup baru di dunia industri, misalnya membawa mesin pesawat ke Garuda dan Lion yang efisien dan tidak polutif. Lokomotif yang lebih efisien, pembangkit listrik beremisi rendah, atau alat kesehatan dengan harga terjangkau.

Kami bangga kalau ada konsumen yang maju akibat kontribusi kami. Maka, kami menyediakan waktu untuk bicara dengan anak-anak muda atau mahasiswa. Pengembangan bakat lokal itu misalnya dengan Garuda Institut atau dengan Pertamina.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.