Kompas.com - 16/10/2012, 11:33 WIB
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri BUMN Dahlan Iskan tidak akan memberi ampunan kepada direksi atau bawahan BUMN yang melakukan tindakan korupsi. Kali ini ada indikasi korupsi uang perjalanan dinas.

"Ini ada di beberapa BUMN. Ada praktek perjalanan dinas fiktif. Nilainya sih tidak besar, tapi saya minta itu diurus, ini tidak ada ampun," kata Dahlan selepas Rapat Pimpinan di kantor Perum Perumnas Cawang, Jakarta, Selasa (16/10/2012).

Menurut Dahlan, praktek perjalanan dinas fiktif ini dilakukan saat ada perjalanan dinas atas nama orang BUMN namun di tiketnya tidak sama dengan orang bersangkutan. Model perjalanan dinas fiktif ini nantinya akan ditindak sendiri oleh Kementerian BUMN. Jadi tidak akan diserahkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), meski ada indikasi korupsi di tubuh Kementerian BUMN.

"Kita sendiri akan tindak, karena nilainya kecil, sekitar Rp 166 juta. Tapi ini benar-benar korupsi," tambahnya.

Kendati demikian, Dahlan enggan menjelaskan nama BUMN yang melakukan perjalanan dinas fiktif tersebut. Ia khawatir, jika disebut bisa merugikan BUMN yang dimaksud.

Sekadar catatan, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengungkapkan adanya kerugian negara/daerah akibat penyimpangan perjalanan dinas di pemerintah pusat dan daerah sepanjang semester I-2012 sebanyak 259 kasus senilai Rp 77 miliar.

Ketua BPK RI Hadi Purnomo menjelaskan dari total kerugian negara/daerah tersebut sebanyak 86 kasus senilai Rp 40,13 miliar merupakan perjalanan fiktif dan 173 kasus senilai Rp 36,87 miliar merupakan perjalanan dinas ganda atau perjalanan dinas melebihi standar yang ditetapkan.

"Penyimpangaan pelaksana perjalanan dinas yang selalu berulang antara lain disebabkan pegawai yang melaksanakan perjalanan dinas tidak mematuhi ketentuan pertanggungjawaban perjalanan dinas, pengendalian oleh atasan langsung lemah, pejabat terkait tidak memverifikasi bukti pertanggungjawaban secara memadai, serta terdapat biro perjalanan yang menyediakan tiket palsu, boarding pass palsu, dan hotel palsu," kata Hadi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.