Kompas.com - 17/10/2012, 11:39 WIB
|
EditorErlangga Djumena

KOMPAS.com — Dahlan Iskan dan Joko Widodo. Dua sosok yang selama ini menjadi trending topic pemberitaan di media massa akhirnya bertemu dalam satu meja.

Sebenarnya, dua orang beda gaya ini bukan pertama kali bertemu. Namun, pertemuan yang terjadi pada Selasa sore di kantor Kementerian BUMN ini merupakan pertemuan yang cukup hangat diperbincangkan.

Apalagi, Jokowi (begitu akrab disapa) baru sehari dilantik menjadi Gubernur DKI Jakarta sehingga segala tindakan, perkataan, dan tingkah laku mantan Wali Kota Solo ini selalu menjadi incaran media massa.

Kini, Dahlan Iskan baru genap setahun menjabat sebagai Menteri BUMN. Sementara Jokowi baru tiga hari secara resmi menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Dua orang keturunan Jawa yang sama-sama menduduki takhta di Medan Merdeka Selatan, sebuah nama jalan yang menggambarkan letak kantor masing-masing sosok tersebut.

Meski belum lama menjabat di masing-masing posisinya, dua nama ini santer diperbincangkan dan digadang-gadang menjadi calon presiden dan wakil presiden 2014-2019. Namun, apa pendapat keduanya? "Saya jadi Gubernur DKI Jakarta ini saja sudah pusing. Jadi, jangan ditanya soal itu," kata Jokowi selepas mengunjungi Menteri BUMN Dahlan Iskan di kantor Kementerian BUMN Jakarta, Selasa (16/10/2012).

Menurut Jokowi, tugas sebagai orang nomor satu di Jakarta sudah cukup memusingkan. Apalagi bila harus mengurus masyarakat satu negara. Maka dari itu, Jokowi lebih berpikir bagaimana mengurus dan menata masyarakat Jakarta secara benar dan menjalankan tugas sesuai program yang telah dijanjikan. "Saya mau konsentrasi kerja. Saya mau fokus dulu," jawabnya.

Di tempat yang sama, Menteri BUMN Dahlan Iskan yang cukup banyak suara menjagokannya sebagai calon presiden 2014 juga tidak banyak berkomentar. Namun, dia percaya takdir. "Itu campur tangan Tuhan. Tuhan sangat menentukan. Saya percaya dengan takdir dan untuk jabatan itu (calon presiden), takdir Tuhan sangat menentukan," jawab Dahlan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Entah pernyataan dari kedua sosok ini bersifat hanya pencitraan atau secara kebetulan, publik akan menilai sendiri kinerja dari kedua sosok tersebut. Apakah layak menggantikan sosok yang kini sedang menjabat di Medan Merdeka Utara alias nama jalan yang melintas di depan Istana Merdeka? Kita tunggu saja.

Simak kisah sosok lainnya di rubrik Sosok

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.