Trik Mengurangi Biaya Asuransi Kesehatan

Kompas.com - 25/10/2012, 13:41 WIB
EditorDini

KOMPAS.com - Banyak orang membeli produk asuransi tanpa memahami betul manfaat dan risiko dari produk tersebut. Untuk asuransi kesehatan, misalnya, kita sering berpikir bahwa mengantungi produk ini artinya kita sudah terjamin seutuhnya dalam hal kesehatan. Dengan kata lain, berapa pun ongkos perawatan yang kita keluarkan akan diganti seluruhnya. Padahal, tidak selalu begitu.

Perusahaan asuransi memiliki standar atau kalkulasi tertentu dalam menetapkan cakupan asuransi atau jumlah santunan yang bisa Anda terima. Beberapa faktor yang menentukan jumlah santunan itu antara lain, seberapa sehat kondisi tubuh Anda, bagaimana riwayat kesehatan keluarga Anda, dan berapa besar jumlah premi yang Anda bayarkan.

Sebaiknya, Anda membeli produk asuransi kesehatan ketika usia Anda masih muda, dan kondisi kesehatan sedang prima. Ketika asuransi kesehatan Anda beli saat tubuh Anda sedang tidak fit, atau sedang menjalani perawatan untuk penyakit tertentu, bisa jadi klaim Anda justru tidak diterima dalam kurun waktu tertentu.

Baca juga: Bergaya Hidup Sehat dan Panya Asuransi Sama Pentingnya

Untuk mendapatkan manfaat maksimal dari asuransi kesehatan, yang bisa Anda lakukan adalah:
1. Turunkan berat badan Anda. Pastikan Anda mempertahankan berat badan tidak naik dan tetap di angka yang normal. Dengan demikian, premi asuransi Anda akan menjadi rendah. Anda bisa mengecek berat badan normal Anda melalui penghitungan indeks massa tubuh (IMT). Bila hasil IMT menunjukkan bahwa berat badan Anda termasuk dalam kelas di overweight, perusahaan asuransi akan men-charge Anda dengan premi yang tinggi.

2. Rutin olahraga. Secara tidak langsung, asuransi kesehatan juga berfungsi menjaga jadwal olahraga Anda. Kalau Anda menjadikan olahraga sebagai kegiatan rutin, Anda akan terbiasa tetap aktif dan memberikan image yang positif mengenai kesehatan Anda.

3. Kurangi kebiasaan merokok
. Kebiasaan merokok akan mempengaruhi premi asuransi  secara negatif, dan kemungkinan tidak akan memberikan manfaat yang maksimal untuk Anda. Jika Anda berusaha menyembunyikan kebiasaan merokok ini dari agen asuransi Anda supaya bisa mendapat rate yang rendah, barangkali tak akan banyak menolong. Sebab, mayoritas kebijakan asuransi meliputi tes darah. Tes semacam ini bisa memastikan konsumsi tembakau Anda. Supaya bisa mendapat premi asuransi yang rendah, idealnya Anda sudah dalam keadaan berhenti merokok.

Baca juga: Lajang, Perlukah Membeli Asuransi Jiwa?

4. Hindari alkohol. Premi asuransi kesehatan Anda bisa naik jika Anda mengonsumsi alkohol secara rutin. Akan lebih baik jika Anda menghindari konsumsi alkohol sehingga perusahaan asuransi tidak menemukan alasan lain untuk meningkatkan premi Anda. Namun, sama seperti kebiasaan merokok, Anda harus menghentikan kebiasaan minum alkohol ini jauh sebelum mengirim aplikasi untuk membeli produk asuransi.

5. Tak perlu menambahkan informasi yang tidak bisa Anda ingat. Kalau Anda memang tidak dapat mengingat apakah Anda pernah didiagnosa dengan penyakit tertentu, jangan menambahkannya pada aplikasi asuransi. Rugi dong, kalau Anda mengira Anda mengidap penyakit tertentu sehingga perusahaan asuransi membuat kebijakan bahwa Anda tidak bisa mengklaim biaya perawatan untuk penyakit tersebut dalam jangka waktu dua tahun misalnya. Padahal, dugaan adanya penyakit tersebut tidak terbukti. Karena itu, sebutkan saja yang memang Anda ingat dengan baik.

Baca juga: 7 Mitos Membeli Asuransi Jiwa

Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X