Memilih Pengajuan Klaim Asuransi Kesehatan

Kompas.com - 28/10/2012, 10:32 WIB
|
EditorErlangga Djumena

KOMPAScom - Biaya perawatan di rumah sakit semakin lama semakin mahal. Untuk mengatasi beratnya biaya rumah sakit ini, kita dapat membeli asuransi kesehatan.

Kita tinggal membayar sejumlah premi, ketika sakit nanti perusahaan asuransi akan membayarkan sejumlah uang untuk mengganti biaya rumah sakit. Pemberian pengantian ini tergantung pada plan apa yang dibeli.

Biasanya, perusahaan asuransi memberikan beberapa pilihan plan, tergantung berapa premi yang kita bayar. Misalnya dengan membayar premi sebesar Rp 500.000 sebulan, plan manfaat yang diperoleh adalah pengantian kamar sebesar Rp 300.000 per hari, pengantian biaya bedah sebesar Rp 5.000.000 per kejadian, pengantian biaya obat sebesar Rp 1.000.000 dan penggantian biaya lainnya.

Ada dua cara pengajuan klaim asuransi kesehatan. Ada perusahaan asuransi yang mengeluarkan kartu untuk nasabahnya dan menentukan rumah sakit provider di mana saja kartu itu dapat digunakan. Kelebihannya, nasabah tidak harus mengeluarkan uang terlebih dahulu ketika membayar tagihan rumah sakitnya.

Tinggal menunjukkan kartunya, nanti rumah sakit akan menagih biaya nasabah ke perusahaan asuransi. Perusahaan asuransi lalu menghitung antara jumlah tagihan dengan jumlah pengantian yang menjadi hak nasabah. Jika terjadi selisih, artinya tagihan rumah sakit lebih besar dibandingkan dengan hak nasabah, baru perusahaan asuransi menagih kekurangannya kepada nasabah.

Kekurangan dari sistem ini, jumlah rumah sakit yang menjadi provider perusahaan asuransi terbatas. Jadi Anda harus memastikan ada rumah sakit provider yang terdekat dengan rumah Anda. Selain biaya premi, biasanya perusahaan asuransi juga mengutip biaya kartu jika nasabah menggunakan sistem pembayaran seperti ini.

Cara kedua dengan reimburse. Nasabah dapat dengan leluasa memilih rumah sakit mana yang akan dituju. Setelah keluar dari rumah sakit, nasabah terlebih dahulu membayarkan biaya rumah sakitnya. Setelah itu dengan melengkapi formulir, memberikan tagihan rumah sakit kepada perusahaan asuransi. Setelah formulir lengkap,perusahaan asuransi memberikan penggantian kepada nasabah seturut dengan plan yang dimilikinya. Walaupun nasabah lebih leluasa dalam memilih rumah sakit, dengan cara seperti ini nasabah harus menalangi dahulu biaya rumah sakit yang diperlukan.

Cara mana yang paling nyaman untuk Anda ?

Baca tentang
    Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
    Ikut


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    5 Kesalahan Finansial yang Perlu Dihindari oleh Pasangan Baru Nikah

    5 Kesalahan Finansial yang Perlu Dihindari oleh Pasangan Baru Nikah

    Smartpreneur
    Schneider Electric Gandeng iMasons untuk Perkuat Industri Infrastruktur Digital

    Schneider Electric Gandeng iMasons untuk Perkuat Industri Infrastruktur Digital

    Rilis
    [POPULER MONEY] Tahapan yang Dilalui Penumpang Lion | Defisit Selalu Ditambal dengan Utang

    [POPULER MONEY] Tahapan yang Dilalui Penumpang Lion | Defisit Selalu Ditambal dengan Utang

    Whats New
    Kader Gerindra Jadi Eksportir Lobster, Edhy: Keputusan Bukan Saya, Tapi Tim

    Kader Gerindra Jadi Eksportir Lobster, Edhy: Keputusan Bukan Saya, Tapi Tim

    Whats New
    Erick Thohir Ingin Rampingkan BUMN Hingga Tersisa 40 Perusahaan Saja

    Erick Thohir Ingin Rampingkan BUMN Hingga Tersisa 40 Perusahaan Saja

    Whats New
    Fakta Lobster, Dulunya Makanan Orang Miskin dan Narapidana

    Fakta Lobster, Dulunya Makanan Orang Miskin dan Narapidana

    Whats New
    Erick Thohir: Jangan Hanya Siap Diangkat menjadi Pejabat, Tapi juga Harus Siap Dicopot

    Erick Thohir: Jangan Hanya Siap Diangkat menjadi Pejabat, Tapi juga Harus Siap Dicopot

    Whats New
    Perkuat Aplikasi Pangan, BGR Logistics Gandeng HARA Technology

    Perkuat Aplikasi Pangan, BGR Logistics Gandeng HARA Technology

    Whats New
    Pandemi Corona, Laba Produsen Mi Instan Korea Melonjak 361 Persen

    Pandemi Corona, Laba Produsen Mi Instan Korea Melonjak 361 Persen

    Whats New
    Ada Pandemi Covid-19, Bagaimana Nasib Pendanaan Ibu Kota Baru?

    Ada Pandemi Covid-19, Bagaimana Nasib Pendanaan Ibu Kota Baru?

    Whats New
    Melihat Peluang Bisnis Berpotensi Cuan Saat New Normal, Ini Caranya

    Melihat Peluang Bisnis Berpotensi Cuan Saat New Normal, Ini Caranya

    Work Smart
    Penuhi Kebutuhan di Masa Pandemi, Belanja “Online” Jadi Solusi

    Penuhi Kebutuhan di Masa Pandemi, Belanja “Online” Jadi Solusi

    Spend Smart
    Mentan Yakinkan Petani Mudah Dapatkan KUR dari LKM-A dan Koptan

    Mentan Yakinkan Petani Mudah Dapatkan KUR dari LKM-A dan Koptan

    Rilis
    Kemenhub Buka Suara Soal 3 Pilot yang Terjerat Kasus Narkoba

    Kemenhub Buka Suara Soal 3 Pilot yang Terjerat Kasus Narkoba

    Whats New
    KKP Siap Beri Pinjaman Lunak untuk Nelayan Pembudidaya Lobster

    KKP Siap Beri Pinjaman Lunak untuk Nelayan Pembudidaya Lobster

    Whats New
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X