Kompas.com - 05/11/2012, 14:13 WIB
|
EditorA. Wisnubrata

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan domestik bruto (PDB) Indonesia pada kuartal III-2012 sebesar 6,17 persen. Nilai tersebut cenderung lebih rendah dibanding kuartal III-2011 yang tumbuh 6,5 persen.

"Pertumbuhan ekonomi Indonesia secara tahunan naik 6,17 persen, secara kuartalan naik 3,21 persen dan secara akumulasi naik 6,29 persen," kata Kepala BPS Suryamin di kantornya Jakarta, Senin (5/11/2012).

Menurut Suryamin, pertumbuhan ekonomi Indonesia tersebut dikontribusikan oleh konsumsi rumah tangga 5,68 persen. Namun konsumsi tersebut bukan disebabkan karena konsumsi makanan tapi karena lebaran, liburan dan sebagainya yang mengontribusikan kenaikan 6,7 persen. Sementara konsumsi rumah tangga dari sektor makanan mengontribusikan kenaikan 4,72 persen.

Di sisi lain, PDB juga disebabkan penurunan konsumsi pemerintah sebesar 3,22 persen. "Penurunan ini karena penurunan belanja pegawai tahunan yaitu realisasi gaji PNS ke-13 sudah dibayar Juni 2012. Jadi sekarang tidak ada pembayaran gaji lagi. Ada juga moratorium pegawai, penerimaan PNS di akhir 2011 serta penurunan juga untuk bantuan sosial. Raskin juga menurun 1 juta Rumah Tangga," tambahnya.

Selain itu, dari sisi sektor, pertumbuhan ekonomi Indonesia juga dikontribusikan dari sektor perdagangan, hotel, restoran yang naik 1,22 persen, pengangkutan dan komunikasi yang naik 1,02 persen serta sektor industri pengolahan yang naik 1,62 persen. "Ini merupakan tiga sektor tertinggi yang menyebabkan ekonomi Indonesia tumbuh. Itu merupakan sektor non tradeable, yang menyerap tenaga kerja tinggi, tapi itu hanya yang punya skill saja," tambahnya.

Sedangkan Pembentukan Modal Tetap Bruto naik 10,02 persen, ekspor turun 2,78 persen dan impor turun 0,54 persen. "Di Juli lalu, kita mengalami deflasi, di Agustus dan September kita juga sudah mengalami surplus, meski tipis. Ini juga menjadi penopangnya," tambahnya.

Di sisi lain, ekonomi RI pada kuartal III-2012 secara kuartalan naik 3,21 persen. Kontribusinya dari pengeluaran konsumsi Rumah Tangga 2,71 persen, PMTB naik 2,94 persen, ekspor turun 0,21 persen dan impor naik 8,36 persen. Secara akumulasi, PDB Indonesia naik 6,29 persen yang disebabkan karena kenaikan konsumsi rumah tangga 5,29 persen, belanja pegawai naik 2,97 persen, PMTB 10,77 persen, ekspor 2,21 persen dan impor 6,04 persen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.