Kompas.com - 06/11/2012, 11:07 WIB
|
EditorA. Wisnubrata

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Hatta Radjasa merasa kurang puas bila perekonomian Indonesia pada kuartal III-2012 hanya tumbuh 6,17 persen. Padahal targetnya bisa tumbuh 6,3 persen.

"Saya tidak happy dengan realisasi pertumbuhan ekonomi di kuartal III-2012 kemarin," kata Hatta saat ditemui pada rapat Evaluasi Perkembangan Pembangunan Proyek-proyek di koridor Ekonomi Sumatera di kantor Menko Jakarta, Selasa (6/11/2012).

Menurut Hatta, hal-hal yang tidak membuatnya bahagia adalah soal belanja pemerintah pada periode yang sama yang menunjukkan tren negatif. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), belanja pemerintah turun 3,22 persen. Penyebabnya karena penurunan belanja pegawai tahunan yaitu realisasi gaji PNS ke-13 yang sudah dibayar Juni 2012. Jadi sekarang tidak ada pembayaran gaji lagi.

"Saya harap, belanja pemerintah pada kuartal IV-2012 bisa melonjak lagi. Untungnya kita masih ditopang oleh investasi dan konsumsi rumah tangga," jelasnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan domestik bruto (PDB) Indonesia pada kuartal III-2012 sebesar 6,17 persen. Nilai tersebut cenderung lebih rendah dibanding kuartal III-2011 yang tumbuh 6,5 persen.

"Pertumbuhan ekonomi Indonesia secara tahunan naik 6,17 persen, secara kuartalan naik 3,21 persen dan secara akumulasi naik 6,29 persen," kata Kepala BPS Suryamin di kantornya Jakarta, Senin (5/11/2012).

Menurut Suryamin, pertumbuhan ekonomi Indonesia tersebut dikontribusikan oleh konsumsi rumah tangga 5,68 persen. Namun konsumsi tersebut bukan disebabkan karena konsumsi makanan tapi karena lebaran, liburan dan sebagainya yang memberikan kenaikan 6,7 persen. Sementara konsumsi rumah tangga dari sektor makanan mengontribusikan kenaikan 4,72 persen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, dari sisi sektor, pertumbuhan ekonomi Indonesia juga mendapat kontribusi dari sektor perdagangan, hotel, restoran yang naik 1,22 persen, pengangkutan dan komunikasi yang naik 1,02 persen serta sektor industri pengolahan yang naik 1,62 persen.

"Ini merupakan tiga sektor tertinggi yang menyebabkan ekonomi Indonesia tumbuh. Itu merupakan sektor non tradeable, yang menyerap tenaga kerja tinggi, tapi itu hanya yang punya skill saja," tambahnya.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.