Kompas.com - 13/11/2012, 17:27 WIB
|
EditorNasru Alam Aziz

MEDAN, KOMPAS.com -- Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan mendesak pemerintah Indonesia mengambil langkah nyata dengan upaya diplomatik, agar Pemerintah Malaysia melindungi tenaga kerja Indoneisa (TKI). Seruan ini terkait kasus dugaan pemerkosaan oleh tiga polisi Malaysia terhadap seorang tenaga kerja wanita (TKW) asal Indonesia.

"Kami juga meminta Pemerintah Indonesia, khususnya Presiden menyikapi persoalan TKI dengan mengawal proses hukum terhadap pelaku, polisi Malaysia. Presiden juga perlu memberi hak rehabilitasi terhadap TKI selaku korban tindak pidana pemerkosaan," kata Kepala Divisi Buruh, Perempuan, dan Anak LBH Medan Yurika N, Selasa (13/11/2012) di Medan.

Staf Divisi Buruh, Perempuan, dan Anak William A Zai menambahkan, selain pemerkosaan, LBH menyayangkan adanya obral TKW sebagimana bunyi sebuah iklan yang tersebar di Chow Kit, Kuala Lumpur, Malaysia. Itu merupakan potret buram tenaga kerja Indonesia yang mencari pekerjaan hingga sampai diobral tidak mempunyai harga diri sebagai seorang manusia. Hal tersebut merupakan bentuk pelecehan maupun penghinaan terhadap warga negara Indonesia di Malaysia.

"Hal ini sangat bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan yang telah diratifikasi di Indonesia, yaitu pada Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2005 tentang Kovenan Sipol dan UU Nomor 12 tentang Kovenan Ekosob," tuturnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.