PT Timah Menjajaki Tambang di Myanmar

Kompas.com - 22/11/2012, 02:39 WIB
Editor

Jakarta, Kompas - Badan usaha milik negara yang bergerak di bidang pertambangan timah, PT Timah Tbk, tengah menjajaki kegiatan eksplorasi pertambangan timah di Myanmar. Total investasi yang dibutuhkan untuk merealisasikan hal itu senilai Rp 18 juta dollar AS.

Direktur Utama PT Timah Tbk Sukrisno mengungkapkan, perseroan tengah menyiapkan dokumen serta mengurus perizinan di dalam negeri ataupun dengan Pemerintah Myanmar.

”Izin prinsip dengan pihak Myanmar sudah ada. Pertama, kami punya strategi itu menyiapkan dokumen-dokumen termasuk kontrak. Eksploitasi ditargetkan mulai tahun depan dan produksi mulai 2014,” kata Sukrisno dalam paparan publik di Jakarta, Rabu (21/11).

Diungkapkan Sukrisno, eksplorasi dan eksploitasi itu diincar di lahan seluas 10.000 hektar. Total investasi yang diperhitungkan mencapai minimal 18 juta dollar AS secara berkesinambungan (multiyears). Ia menegaskan, kemungkinan waktunya bisa berkurang dan bertambah sesuai kenyataan di lapangan.

”Kami juga menjajaki pembangunan smelter (pengolahan), tapi masih menunggu pertimbangan, eksploitasi atau langsung membangun sebelum eksplorasi,” kata Sukrisno.

Berbagai upaya dilakukan perseroan untuk tetap menjaga pertumbuhan. Laba bersih PT Timah pada triwulan III 2012, misalnya, anjlok 57 persen menjadi Rp 370 miliar dibandingkan perolehan pada periode sama tahun lalu yang senilai Rp 860 miliar. Laba turun disebabkan produksi turun karena permintaan berkurang. Penurunan produksi juga dipengaruhi Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 24 Tahun 2012 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 28 Tahun 2009 tentang Penyelenggaraan Usaha Jasa Pertambangan dan Mineral.

Sukrisno menyatakan, tahun depan pihaknya tidak mematok hasil produsi lebih tinggi dibandingkan tahun ini. Hal itu dilakukan dengan orientasi utama menambah keuntungan. ”Kami menargetkan meraih hasil produksi 29.000-30.000 ton pada 2012 dan 2013. Namun, perkiraan soal harga belum diputuskan. Kami juga siap menekan ongkos produksi dari ongkos produksi sebelumnya. Kami berharap hasilnya optimal,” ujarnya.(BEN)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BEI Bakal Luncurkan Produk Waran Terstruktur, Seperti Apa?

BEI Bakal Luncurkan Produk Waran Terstruktur, Seperti Apa?

Whats New
Dukung Pemberdayaan UMKM, Bank Mandiri Salurkan KUR Senilai Rp 14,41 Triliun Hingga April 2022

Dukung Pemberdayaan UMKM, Bank Mandiri Salurkan KUR Senilai Rp 14,41 Triliun Hingga April 2022

Rilis
GoTo: Pesanan di Tokopedia yang Diantar GoSend Melonjak Selama Ramadhan 2022

GoTo: Pesanan di Tokopedia yang Diantar GoSend Melonjak Selama Ramadhan 2022

Rilis
Harga Batu Bara Naik Signifikan, ITMG Kantongi Laba Bersih 213 Juta Dollar AS

Harga Batu Bara Naik Signifikan, ITMG Kantongi Laba Bersih 213 Juta Dollar AS

Whats New
PT KAI Imbau Penumpang Cermati Syarat Perjalanan Terbaru

PT KAI Imbau Penumpang Cermati Syarat Perjalanan Terbaru

Whats New
Operator Bandara Optimistis Syarat Perjalanan Udara Terbaru Bisa Naikkan Jumlah Penumpang Pesawat

Operator Bandara Optimistis Syarat Perjalanan Udara Terbaru Bisa Naikkan Jumlah Penumpang Pesawat

Whats New
Prokes Dilonggarkan, Masih Wajib Gunakan PeduliLindungi?

Prokes Dilonggarkan, Masih Wajib Gunakan PeduliLindungi?

Whats New
Cek Kurs Rupiah Hari Ini di CIMB Niaga hingga Bank Mandiri

Cek Kurs Rupiah Hari Ini di CIMB Niaga hingga Bank Mandiri

Whats New
TURI Akan Tebar Dividen Rp 48 Per Saham

TURI Akan Tebar Dividen Rp 48 Per Saham

Whats New
Erick Thohir Jelaskan Penyebab Menumpuknya Utang BUMN Karya

Erick Thohir Jelaskan Penyebab Menumpuknya Utang BUMN Karya

Whats New
Pendaftar Sekolah Kedinasan Lanjut Tahap SKD, Kementerian PAN-RB: Tidak Ada Ruang Kecurangan

Pendaftar Sekolah Kedinasan Lanjut Tahap SKD, Kementerian PAN-RB: Tidak Ada Ruang Kecurangan

Whats New
IHSG Bergerak di Zona Merah, Rupiah Sentuh Rp 14.734 Per Dollar AS

IHSG Bergerak di Zona Merah, Rupiah Sentuh Rp 14.734 Per Dollar AS

Whats New
Aktivitas Belanja Online Kembali Naik, SiCepat Ekspres Catat 46 Persen Lonjakan Pengiriman Paket Lebaran

Aktivitas Belanja Online Kembali Naik, SiCepat Ekspres Catat 46 Persen Lonjakan Pengiriman Paket Lebaran

Whats New
Nikel Indonesia, Elon Musk, dan Peluang Bioekonomi

Nikel Indonesia, Elon Musk, dan Peluang Bioekonomi

Whats New
Harga Emas Antam Naik Rp 2.000 Per Gram Hari Ini

Harga Emas Antam Naik Rp 2.000 Per Gram Hari Ini

Earn Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.