Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ancol Tawarkan Kupon Obligasi di Kisaran 7,75 - 8,7 Persen

Kompas.com - 26/11/2012, 17:27 WIB
Robertus Benny Dwi Koestanto

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com -- PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) menawarkan obligasi II tahun 2012 senilai Rp 300 miliar. Obligasi yang dirilis dalam dua seri tersebut ditawarkan dengan kisaran kupon 7,75-8,7 persen.

"Untuk Seri A dengan jangka waktu tiga tahun kuponnya sebesar 7,5-8,4 persen. Sedangkan untuk seri B dengan jangka waktu lima tahun besaran kuponnya di kisaran 7,75-8,7 persen," kata Dadang Suryanto, Direktur Head of Investment Banking, PT Mandiri Sekuritas, selaku penjamin pelaksana emisi obligasi PJAA, Senin (26/11/2012) di Jakarta.

Ia menjelaskan, dalam masa penawaran nanti, investor yang disasar antara lain Dana Pensiun, Asuransi, Bank, dan Asset Manajemen. "Kita harapkan ke sana," kata Dadang.

Namun jika pada masa penawaran nanti mengalami kelebihan permintaan, Dadang menegaskan bahwa PJAA tidak akan mengakomodasi dengan menaikan jumlah obligasi yang dirilis tersebut.

Direktur Utama PJAA Budi Karya Sumadi mengatakan, alokasi dana hasil obligasi tersebut, sebesar Rp 100 miliar untuk penyertaan modal di Dunia Fantasi (Dufan), sementara sisanya untuk mendanai sebagian biaya pembangunan Coastavila yang terletak di kawasan Ancol bagian timur.

"Investasi Coastavila tahun ini sudah Rp 100 miliar. Tahun depan karena ada pembangunan lanjutan, nanti nambah lagi Rp 200 miliar," ujar Budi.

Ada tiga proyek properti besar yang sedang dikerjakan Perseroan. Selain proyek Coastavila, Ancol juga membangun hotel dan apertemen berbiaya murah. "Tiga proyek properti ini membutuhkan investasi di kisaran Rp 300 miliar - Rp 500 miliar," ujar Budi.

Untuk diketahui, hingga akhir tahun ini Ancol menargetkan perolehan laba sebesar Rp 170 miliar. Sementara target pendapatannya sebesar Rp 1,1 triliun. "Kalau untuk tahun depan kita targetkan laba lebih tinggi karena banyak pengembangan usaha. Kita harapkan bisa meraih laba hingga Rp 190 miliar, dengan hasil penjualan sebesar Rp 1,3 triliun hingga Rp 1,4 triliun," tutur Budi.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Paylater BCA Punya 89.000 Nasabah sampai Kuartal I-2024

Paylater BCA Punya 89.000 Nasabah sampai Kuartal I-2024

Whats New
Hadapi Tantangan Bisnis, Bank DKI Terus Kembangkan Produk Digital

Hadapi Tantangan Bisnis, Bank DKI Terus Kembangkan Produk Digital

Whats New
Kemendag Mulai Lakukan Evaluasi Rencana Kenaikan Harga MinyaKita

Kemendag Mulai Lakukan Evaluasi Rencana Kenaikan Harga MinyaKita

Whats New
Simak Daftar 10 'Smart City' Teratas di Dunia

Simak Daftar 10 "Smart City" Teratas di Dunia

Whats New
Kuartal I-2024, Laba Bersih BCA Naik 11,7 Persen Jadi Rp 12,9 Triliun

Kuartal I-2024, Laba Bersih BCA Naik 11,7 Persen Jadi Rp 12,9 Triliun

Whats New
Bantah Pesawatnya Jatuh di NTT, Wings Air: Kami Sedang Upayakan Langkah Hukum...

Bantah Pesawatnya Jatuh di NTT, Wings Air: Kami Sedang Upayakan Langkah Hukum...

Whats New
MK Tolak Gugatan Sengketa Pilpres, Rupiah Menguat dan IHSG Kikis Pelemahan

MK Tolak Gugatan Sengketa Pilpres, Rupiah Menguat dan IHSG Kikis Pelemahan

Whats New
Laba Bersih Emiten Toto Sugiri Melonjak 40 Persen pada 2023, Jadi Rp 514,2 Miliar

Laba Bersih Emiten Toto Sugiri Melonjak 40 Persen pada 2023, Jadi Rp 514,2 Miliar

Whats New
Ekonom: Pemilu Berdampak pada Stabilitas Ekonomi dan Sektor Keuangan di RI

Ekonom: Pemilu Berdampak pada Stabilitas Ekonomi dan Sektor Keuangan di RI

Whats New
Pertumbuhan Kredit dan Pendanaan Perbankan 2024 Diproyeksi Masih Baik di Tengah Ketidakpastian Global

Pertumbuhan Kredit dan Pendanaan Perbankan 2024 Diproyeksi Masih Baik di Tengah Ketidakpastian Global

Whats New
Konsultasi ESG Makin Dibutuhkan, Sucofindo Tingkatkan Layanan LVV

Konsultasi ESG Makin Dibutuhkan, Sucofindo Tingkatkan Layanan LVV

Whats New
Imbas Konflik Iran-Israel, Harga Pangan Bisa Meroket

Imbas Konflik Iran-Israel, Harga Pangan Bisa Meroket

Whats New
Gandeng BRI, BPKH Distribusikan Uang Saku Jemaah Haji Rp 665 Miliar

Gandeng BRI, BPKH Distribusikan Uang Saku Jemaah Haji Rp 665 Miliar

Whats New
Diskon Tiket Kereta Keberangkatan 22-30 April, Ini Cara Belinya

Diskon Tiket Kereta Keberangkatan 22-30 April, Ini Cara Belinya

Whats New
Pasar Modal 2024, 'Outlook' Cerah dengan Sektor Perbankan yang Dominan

Pasar Modal 2024, "Outlook" Cerah dengan Sektor Perbankan yang Dominan

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com