Tiga Pencuri Motor Ditembak Polisi

Kompas.com - 06/01/2013, 04:17 WIB
Editor

SURABAYA, KOMPAS - Petugas Kepolisian Daerah Jawa Timur, Sabtu (5/1), terpaksa menembakkan timah panas untuk melumpuhkan tiga tersangka pencurian sepeda motor di Kabupaten Sidoarjo dan Mojokerto. Ketiga tersangka itu diterjang peluru pada bagian kaki kanan ketika akan melarikan diri.

Ketiga tersangka pencuri sepeda motor itu adalah W (39), QY (41), dan T (25). Mereka kerap beraksi mencuri sepeda motor, terkadang dengan kekerasan. W merupakan residivis yang pernah terlibat kasus pembunuhan.

”Komplotan ini kerap beraksi memakai senjata tajam. Karena mereka akan melarikan diri, terpaksa kakinya ditembak,” ungkap Kepala Bidang Humas Polda Jatim Komisaris Besar Hilman Thayib, di Surabaya, Sabtu (5/1).

Hilman mengatakan, tiga tersangka itu terakhir beraksi pada 29 Desember lalu di Bejijong, Kecamatan Trowulan, Mojokerto, dengan melarikan sepeda motor Yamaha Mio bernomor polisi S 2475 PI milik M Doni. Saat itu, ketiga tersangka berboncengan sepeda motor mendatangi korban yang sedang berhenti di tepi jalan Desa Bejijong dengan mengacungkan celurit. Karena takut, korban lari menjauh dari sepeda motornya. Sepeda motor itu dibawa kabur tersangka.

Polisi memburu dan mendapatkan W di Krian, Sidoarjo, Senin lalu, saat mengendarai Yamaha Mio hasil curiannya. Tersangka menyerah setelah ditembak di bagian kakinya.

Polisi pada Sabtu menangkap QY dan T di tempat tinggalnya di Mojokerto berkat informasi dari W. Keduanya juga ditembak. Dari tangan tersangka, polisi menyita dua sepeda motor. (ilo)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Merasa Tidak Bersalah, Antam Bakal Lawan Balik Gugatan 1,1 Ton Emas

Merasa Tidak Bersalah, Antam Bakal Lawan Balik Gugatan 1,1 Ton Emas

Whats New
Airlangga: Selain Vaksinasi, Donor Konvalesen Bisa Bantu Pasien Covid-19

Airlangga: Selain Vaksinasi, Donor Konvalesen Bisa Bantu Pasien Covid-19

Whats New
Kata Pertamina, Ini Kelebihan dari Digitalisasi SPBU

Kata Pertamina, Ini Kelebihan dari Digitalisasi SPBU

Whats New
Pemerintah Dorong Gasifikasi Batu Bara Melalui Berbagai Regulasi

Pemerintah Dorong Gasifikasi Batu Bara Melalui Berbagai Regulasi

Whats New
Realisasi Wajib Tanam Bawang Putih 2020 Baru 30 Persen

Realisasi Wajib Tanam Bawang Putih 2020 Baru 30 Persen

Whats New
Cadangan Minyak Terus Menipis, ini Langkah yang Dilakukan Pemerintah

Cadangan Minyak Terus Menipis, ini Langkah yang Dilakukan Pemerintah

Whats New
Banyak Saham Auto Reject Bawah, Netizen Salahkan Sekuritas Lakukan 'Forced Sell'

Banyak Saham Auto Reject Bawah, Netizen Salahkan Sekuritas Lakukan "Forced Sell"

Whats New
Sri Mulyani Peringatkan Masalah Vaksin Bisa Jadi Krisis Moral Dunia

Sri Mulyani Peringatkan Masalah Vaksin Bisa Jadi Krisis Moral Dunia

Whats New
Ada Penggeledahan Kejagung Terkait Dugaan Korupsi, BPJS Ketenagakerjaan Tetap Beroperasi Normal

Ada Penggeledahan Kejagung Terkait Dugaan Korupsi, BPJS Ketenagakerjaan Tetap Beroperasi Normal

Whats New
Kemenkop UKM dan Kemenparekraf Berkolaborasi untuk Kembangkan 5 Destinasi Super-Prioritas

Kemenkop UKM dan Kemenparekraf Berkolaborasi untuk Kembangkan 5 Destinasi Super-Prioritas

Rilis
Airlangga: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2021 Akan Lebih Rendah dari Tahun lalu

Airlangga: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2021 Akan Lebih Rendah dari Tahun lalu

Whats New
Viral Video Pengiriman Paket Berisikan Ular Hidup, Ini Tanggapan Perusahaan Logistik

Viral Video Pengiriman Paket Berisikan Ular Hidup, Ini Tanggapan Perusahaan Logistik

Whats New
Ini Waktu yang Dipilih Masyarakat untuk Menjual Mobilnya

Ini Waktu yang Dipilih Masyarakat untuk Menjual Mobilnya

Spend Smart
KSPI: Turunnya Jumlah Peserta BPJS Ketenagakerjaan Bukti Ledakan PHK Gelombang Kedua

KSPI: Turunnya Jumlah Peserta BPJS Ketenagakerjaan Bukti Ledakan PHK Gelombang Kedua

Rilis
Waktunya Pemerintah dan Swasta Bersatu Tanggulangi Dampak Pandemi Covid-19

Waktunya Pemerintah dan Swasta Bersatu Tanggulangi Dampak Pandemi Covid-19

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X