Relokasi Pabrik Butuh Enam Bulan

Kompas.com - 07/01/2013, 16:48 WIB
|
EditorRobert Adhi Ksp

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi menegaskan, kenaikan upah buruh yang tidak berujung penyelesaian menyebabkan sejumlah pengusaha menutup pabrik di Indonesia. Namun, untuk relokasi pabrik, mereka setidaknya membutuhkan waktu enam bulan untuk menyelesaikan proses membayar pesangon buruh.

"Tidak bisa secepat kilat untuk relokasi pabrik," kata Sofjan yang ditemui dalam dialog nasional Laskar Ampera Arief Rachman Hakim Angkatan 66 di Jakarta, Senin (7/1/2013).

Menurut Sofjan, beban yang ditanggung investor sangat berat. Sudah persoalan upah, kini pemerintah membebani lagi dengan kenaikan tarif tenaga listrik.

Sampai saat ini pihaknya masih melakukan sejumlah dialog untuk menyelesaikan persoalan upah. Namun, sebagian sudah mengurangi jumlah buruhnya, terutama tenaga alih daya (outsourcing).

Menurut dia, pengusaha lebih memilih kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) ketimbang kenaikan tarif tenaga listrik. Sebab, listrik jauh lebih penting dalam meningkatkan produktivitas daripada BBM. Listrik dapat menghasilkan devisa lebih besar bagi negara, termasuk dalam komponen pajak.   

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X