Penurunan Bea Keluar Tak Efektif

Kompas.com - 08/01/2013, 02:11 WIB
Editor

Jakarta, Kompas - Penurunan bea keluar minyak kelapa sawit mentah (CPO) selama tiga bulan terakhir tidak mampu mendorong ekspor CPO Indonesia. Sebab, penurunan tersebut bukan didesain oleh pemerintah, melainkan faktor alamiah karena penurunan harga di pasar internasional. Ekspor CPO tetap terkendala karena permintaan global melambat.

Hal itu disampaikan Direktur Utama Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Fadhil Hasan, di Jakarta, Senin (7/1). ”Menurut teori, memang, jika bea keluar turun, ekspor bisa naik. Tetapi jangan lupa bahwa penurunan bea keluar itu terjadi secara alamiah karena faktor penentunya, yakni harga internasional, memang turun,” katanya.

Menurut Fadhil, kondisi itu berbeda dengan Malaysia yang sengaja mendesain bea keluar CPO di level rendah. Malaysia memangkas bea keluar yang sebelumnya 23 persen ke level 4,5-8 persen. ”Jadi, meski Indonesia sudah turun, persentasenya masih kalah dibandingkan Malaysia,” ujarnya.

Bea keluar CPO untuk Januari 2013 ditetapkan 7,5 persen. Angka tersebut adalah yang terendah sepanjang sejarah. Sebelumnya, bea keluar CPO ditetapkan 9 persen pada Desember dan November 2012. Menurut data Gapki, ekspor CPO bulan November 2012 mencapai 1,8 juta ton, sementara bulan Desember justru turun ke level 1,7 juta ton.

Hal senada diungkapkan Sekretaris Jenderal Gapki Joko Supriyono. Menurut dia, penurunan bea keluar tidak berpengaruh secara signifikan. ”Kalaupun ada peningkatan ekspor, bukan semata-mata karena penurunan bea keluar, tetapi lebih karena distorsi pasar,” ujarnya.

Menurut Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Bachrul Chairi, penurunan bea keluar tak lepas dari pengaruh penurunan harga CPO. Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, harga referensi CPO selama satu bulan terakhir adalah 780,26 dollar AS per metrik ton, turun 5,4 persen dibandingkan dengan harga bulan sebelumnya yang berada di kisaran 825,34 dollar AS per metrik ton.

Gapki memproyeksikan volume ekspor produk kelapa sawit seperti palm kernel, CPO, dan produk turunan lainnya hingga akhir tahun 2012 akan menembus 18 juta ton. Jumlah ini tumbuh 9,09 persen dibandingkan dengan ekspor tahun 2011 yang sebanyak 16,5 juta ton.

Produksi CPO sepanjang tahun 2012 mencapai 25,5 juta ton. Tahun ini Gapki memproyeksikan produksi CPO naik ke level 27,3 juta ton.

Menurut Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, hilirisasi CPO terus menunjukkan peningkatan. Periode Januari-Oktober 2012 pangsa volume ekspor CPO mencapai 33,8 persen, sementara produk turunannya mencapai 66,2 persen. Hal serupa terjadi dari sisi nilai. Pangsa nilai ekspor CPO mencapai 33,2 persen, sementara produk turunannya 66,8 persen. (ENY)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Suku Bunga Acuan BI Naik Dua Kali, Bank Besar Sudah Naikkan Bunga Kredit?

Suku Bunga Acuan BI Naik Dua Kali, Bank Besar Sudah Naikkan Bunga Kredit?

Whats New
Dibuka Merah, IHSG Kembali Merosot ke Bawah 7.100

Dibuka Merah, IHSG Kembali Merosot ke Bawah 7.100

Whats New
Pelabuhan Kuala Tanjung Bakal Jadi Transhipment Port, Apa Itu?

Pelabuhan Kuala Tanjung Bakal Jadi Transhipment Port, Apa Itu?

Whats New
Naik Rp 2.000 Per Gram, Cek Rincian Harga Emas Antam Hari Ini

Naik Rp 2.000 Per Gram, Cek Rincian Harga Emas Antam Hari Ini

Earn Smart
Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Spend Smart
Anindya Bakrie dan Erick Thohir Kuasai 51 Persen Saham Klub Sepak Bola Oxford United

Anindya Bakrie dan Erick Thohir Kuasai 51 Persen Saham Klub Sepak Bola Oxford United

Whats New
Program Kompor Listrik Batal, Luhut: Kita Tidak Ingin Buru-buru

Program Kompor Listrik Batal, Luhut: Kita Tidak Ingin Buru-buru

Whats New
Esteh, Komunikasi, dan Somasi dalam Pusaran Media Sosial

Esteh, Komunikasi, dan Somasi dalam Pusaran Media Sosial

Whats New
Daftar Kereta Api yang Jadwal Perjalanannya Makin Cepat Mulai Hari Ini

Daftar Kereta Api yang Jadwal Perjalanannya Makin Cepat Mulai Hari Ini

Whats New
Lowongan Kerja PT KCIC untuk Lulusan SMK, Ini Syaratnya

Lowongan Kerja PT KCIC untuk Lulusan SMK, Ini Syaratnya

Work Smart
Link dan Cara Daftar Pendataan Tenaga Non-ASN BKN 2022

Link dan Cara Daftar Pendataan Tenaga Non-ASN BKN 2022

Whats New
Harga Minyak Mentah Dunia Naik Lebih dari 2 Persen, Apa Sebabnya?

Harga Minyak Mentah Dunia Naik Lebih dari 2 Persen, Apa Sebabnya?

Whats New
Minim Sentimen Positif, IHSG Berpotensi Kembali Tertekan Hari Ini

Minim Sentimen Positif, IHSG Berpotensi Kembali Tertekan Hari Ini

Whats New
Sri Mulyani Sebut Minuman Manis Dalam Kemasan Berpotensi Kena Cukai pada 2023

Sri Mulyani Sebut Minuman Manis Dalam Kemasan Berpotensi Kena Cukai pada 2023

Whats New
[POPULER MONEY] Cara Buat Kartu ASN Virtual Seecara Online | PLN Batalkan Program Konversi ke Kompor listrik

[POPULER MONEY] Cara Buat Kartu ASN Virtual Seecara Online | PLN Batalkan Program Konversi ke Kompor listrik

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.