Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 08/01/2013, 21:18 WIB
Penulis Hamzirwan
|
EditorRobert Adhi Ksp

JAKARTA, KOMPAS.com - Kenaikan kesejahteraan buruh harus berpengaruh positif terhadap produktivitas dan laba perusahaan. Buruh juga harus merespons kenaikan upah dengan terus menyamakan persepsi bersama pengusaha untuk mewujudkan iklim usaha yang kondusif.

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar mengatakan ini di Jakarta, Selasa (8/1/2013). Menurut Muhaimin, upah minimum provinsi (UMP) tahun 2013 rata-rata naik 18,3 persen, naik dari tahun 201 2 yang 10,2 persen.  

Pengusaha dan serikat buruh harus bekerja sama membangun hubungan industrial yang harmonis, demokratis dan berkeadilan, termasuk dalam penetapan upah di masing-masing perusahaan.

"Kedua pihak harus menyamakan persepsi sehingga produktiv itas meningkat, investasi datang, dan yang paling penting menghindari pemutusan hubungan kerja (PHK)," kata Muhaimin.

Penetapan UMP tahun 2013 mulai November 2012 berlangsung alot. Pemerintah daerah menaikkan UMP sesuai permintaan buruh di kawasan industri sedikitnya Rp 2 juta per bulan karena sejak krisis tahun 1999 belum menikmati upah layak.

Sementara pengusaha menolak kenaikan upah terlalu tinggi karena bisa mengganggu kesinambungan sektor industri padat karya. Sedikitnya 1.312 perusahaan di 14 provinsi mengajukan penangguhan UMP 2013 melalui Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.

Sikap ekstrem

Pengusaha menyikapi kenaikan UMP ini dengan memboikot Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit Nasional. Aksi ini membuat forum dialog LKS Tripartit Nasional macet.

Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Abdul Latief Algaff meminta pengusaha dan buruh tidak mengambil sikap terlalu ekstrem. Menurut Latief, sikap buruh atau pengusaha yang terlalu ekstrem akan merugikan hubungan industrial dan investasi.  

Keberadaan Lembaga Kerja Sama Tripartit Nasional sebagai forum dialog pengusaha, buruh, dan pemerintah merupakan salah satu bentuk implementasi Konvensi ILO 144.

"Apabila ada perbedaan pendapat yan  sangat tajam di antara buruh dan pengusaha, di sini peran pemerintah menawarkan jalan keluar yang adil dibutuhkan," kata Latief.

Secara terpisah, Sekretaris Jenderal Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (OPSI) Timboel Siregar meminta Apindo dan Kadin Ind onesia menghentikan kampanye penangguhan UMP. Menurutnya, kampanye ini bisa memancing unjuk rasa buruh.

Timboel menyarankan, Apindo dan Kadin Indonesia bergerak bersama buruh untuk fokus menolak kenaikan tarif tenaga listrik (TTL), pungutan liar, menuntut penurunan suku bunga, dan meminta pemerintah mengkaji ulang perjanjian pasar bebas.   

"Sudah saatnya pengusaha dan buruh punya program bersama menuntut pemerintah menyelamatkan industri nasional," kata Timboel. 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[KURASI KOMPASIANA] Merencanakan Program Hamil, Istri Perlu Resign?

[KURASI KOMPASIANA] Merencanakan Program Hamil, Istri Perlu Resign?

Work Smart
Sering Dikira Merek Asing, Siapa Pemilik Holland Bakery Sebenarnya?

Sering Dikira Merek Asing, Siapa Pemilik Holland Bakery Sebenarnya?

Whats New
Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan lewat Aplikasi JMO dengan Mudah

Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan lewat Aplikasi JMO dengan Mudah

Whats New
Akhir Pekan, Stasiun Tanah Abang Jadi Tujuan Utama Pengguna Commuterline

Akhir Pekan, Stasiun Tanah Abang Jadi Tujuan Utama Pengguna Commuterline

Rilis
Jenis-Jenis Pasar Beserta Contohnya

Jenis-Jenis Pasar Beserta Contohnya

Whats New
Menteri PUPR: Pembangunan Jalan Labuan Bajo-Tanamori Sudah 97,26 Persen

Menteri PUPR: Pembangunan Jalan Labuan Bajo-Tanamori Sudah 97,26 Persen

Whats New
Cara Validasi NIK Jadi NPWP secara Online

Cara Validasi NIK Jadi NPWP secara Online

Whats New
Mahfud MD Sebut Revisi UU Perkoperasian Sudah Mendesak

Mahfud MD Sebut Revisi UU Perkoperasian Sudah Mendesak

Whats New
Freeport Buka Lowongan Kerja hingga 7 Februari 2023, Simak Persyaratannya

Freeport Buka Lowongan Kerja hingga 7 Februari 2023, Simak Persyaratannya

Work Smart
Waspada, Ini Daftar Pinjol Ilegal Terbaru yang Dirilis OJK

Waspada, Ini Daftar Pinjol Ilegal Terbaru yang Dirilis OJK

Whats New
Catat Limit Transfer BRI ke Bank Lain via Mobile Banking hingga ATM

Catat Limit Transfer BRI ke Bank Lain via Mobile Banking hingga ATM

Spend Smart
IHSG Sepekan Tumbuh 0,35 Persen, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp 9.504 Triliun

IHSG Sepekan Tumbuh 0,35 Persen, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp 9.504 Triliun

Whats New
Kasus Pembobolan Rekening Nasabah BCA, Soal Ganti Rugi hingga Pentingnya Keamanan Data Pribadi

Kasus Pembobolan Rekening Nasabah BCA, Soal Ganti Rugi hingga Pentingnya Keamanan Data Pribadi

Whats New
KCJB Sudah 84 Persen, Menhub: Pak Luhut, Pak Erick, dan Saya Ditugaskan Presiden Mengawal Proyek Ini

KCJB Sudah 84 Persen, Menhub: Pak Luhut, Pak Erick, dan Saya Ditugaskan Presiden Mengawal Proyek Ini

Whats New
Sidak Bandara Juanda, Kemenaker Cegah Keberangkatan 87 Calon Pekerja Migran Ilegal

Sidak Bandara Juanda, Kemenaker Cegah Keberangkatan 87 Calon Pekerja Migran Ilegal

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+