Kemenakertrans Bentuk Satgas Pemantau Ancaman PHK

Kompas.com - 17/01/2013, 08:31 WIB
Penulis Suhartono
|
EditorMarcus Suprihadi

JAKARTA, KOMPAS.com- Untuk memantau ancaman terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap pekerja atau buruh yang diakibatkan oleh penerapan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun ini, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi membentuk Satuan Tugas (Satgas) Khusus Pemantauan Ancaman PHK.

Satgas ini bertugas melakukan koordinasi dengan dinas-dinas tenaga kerja di di seluruh Indonesia untuk melakukan pengumpulan informasi, pendataan, dan pendampingan, terkait antisipasi terjadinya PHK pekerja atau buruh akibat kenaikan UMP di daerah-daerah.

Demikian disampaikan Kepala Biro Humas Kemenakertrans Suhartono, Rabu (16/1/2013) malam tadi. Sebelumnya, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar menggelar konperensi pers untuk membentuk Satgas Pemantau Ancaman PHK.

"Satgas terus memantau agar tidak ada satu pun PHK yang diakibatkan oleh kenaikan UMP. Satgas ini menjadi deteksi dini, sehingga pelaksanaan UMP 2013 itu tidak mengganggu kinerja perusahaan dan tidak mengakibatkan PHK pekerja atau buruh" kata Suhartono.

Ditambahkan, jika ada perusahaan yang benar-benar mau PHK dengan alasan UMP, maka dipersilakan untuk berkoordinasi dengan dinas tenaga kerja setempat lebih dulu. "Nanti akan dicarikan jalan keluar dengan berbagai kemudahan termasuk penangguhan pelaksanaan UMP," katanya.

Menurut dia, yang paling penting adalah mencegah dan menghindari terjadinya PHK pekerja atau buruh terkait UMP. Dinas-dinas tenaga kerja akan menelusuri dan melakukan pengecekan bersama dengan melibatkan pengusaha serta serikat pekerja, untuk memastikan apakah memang perusahaan itu tidak mampu menerapkan UMP dan kondisinya terancam PHK. 

Suhartono menambahkan, serikat pekerja dan perusahaan diminta untuk berkoordinasi secara bipartite untuk menghindari PHK di perusahaannya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sebanyak 16.000 Warung Makan Tradisional Sudah Bergabung di Aplikasi Wahyoo

Sebanyak 16.000 Warung Makan Tradisional Sudah Bergabung di Aplikasi Wahyoo

Whats New
Ada Potensi Lonjakan Harga, KPPU Minta Pemerintah Antisipasi Stok Bawang Putih

Ada Potensi Lonjakan Harga, KPPU Minta Pemerintah Antisipasi Stok Bawang Putih

Whats New
Wahyoo Siap Gandeng 20.000 Warteg yang Terancam Gulung ke Pasar Daring

Wahyoo Siap Gandeng 20.000 Warteg yang Terancam Gulung ke Pasar Daring

Whats New
Perlu Waktu 7 Tahun Untuk Balik Modal, Bagaimana Cara Merawat Panel Surya?

Perlu Waktu 7 Tahun Untuk Balik Modal, Bagaimana Cara Merawat Panel Surya?

Whats New
Desember 2020, Uang Beredar Naik Jadi Rp 6.900 Triliun

Desember 2020, Uang Beredar Naik Jadi Rp 6.900 Triliun

Whats New
Tren Ekspor Sarang Burung Walet Meningkat, Indonesia Diuntungkan

Tren Ekspor Sarang Burung Walet Meningkat, Indonesia Diuntungkan

Whats New
BI Targetkan 12 Juta Merchant UMKM Gunakan QRIS Hingga Akhir 2021

BI Targetkan 12 Juta Merchant UMKM Gunakan QRIS Hingga Akhir 2021

Whats New
BI Proyeksi DPK Tumbuh 7-9 Persen, Lebih Rendah dari Tahun 2020

BI Proyeksi DPK Tumbuh 7-9 Persen, Lebih Rendah dari Tahun 2020

Whats New
Soal Peluang Turunkan Suku Bunga, BI: Lihat Dulu, Ini Sudah yang Terendah

Soal Peluang Turunkan Suku Bunga, BI: Lihat Dulu, Ini Sudah yang Terendah

Whats New
Apakah Pemilik Bisnis Dapat Gaji?

Apakah Pemilik Bisnis Dapat Gaji?

Whats New
BI: Nilai Tukar Sudah di Bawah Rp 14.000, Berpotensi Terus Menguat

BI: Nilai Tukar Sudah di Bawah Rp 14.000, Berpotensi Terus Menguat

Whats New
Yusuf Mansur Jagokan Saham BCAP dan MNCN, Ini Kata Analis

Yusuf Mansur Jagokan Saham BCAP dan MNCN, Ini Kata Analis

Whats New
Catat Kinerja Positif, ShopeePay Beberkan Fakta Unik Seputar Transaksi Online dan Offline Sepanjang 2020

Catat Kinerja Positif, ShopeePay Beberkan Fakta Unik Seputar Transaksi Online dan Offline Sepanjang 2020

BrandzView
Mau Tukar Dollar AS? Intip Kurs Rupiah Hari Ini di 5 Bank

Mau Tukar Dollar AS? Intip Kurs Rupiah Hari Ini di 5 Bank

Whats New
Bakrie Telecom Terancam Delisting Setelah Hampir 2 Tahun Disuspensi, Ini Penjelasan BEI

Bakrie Telecom Terancam Delisting Setelah Hampir 2 Tahun Disuspensi, Ini Penjelasan BEI

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X