Kompas.com - 22/01/2013, 14:42 WIB
|
EditorAgus Mulyadi

JAKARTA, KOMPAS.com — Tahun ini pemerintah akan memperluas penerapan SNI wajib, yang semula hanya untuk 90 produk nantinya diperluas ke 200 produk. Perluasan itu dimaksudkan untuk mengintensifkan instrumen pengawasan barang beredar.

Hal itu disampaikan Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi, di Jakarta, Selasa (22/1/2013).

"SNI wajib kita masih terlalu sedikit. Tahun ini ditargetkan naik menjadi 200 produk. Produk-produk yang menyangkut kesehatan, keamanan, dan keselamatan konsumen akan menjadi prioritas bagi SNI wajib," katanya.

Dia mengatakan, SNI wajib menjadi tolok ukur standardisasi di setiap negara. Lewat penerapan SNI wajib, produk-produk yang tidak memenuhi standar tidak diperbolehkan beredar di pasaran. Tercatat jumlah SNI wajib dan sukarela pada tahun 2011 sebanyak 7.618 SNI .

"SNI wajib merupakan parameter penting dan strategis dalam upaya perlindungan terhadap konsumen dan keamanan masyarakat luas," kata Bayu.

Sepanjang tahun 2012, dari 621 kasus temuan barang tak layak edar, 208 kasus di antaranya merupakan pelanggaran atas ketentuan SNI.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.