Kompas.com - 30/01/2013, 16:43 WIB
|
EditorMarcus Suprihadi

BANDUNG, KOMPAS.com — Panitia Pengawas Pemilu Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan perguruan tinggi bersama-sama memantau pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah Jawa Barat yang diikuti lima pasang calon. Kerja sama tersebut juga diharapkan bisa mendorong partisipasi pemilih pemula sekaligus pendidikan politik bagi masyarakat.

Demikian penuturan Ketua Panwas Jabar Ihat Subihat seusai penandatanganan Program Pengawasan Pemilu Terpadu atau Awaslupadu. Kerja sama ini ditandatangani bersama empat perguruan tinggi, yakni Universitas Padjadjaran, Universitas Islam Negeri, Universitas Pasundan, dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).

"Sayangnya, Rektor UPI berhalangan hadir karena ada acara lain," ujar Ihat, Rabu (30/1/2013).

Dia mengatakan, Awaslupadu merupakan kerja sama pemantauan pemilu bersama masyarakat. Mahasiswa bakal dilibatkan dalam mengawasi jalannya pilkada dan melapor apabila ada pelanggaran.

Namun, tujuan lain kerja sama ini adalah memberikan pendidikan politik kepada masyarakat. Dengan melibatkan masyarakat dalam proses pemilihan seperti ini, Ihat berharap tingkat golput bisa ditekan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X