Kompas.com - 11/02/2013, 07:11 WIB
EditorErlangga Djumena

Akan tetapi, kata Joni, program swasembada daging sapi yang dibangun pemerintah pusat dan berbasis pada sensus sapi itu tidak mampu mengoordinasi daerah, terutama antara daerah sentra produksi dan sentra konsumsi. Akibatnya, tidak ada keseimbangan antara pasokan dan permintaan. Belum lagi kenaikan permintaan daging sapi yang mencapai 11,57 persen per tahun yang tidak dibarengi peningkatan penyediaan.

Menurut Joni, untuk memenuhi permintaan daging sapi nasional, dari 14,82 juta ekor populasi sapi potong, setiap tahun harus tersedia 3,2 juta sapi yang siap dipotong pada tahun tersebut.

”Persoalannya, dalam memproyeksikan kemampuan produksi daging sapi lokal, pemerintah tidak melihat struktur populasi sapi yang ada,” kata Joni. Dari 14,82 juta sapi itu tidak semua sapi jantan dewasa.

Dari 14,82 juta sapi, sekitar 31,85 persen sapi jantan dan 68,15 persen sapi betina. Dari 31,85 persen sapi jantan, sekitar 30,68 persen sapi jantan anak, 38,52 sapi jantan muda, dan 30,80 sapi jantan dewasa. Dengan begitu, populasi sapi jantan dewasa hanya 1,45 juta ekor. ”Ke mana harus mencari 1,75 juta sapi jantan untuk menutupi kekurangannya?” kata Joni.

Kalau memotong sapi betina, kata Joni lagi, hal itu melanggar Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Harga sapi bakalan tinggi

Berbeda dengan pendapat dari beberapa kalangan itu, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Syukur Iwantoro mengatakan, tingginya harga daging disebabkan harga sapi bakalan impor tinggi. Saat ini harganya mencapai 3,05 dollar AS per kilogram bobot hidup.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dengan harga sapi bakalan impor itu, kata Syukur, minimal harga ketika sampai di penggemukan sapi sudah Rp 32.000 per kilogram dan ketika dijual ke rumah potong hewan Rp 34.000 hingga Rp 35.000 per kilogram. ”Karena itulah harga daging di tingkat lapangan tidak boleh kurang dari Rp 85.000 sampai Rp 90.000 per kilogram,” ujar Syukur.

Melihat harga daging sapi eks sapi bakalan impor tinggi, peternak di daerah ikut menetapkan harga jual sapinya menyamai harga sapi bakalan impor.

Syukur menambahkan, meskipun harga daging sapi cukup tinggi, pemerintah tetap berkomitmen untuk menjamin ketersediaan pasokan.

Syukur mengatakan, berbagai upaya perbaikan sistem pasokan daging sapi ke sentra konsumen dari sentra produksi dilakukan untuk memenuhi keseimbangan permintaan dan penawaran daging sapi. Mengacu data Sensus Sapi 2014, produksi daging sapi lokal cukup untuk memenuhi kebutuhan.

Ahmad Erani Yustika mengatakan, dengan kondisi seperti itu, peluang untuk melakukan permainan kuota impor dan pengendalian harga bisa dilakukan oleh pemegang stok. ”Dari kajian saya, khusus untuk produk pertanian, maka harus ada intervensi pemerintah agar harga tidak dipermainkan pemegang stok,” katanya.(MAS/K05/K06/K07/MAR/DEN/SIR/ETA)

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Archi Indonesia Berencana Bangun Pabrik Pemurnian Emas di 2022

    Archi Indonesia Berencana Bangun Pabrik Pemurnian Emas di 2022

    Whats New
    Inilah para Pemenang Kompasiana Awards 2021

    Inilah para Pemenang Kompasiana Awards 2021

    Rilis
    Perdagangan Internasional: Definisi Ekspor Impor dan Faktor Pendorong

    Perdagangan Internasional: Definisi Ekspor Impor dan Faktor Pendorong

    Whats New
    50 Tahun Menikah, Luhut Beberkan Tips Pernikahan Awet

    50 Tahun Menikah, Luhut Beberkan Tips Pernikahan Awet

    Whats New
    Ketika Mata Uang China Laris Manis dan Resmi Berlaku di Era Majapahit

    Ketika Mata Uang China Laris Manis dan Resmi Berlaku di Era Majapahit

    Whats New
    BNI Smart City Hadir di Surakarta, Apa Saja yang Ditawarkan?

    BNI Smart City Hadir di Surakarta, Apa Saja yang Ditawarkan?

    Rilis
    Menhub Minta Layanan di Pelabuhan Tanjung Priok Dipercepat, Ini Caranya

    Menhub Minta Layanan di Pelabuhan Tanjung Priok Dipercepat, Ini Caranya

    Whats New
    Di Kompasianival 2021 Gita Wirjawan Berikan Catatan agar Ekonomi dan UMKM Membaik

    Di Kompasianival 2021 Gita Wirjawan Berikan Catatan agar Ekonomi dan UMKM Membaik

    Rilis
    Kapal KM Bandar Lestari Terbakar di Pelabuhan Sunda Kelapa, Ini Penjelasan Kemenhub

    Kapal KM Bandar Lestari Terbakar di Pelabuhan Sunda Kelapa, Ini Penjelasan Kemenhub

    Whats New
    Anak Usaha Krakatau Steel Ingin Perluas Usaha ke Kawasan Industri Medan

    Anak Usaha Krakatau Steel Ingin Perluas Usaha ke Kawasan Industri Medan

    Rilis
    Bertemu dengan Dubes Hungaria, Sandiaga Uno Bahas Peluang Kerja Sama Sektor Perfilman

    Bertemu dengan Dubes Hungaria, Sandiaga Uno Bahas Peluang Kerja Sama Sektor Perfilman

    Rilis
    Maman Suherman dan 'Mice' Ceritakan Kebahagiaan saat Kolaborasi 'Bahagia Bersama' di Kompasianival 2021

    Maman Suherman dan "Mice" Ceritakan Kebahagiaan saat Kolaborasi "Bahagia Bersama" di Kompasianival 2021

    Rilis
    Perkuat Aksi Iklim, RI dan Korea Selatan Perluas Kerja Sama

    Perkuat Aksi Iklim, RI dan Korea Selatan Perluas Kerja Sama

    Rilis
    Mengapa Negara Singapura Lebih Berfokus pada Perdagangan dan Industri?

    Mengapa Negara Singapura Lebih Berfokus pada Perdagangan dan Industri?

    Whats New
    Dampak Negatif Perdagangan Internasional dan Langkah Mengatasinya

    Dampak Negatif Perdagangan Internasional dan Langkah Mengatasinya

    Whats New
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.