Kompas.com - 12/02/2013, 10:47 WIB
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Ekonom dari Standard Chartered Bank Fauzi Ichsan menilai ketentuan pembatasan kepemilikan bank oleh investor asing maksimal sebesar 49 persen dalam revisi Undang-undang Perbankan, akan membatasi kompetisi di dunia perbankan.

"Kalau kompetisi dibatasi atas dasar nasionalisme, sulit dong memenuhi keinginan masyarakat luas yang menginginkan suku bunga kredit turun, net interest margin turun," kata Fauzi Ichsan saat dihubungi di Jakarta, Selasa (12/2/2013).

Menurut dia, bila pemerintah mau mewujudkan keinginan masyarakat yang menginginkan suku bunga kredit rendah, maka kompetisi harus dibuka seluas-luasnya meski hal tersebut akan berimplikasi pada kalahnya perbankan lokal oleh perbankan asing.

"Kalau mau suku bunga kredit turun, maka harus dibuka kompetisi meski artinya bank lokal tersaingi oleh bank asing, tapi kan pilihannya mau lindungi bank lokal atau konsumen?" katanya.

Dikatakannya, bila kepemilikan asing di perbankan asing dikurangi hingga maksimal 49 persen, pihaknya ragu para konglomerat lokal mau membelinya. Hal itu karena menurut dia, para konglomerat tersebut lebih tertarik berinvestasi pada sektor komoditas dibanding dengan perbankan.

Selain itu investor lokal juga tidak siap dengan dana yang dibutuhkan untuk membeli kepemilikan di bank asing sehingga pada akhirnya investor asing juga yang mampu membeli kepemilikan tersebut. "Yang nanti jadi pembelinya asing juga pada akhirnya," katanya.

Menurut Fauzi, jika bank harus dibeli investor lokal dan ternyata tidak ada investor yang mampu membeli akan menyebabkan harga saham bank tersebut anjlok sehingga menimbulkan efek buruk bagi kondisi keuangan bank itu sendiri. "Harga saham bisa anjlok dan dampaknya bisa kemana-mana," katanya.

Saat ini revisi UU Perbankan masih dalam tahap pembahasan di DPR. Selain mengangkat isu tentang ketentuan bank asing, RUU ini juga membahas isu-isu lainnya seperti syarat untuk menjadi pengurus bank, penyertaan modal bank serta tentang ketentuan multiple license.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.