Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 18/02/2013, 14:05 WIB
Editorkadek

KOMPAS.com - Industri Meeting, Incentives, Convention and Exhibition (MICE) kini tengah berkembang pesat di Indonesia. Tak pelak, hal ini ikut mempengaruhi perkembangan industri perhotelan tanah air.

“Bila kita melihat dalam kurun waktu 3 tahun terakhir, pasti setiap bulan bahkan setiap harinya terdapat iklan mengenai opening hotel di media-media besar nasional. Hal ini menandakan market industri perhotelan Indonesia masih terus berkembang,” ujar Direktur Utama PT Graha Multi Utama Andy Widjanarko

PT Graha Multi Utama (GMU) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang bisnis properti hotel dan berada di bawah holding company PT Dyandra Media International (DMI) berusaha mengembangkan properti hotel di Indonesia. Hal ini sebagai bagian dari strategi integrasi untuk berkembang di Industri MICE dan memaksimalkan potensial market dari sektor pariwisata.

Tak tanggung-tanggung, GMU ingin memiliki jaringan hotel terbanyak yang tersebar di seluruh Indonesia. Hotel-hotel tersebut dibangun berdekatan dengan convention and exhibition hall di kota-kota besar yang tersebar di Indonesia. Sebut saja Santika Premiere Dyandra Hotel & Convention Medan dan Santika Siligita di Bali.

Sehingga, delegasi pertemuan dan pengunjung pameran yang diselenggarakan dapat menjadi target market potensial mereka, selain tentunya para wisatawan mancanegara dan domestik lainnya. Salah satu strategi integrasi yang dilakukan GMU akan terwujud pada saat perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi APEC, konferensi berkelas internasional yang dihadiri 21 kepala negara dan 24.000 delegasi.

KTT APEC tersebut akan memakai Bali Nusa Dua Convention Centre (BNDCC) sebagai tempat perhelatan, pada bulan Oktober 2013 mendatang. BNDCC kini sedang mengerjakan pembangunan tahap kedua yang direncanakan selesai pada bulan Maret tahun ini.

Pada pembangunan tahap dua, BNDCC dilengkapi juga dengan Hotel Amaris, brand properti hotel yang jaringannya tengah dikembangkan oleh GMU. Hal ini tentu akan memudahkan kebutuhan penginapan para tamu undangan, dan para delegasi yang menghadiri konferensi tersebut.

Pertumbuhan Industri Hotel di Indonesia

Pertumbuhan industri hotel di Indonesia memang tak pernah lepas dari perkembangan industri pariwisata yang mampu memancing minat wisatawan untuk berkunjung ke Indonesia. Menurut survei Cushman & Wakefield Indonesia, hingga 2015 akan ada 4.000 kamar hotel baru di Jakarta.

Hal ini membuat PT Graha Multi Utama optimis dalam mengembangkan bisnis properti hotel melalui brand Hotel Amaris. Dalam portfolio GMU, tercatat ada 6 hotel milik GMU yang telah beroperasi, sementara 5 hotel lainnya akan selesai dirampungkan tahun ini, dan 10 hotel lainnya akan dibuka pada tahun 2014.

GMU menargetkan untuk lima tahun ke depan akan dapat mengoperasikan 50 hotel dengan 6.000 kamar. Konsepnya adalah jaringan hotel dengan tingkat penyebaran merata di semua ibu kota provinsi bahkan hingga ke tingkat kabupaten di Indonesia.

“Hotel Amaris memang akan dibangun dalam jumlah banyak, karena bila hotel kami mampu dijumpai di berbagai tempat, maka para calon tamu kami akan merasa nyaman dalam hal menentukan pilihan menginap,” ungkap Andy.

Hal itu, lanjutnya, juga membuat orang-orang tidak perlu lagi menanyakan informasi mengenai Hotel Amaris. Karena, secara langsung maupun tidak langsung tercipta brand awareness dari banyaknya jumlah Hotel Amaris itu sendiri di Indonesia.

Ikuti twitter Kompas Travel di @KompasTravel

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Strategi Luhut untuk Atasi Kelangkaan Minyakita

Strategi Luhut untuk Atasi Kelangkaan Minyakita

Whats New
Ekonomi RI Tumbuh 5,31 Persen, Sri Mulyani: Jadi Titik Terang di Tengah Guncangan Global

Ekonomi RI Tumbuh 5,31 Persen, Sri Mulyani: Jadi Titik Terang di Tengah Guncangan Global

Whats New
Jokowi: Pemerintah akan Terus Kejar dan Sita Aset Obligor BLBI yang Tidak Kooperatif

Jokowi: Pemerintah akan Terus Kejar dan Sita Aset Obligor BLBI yang Tidak Kooperatif

Whats New
Startup CoHive Resmi Tutup, Pandemi Berkepanjangan sampai Pendanaan jadi Penyebabnya

Startup CoHive Resmi Tutup, Pandemi Berkepanjangan sampai Pendanaan jadi Penyebabnya

Whats New
Kejar Produktivitas, KKP Dorong Pengembangan Pentokolan Udang Windu

Kejar Produktivitas, KKP Dorong Pengembangan Pentokolan Udang Windu

Rilis
OJK Akan Tambah 2 Komisioner Baru untuk Awasi Pinjol dan Kripto

OJK Akan Tambah 2 Komisioner Baru untuk Awasi Pinjol dan Kripto

Whats New
Pengusaha Warteg Tak Berani Naikkan Harga Makanan Meski MinyaKita Langka dan Mahal

Pengusaha Warteg Tak Berani Naikkan Harga Makanan Meski MinyaKita Langka dan Mahal

Whats New
Pesawat Susi Air Diduga Dibakar KKB, Susi Pudjiastuti Doakan Keselamatan Pilot dan Penumpang

Pesawat Susi Air Diduga Dibakar KKB, Susi Pudjiastuti Doakan Keselamatan Pilot dan Penumpang

Whats New
MinyaKita Langka, Pengusaha Warteg Terpaksa Kembali ke Minyak Goreng Curah

MinyaKita Langka, Pengusaha Warteg Terpaksa Kembali ke Minyak Goreng Curah

Whats New
Kemenhub: Pilot dan Penumpang Pesawat Susi Air di Nduga Masih dalam Pencarian

Kemenhub: Pilot dan Penumpang Pesawat Susi Air di Nduga Masih dalam Pencarian

Whats New
IHSG Ditutup Menguat, Top Gainers LQ45 Dipenuhi Saham Batu Bara

IHSG Ditutup Menguat, Top Gainers LQ45 Dipenuhi Saham Batu Bara

Whats New
PGE Targetkan Kapasitas 'Renewable Energy Geothermal' Naik 2 Kali Lipat

PGE Targetkan Kapasitas "Renewable Energy Geothermal" Naik 2 Kali Lipat

Rilis
Food Station: Harga Beras Sudah Mulai Turun

Food Station: Harga Beras Sudah Mulai Turun

Whats New
Cara Memindahkan Tiang Listrik di Depan Rumah lewat PLN Mobile

Cara Memindahkan Tiang Listrik di Depan Rumah lewat PLN Mobile

Whats New
Pertumbuhan Ekonomi 2022 dan Catatannya

Pertumbuhan Ekonomi 2022 dan Catatannya

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+