Kompas.com - 24/02/2013, 14:07 WIB
|
EditorTjahja Gunawan Diredja

 

JAKARTA, KOMPAS.com- Pemerintah menetapkan bea keluar crude palm oil (minyak sawit mentah) untuk bulan Maret sebesar 10,5 persen.

Angka tersebut lebih tinggi dari bulan Februari yakni sebesar 9 persen. Bea keluar tersebut lebih tinggi dari Malaysia, yang mematok di level 4 persen.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Bahrul Chairi, Minggu (24/2/2013) mengatakan kenaikan bea keluar CPO dipicu oleh naiknya harga di tingkat internasional.

Hal itu terlihat dari harga patokan ekspor untuk bulan Maret yang naik 5,11 persen menjadi 782 dollar AS per metrik ton.  

Untuk bea keluar p roduk turunan CPO mengalami kenaikan dari 4 persen menjadi 5 persen. Untuk Hydrogenated RBD Palm Olein bea keluarnya naik dari 3 persen menjadi 4 persen, paparnya.

Dia mena mbahkan, harga patokan ekspor untuk biji kakao periode Maret 2013 mengalami penurunan sebesar 70 dollar AS atau 3,5 persen.

Sedangkan bea keluar untuk biji kakao tidak mengalami perubahan yakni sebesar 5 persen .      

 

 

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.