Kekayaan Miliarder Indonesia Kian Melesat

Kompas.com - 04/03/2013, 07:26 WIB
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com — Dari tahun ke tahun, nilai kekayaan pengusaha kelas wahid di Indonesia semakin besar. Menurut penelitian Majalah Hurun Report di China, kekayaan orang tajir di Indonesia meningkat antara  500 juta dollar AS - 1 miliar dollar AS sepanjang tahun 2012-2013. Namun, majalah ini juga mencatat, banyak pengusaha Indonesia kehilangan aset, sehingga harus keluar dari daftar miliarder sejagad.

Per 28 Februari lalu, Hurun Report mencatat, hanya 11 pengusaha Indonesia yang masuk daftar miliarder dunia. Padahal, di tahun 2012 Majalah Forbes pernah mendata, sebanyak 17 pengusaha Indonesia yang beraset lebih dari 1 miliar dollar AS pada tahun 2012. Hurun Report menggunakan data per Januari 2013, sedangkan Forbes Maret 2012.

Membandingkan perhitungan kekayaan antara Forbes dan Hurun Report, kekayaan Chairul Tanjung (CT), pemilik CT Corp, naik tertinggi mencapai 1 miliar dollar AS menjadi 3 miliar dollar AS. Hal ini tidak terlepas dari aksi korporasi CT pada tahun lalu, yang memborong 60 persen saham PT Carrefour Indonesia dan menempatkannya sebagai pemegang 100 persen saham peritel itu. Pembelian saham Carrefour ini menghabiskan dana 750 juta dollar AS.

Michael Hartono, pemilik Bank Central Asia (BCA) bertambah 800 juta dollar AS dan saudaranya, R. Budi Hartono, naik 600 juta dollar AS. Sementara itu, Lo Tuck Kwong, bos Bayan Resources, harus rela kekayaannya berkurang menjadi 1,8 miliar dollar AS, Peter Sondakh turun 900 juta dollar AS, dan Kiki Barki menurun 200 juta dollar AS.

Adapun pengusaha yang sebelumnya masuk daftar terkaya versi Forbes, tapi tidak masuk daftar Hurun Report antara lain Sukanto Tanoto, Sri Prakash Lohia, Hary Tanoesoedibjo, Djoko Susanto, dan Garibaldi Thohir. Di Forbes, para konglomerat itu memiliki kekayaan antara 1 miliar dollar AS-1,5 miliar dollar AS.

Lana Soelistyaningsih, Ekonom Samuel Sekuritas, menilai kondisi bisnis tahun 2012 memengaruhi naik turunnya jumlah kekayaan. Misalnya, pengusaha sektor batu bara, Garibaldi Thohir, harus rela asetnya turun karena harga komoditas itu anjlok. Bisnis di sektor keuangan masih memberi fulus yang menggiurkan, sebut saja BCA, yang menurut Bank Indonesia (BI) mengantongi laba bersih sekitar Rp 11,93 triliun per Desember 2012. (Adi Wikanto, Feri Kristianto/Kontan)

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X